CIAMIS, deJurnal,- Kettua TP-PKK Kabupaten Ciamis sekaligus Penasehat BKMM Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar bagi seluruh siklus kehidupan.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Pengajian Rutin BKMM Kabupaten Ciamis yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Selasa (28/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kania menyampaikan harapannya agar bantuan Rutilahu yang diterima masyarakat dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus menjadi penyemangat untuk meningkatkan keimanan dan ibadah kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan bantuan ini membawa manfaat bagi keluarga penerima dan menjadi keberkahan. Kami juga mendoakan seluruh donatur dan anggota BKMM yang telah berinfak agar Allah SWT melipatgandakan rezeki dan keberkahannya,” ujar Kania.
Ia mengapresiasi konsistensi BKMM Kabupaten Ciamis yang telah menyalurkan bantuan Rutilahu selama 12 tahun terakhir melalui hasil penghimpunan infak para anggota majelis taklim.
Menurutnya, gerakan sosial berbasis kebersamaan tersebut patut dipertahankan dan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak warga yang dapat menerima manfaat dari program ini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kania juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan Posyandu Rancamaya, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, yang saat ini tengah diusulkan mewakili Kabupaten Ciamis dalam penilaian Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ia menjelaskan, Posyandu kini bukan hanya melayani ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lanjut usia, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Selain pemeriksaan kesehatan dan konsultasi tumbuh kembang anak, masyarakat juga dapat memperoleh pendampingan berbagai layanan dasar, termasuk administrasi dan pelayanan sosial.
“Silakan manfaatkan Posyandu. Datanglah untuk memeriksakan kesehatan secara berkala maupun berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak. Semoga Posyandu Rancamaya mampu menjadi yang terbaik di Jawa Barat,” tuturnya.
Kania juga mengingatkan pentingnya mendukung program wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, anak-anak tidak hanya wajib menempuh pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga perlu mengikuti pendidikan anak usia dini melalui TK, PAUD, atau Kelompok Bermain (Kober) sebagai bekal sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Melalui pelayanan kesehatan yang optimal dan pendidikan sejak usia dini, kita berharap lahir generasi Ciamis yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi penerus pembangunan di masa depan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















