• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Banyak yang Mengira dari Bandung, Ternyata Angklung di Berbagai Destinasi Wisata Lahir dari Kampung Angklung Ciamis

bydejurnalcom
Minggu, 26 Juli 2026
Reading Time: 2 mins read
Banyak yang Mengira dari Bandung, Ternyata Angklung di Berbagai Destinasi Wisata Lahir dari Kampung Angklung Ciamis
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Tak banyak yang tahu, angklung yang mengalun di berbagai tempat wisata, sekolah, hingga pusat pertunjukan seni di Indonesia, sebagian besar justru berasal dari sebuah kampung kecil di Kabupaten Ciamis.

Kampung Angklung di Desa Panyingkiran menjadi dapur produksi ribuan angklung yang setiap bulan didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk memasok kebutuhan sejumlah destinasi wisata dan pusat edukasi seni di Indonesia.

Fakta itulah yang membuat Kampung Angklung menjadi salah satu tujuan kunjungan profesor, dosen, peneliti, dan mahasiswa dari Jepang, Filipina, serta Indonesia dalam program Islamic Southeast Asia Traveling Classroom yang difasilitasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis melalui program Smiling Enjoy Galuh, Minggu (26/07/2026).

BacaJuga :

Setelah Penantian Lebih dari Tiga Bulan, Yayasan Salman Mardia Salsabila Akhirnya Kantongi Persetujuan Penggantian PIC, Operasional Dapur Masih Menunggu Kepastian

Polsek Campaka Ungkap Dugaan Curanmor di Area Parkir SDN 2 Cimahi, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Sapapesona Budaya Bedas ke-12 Digelar di Sukamanah, Kadisbud: Budaya Harus Hidup dan Mendukung Ekonomi Masyarakat

Sesampainya di Kampung Angklung, rombongan tidak hanya menyaksikan proses pembuatan alat musik bambu tersebut, tetapi juga berdialog langsung dengan para pengrajin, mencoba menyetem nada, hingga memainkan angklung bersama di amfiteater desa.

Pengrajin angklung sekaligus pengelola Yayasan Kampung Angklung, Nunu, mengaku bangga karena hasil karya masyarakat Desa Panyingkiran kini mulai menarik perhatian dunia internasional.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis dan BP2D yang telah membawa tamu dari berbagai negara ke Kampung Angklung. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena karya para pengrajin akhirnya dikenal langsung oleh wisatawan mancanegara,” katanya.

Menurut Nunu, Kampung Angklung saat ini dihuni lebih dari 10 kelompok pengrajin dengan sekitar 70 perajin aktif yang setiap hari memproduksi angklung.

Dalam satu bulan, seluruh pengrajin mampu menghasilkan sekitar 1.000 set angklung oktaf atau hampir 8.000 tabung nada yang dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia.

“Selama ini orang banyak mengenal angklungnya, tetapi belum tentu tahu dibuat di mana. Padahal banyak angklung yang dimainkan di tempat-tempat wisata berasal dari Kampung Angklung Ciamis,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa sejak 2010 dirinya rutin memasok angklung ke Bandung, bahkan sebelum Kampung Angklung dikenal luas seperti sekarang.

“Dulu nama Kampung Angklung belum ada, tetapi angklungnya sudah berangkat dari sini. Sekarang alhamdulillah identitas Kampung Angklung Ciamis mulai dikenal. Bukan hanya Saung Udjo, banyak tempat wisata dan pusat pendidikan seni di Indonesia menggunakan angklung buatan pengrajin kami,” ungkapnya.

Menurut Nunu, kunjungan wisatawan, terutama dari luar negeri, memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi para pengrajin.

“Efeknya sangat terasa. Selain penjualan meningkat, kepercayaan masyarakat juga ikut naik. Wisatawan biasanya membagikan pengalaman mereka di media sosial. Dari sana muncul lagi calon pembeli dan rombongan baru yang ingin datang. Promosinya berjalan dengan sendirinya,” katanya.

Ia menambahkan, harga angklung produksi Kampung Angklung sangat beragam, mulai Rp25 ribu untuk satu nada hingga puluhan juta rupiah untuk satu set angklung pertunjukan profesional.

“Saya pernah mengerjakan pesanan hampir 30 set angklung untuk Medan. Satu set berisi sekitar 150 nada. Semua dikerjakan di sini bersama para pengrajin,” ujarnya.

