CIAMIS, deJurnal,- Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong aparatur sipil negara (ASN) agar semakin kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan, inovasi ASN menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Menurutnya, kualitas pemerintahan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang tersedia, tetapi dari kemampuan aparatur dalam menciptakan solusi, meningkatkan pelayanan, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Herdiat saat menghadiri peluncuran Aplikasi Aset Penjaga Pangan, sebuah inovasi digital yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis dalam kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Aset Penjaga Pangan di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (30/7/2026).
Bagi bupati, kehadiran aplikasi tersebut bukan sekadar menghadirkan teknologi baru dalam birokrasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pemerintah daerah dalam mengelola aset secara lebih tertib, transparan, dan berbasis data.
“Efisiensi anggaran harus menjadi momentum bagi kita untuk melahirkan inovasi. ASN harus mampu bekerja lebih cerdas, bukan hanya bergantung pada anggaran, tetapi bagaimana menciptakan solusi dengan sumber daya yang ada,” tegasnya.
Aplikasi yang Menjawab Gagasan Lama Bupati
Bupati Herdiat mengungkapkan, pengembangan sistem digital pengelolaan aset merupakan salah satu hal yang sejak lama ia dorong.
Pemerintah daerah membutuhkan sistem yang mampu menyajikan data aset secara lengkap agar setiap kebijakan dapat diambil berdasarkan informasi yang akurat.
Menurutnya, selama ini pemahaman tentang aset sering kali hanya terbatas pada tanah dan bangunan. Padahal, kekayaan daerah memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk aset bergerak maupun berbagai hasil pembangunan yang menjadi milik pemerintah.
“Data aset harus lengkap, jangan separuh. Semua harus masuk dalam bank data, baik tanah, bangunan, aset bergerak, maupun aset lainnya. Kalau datanya lengkap, pemerintah akan lebih mudah menentukan langkah pengelolaannya,” ujarnya.
Ia mengapresiasi inovasi yang digagas Sekertaris BPKD Kabupaten Ciamis Mar Diyana bersama tim, karena mampu menerjemahkan kebutuhan tersebut dalam sebuah aplikasi digital.
Bupati Herdiat berharap Aplikasi Aset Penjaga Pangan terus dikembangkan sehingga dapat menjadi pusat informasi seluruh aset Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Satu Aplikasi Petakan Aset di 27 Kecamatan
Bupati menilai digitalisasi aset akan memberikan kemudahan besar bagi pemerintah daerah, mengingat aset Kabupaten Ciamis tersebar di 27 kecamatan dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda.
Melalui satu sistem terintegrasi, pemerintah dapat mengetahui lokasi aset, luas lahan, kondisi aset, status kepemilikan, proses sertifikasi, hingga peluang pemanfaatannya.
“Jika seluruh aset sudah masuk dalam sistem digital, ketika pemerintah membutuhkan data aset di wilayah tertentu, termasuk wilayah selatan Ciamis, informasinya bisa diketahui dengan cepat. Ini akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan aset yang baik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagaimana aset tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Tidak Boleh Ada Lagi Aset Terlantar
Bupati Herdiat juga memberikan perhatian serius terhadap aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menegaskan, tidak boleh ada lagi aset pemerintah yang hanya tercatat dalam dokumen tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Aset pemerintah jangan sampai menjadi beban. Harus menjadi kekuatan ekonomi daerah. Tidak boleh ada aset yang terlantar puluhan tahun tanpa kejelasan pemanfaatannya,” katanya.
Ia mencontohkan masih adanya sejumlah aset daerah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain pemanfaatan, bupati meminta percepatan sertifikasi seluruh aset yang belum memiliki kepastian hukum.
Menurutnya, sertifikasi aset merupakan langkah penting untuk menjaga kekayaan daerah sekaligus mencegah munculnya persoalan hukum di kemudian hari.
“Saya sering menyampaikan, jangan sampai kita mewariskan masalah kepada generasi berikutnya. Aset yang belum bersertifikat harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Inovasi ASN Jadi Senjata Baru Pembangunan
Lebih jauh, Bupati Herdiat menekankan bahwa inovasi ASN harus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, ASN dituntut mampu menghadirkan gagasan baru yang efektif, efisien, dan memberikan manfaat langsung.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada kemampuan aparatur dalam mengelola sumber daya yang ada.
Bupati Herdiat mencontohkan keberhasilan Kelurahan Sindangrasa yang mampu menjadi Kelurahan Terbaik se-Jawa Barat meskipun dengan dukungan anggaran sekitar Rp280 juta.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi mampu menghasilkan prestasi besar.
“Kelurahan Sindangrasa memberikan pelajaran bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk berprestasi. Yang paling penting adalah inovasi, kepemimpinan, dan semangat memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Menguatkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan
Bupati Herdiat menegaskan, inovasi ASN, digitalisasi pelayanan, dan optimalisasi aset daerah merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Ciamis Maju dan Berkelanjutan.
Melalui tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan efisiensi, memperkuat transparansi, serta memastikan setiap potensi daerah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Ia berharap Aplikasi Aset Penjaga Pangan menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
“Terus berinovasi. Jadikan tantangan sebagai peluang untuk menciptakan perubahan. Karena pembangunan Ciamis ke depan sangat membutuhkan ASN yang kreatif, profesional, dan mampu menghadirkan solusi,” pungkasnya (Nay Sunarti)
