Ketua RW H. Munpasil juga menyambut baik semakin seringnya kunjungan wisata ke Kampung Angklung. Menurutnya, manfaatnya tidak hanya dirasakan pengrajin, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Kami ingin Kampung Angklung semakin dikenal. Ketika wisatawan datang, yang bergerak bukan hanya pengrajin, tetapi juga pelaku UMKM, kuliner, hingga warga sekitar. Warisan budaya ini harus menjadi kebanggaan sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Bagi BP2D Kabupaten Ciamis, Kampung Angklung merupakan salah satu aset budaya yang memiliki daya tarik kuat karena menawarkan pengalaman langsung kepada wisatawan.

Mereka tidak hanya melihat angklung dipajang, tetapi menyaksikan proses pembuatannya, bertemu para perajinnya, hingga memainkan alat musik yang lahir dari tangan-tangan masyarakat Desa Panyingkiran.

Dari kampung inilah, ribuan angklung setiap bulan berangkat ke berbagai penjuru Indonesia. Kini, bukan hanya alat musiknya yang dikenal, tetapi juga kampung yang melahirkannya mulai dilirik dunia. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dari Kampung Angklung hingga Kampung Kerukunan, BP2D Antar Akademisi Filipina dan Jepang Naik Gatrik

Next Post

Bupati Herdiat Wacanakan Festival 20 Ribu Angklung, Pengrajin Kampung Angklung Ciamis Siap Produksi

Related Posts

2.800 Pelari Padati Alun-Alun Subang, Dahana Run 2026 Jadi Sorotan
deNews

2.800 Pelari Padati Alun-Alun Subang, Dahana Run 2026 Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026
Tampil di Sapa Warga Berbasis Budaya Paguron Mekar Kencana Sukamenak Konsisten Lestatikan  Seni Budaya Pencak Silat
deNews

Tampil di Sapa Warga Berbasis Budaya Paguron Mekar Kencana Sukamenak Konsisten Lestatikan Seni Budaya Pencak Silat

Sabtu, 24 Oktober 2026
“Sapa Warga Berbasis Budaya” Kolaborasi Anggota DPRD Provinsi dan Pemdes Sukamenak: Hadirkan Layanan Kesehatan, UMKM, dan Hiburan bagi Warga
deNews

“Sapa Warga Berbasis Budaya” Kolaborasi Anggota DPRD Provinsi dan Pemdes Sukamenak: Hadirkan Layanan Kesehatan, UMKM, dan Hiburan bagi Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026
Setelah Penantian Lebih dari Tiga Bulan, Yayasan Salman Mardia Salsabila Akhirnya Kantongi Persetujuan Penggantian PIC, Operasional Dapur Masih Menunggu Kepastian
deNews

Setelah Penantian Lebih dari Tiga Bulan, Yayasan Salman Mardia Salsabila Akhirnya Kantongi Persetujuan Penggantian PIC, Operasional Dapur Masih Menunggu Kepastian

Sabtu, 24 Oktober 2026
Polsek Campaka Ungkap Dugaan Curanmor di Area Parkir SDN 2 Cimahi, Satu Terduga Pelaku Diamankan
dehukum

Polsek Campaka Ungkap Dugaan Curanmor di Area Parkir SDN 2 Cimahi, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026
Sapapesona Budaya Bedas ke-12 Digelar di Sukamanah, Kadisbud: Budaya Harus Hidup dan Mendukung Ekonomi Masyarakat
deNews

Sapapesona Budaya Bedas ke-12 Digelar di Sukamanah, Kadisbud: Budaya Harus Hidup dan Mendukung Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

KabarDaerah

Pemkab Purwakarta Siap Gelar Festival Manggis 2020

Jumat, 13 Maret 2020

Bawaslu Adakan Evaluasi Pencegahan dan Pengawasan Pemilu Jelang Pilkada Serentak

Rabu, 5 Juni 2024

Polisi Ungkap Pembunuhan di Kopo Sayati Bandung, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Selasa, 28 Januari 2025

Calhaj Resah! Kuota Haji Garut Turun Drastis, Dari 1805 Hanya 109 Jemaah yang Direncanakan Berangkat

Rabu, 12 November 2025

Pemkab Ciamis Gelar Workshop PPK BLUD Bidang Kesehatan

Kamis, 13 Februari 2025

Kantor Baru Desa Cangkuang Kulon Sudah Ditempati Meski Belum Gunting Pita, Sekdes : Ingin Diresmikan Bupati Bandung

Rabu, 29 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste