CIAMIS, deJurnal,- Tren pariwisata terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya wisata identik dengan berburu panorama atau destinasi populer, kini semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman yang lebih bermakna melalui cultural immersion, yakni menyelami kehidupan, tradisi, dan budaya masyarakat setempat secara langsung.
Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang menawarkan pengalaman tersebut.
Beragam desa wisata dan kampung budaya yang masih menjaga tradisi leluhur menghadirkan ruang bagi wisatawan untuk tidak sekadar berkunjung, tetapi ikut merasakan kehidupan masyarakat, belajar nilai-nilai budaya, hingga terlibat dalam aktivitas keseharian yang diwariskan turun-temurun.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, mengatakan konsep cultural immersion menjadi salah satu arah pengembangan pariwisata Ciamis karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan dibanding wisata konvensional.
“Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang tempat yang indah untuk difoto. Wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang otentik, memahami budaya lokal, berinteraksi dengan masyarakat, serta membawa pulang cerita yang memiliki makna. Ciamis memiliki kekayaan budaya yang sangat potensial untuk itu,” ujar Endang. Minggu (02/08/2026)
Menurutnya, kekuatan utama pariwisata Ciamis berada pada perpaduan antara warisan budaya Sunda, tradisi yang masih lestari, kerajinan masyarakat, hingga kehidupan pedesaan yang tetap mempertahankan nilai-nilai lokal.
“Konsep cultural immersion memberikan manfaat ganda. Wisatawan memperoleh pengalaman yang berbeda, sementara masyarakat lokal mendapat peluang ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas budayanya. Inilah pariwisata berkelanjutan yang terus kami dorong,” katanya.
Endang menambahkan, sedikitnya terdapat lima destinasi wisata budaya di Kabupaten Ciamis yang layak menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan pengalaman yang lebih mendalam.
1. Kampung Adat Kuta, Menyelami Filosofi Hidup Leluhur. Berlokasi di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kampung Adat Kuta dikenal sebagai salah satu kampung adat yang masih memegang teguh aturan adat dan berbagai nilai pamali yang diwariskan para leluhur.
Di kawasan ini, wisatawan dapat mengenal filosofi hidup masyarakat adat, menyaksikan proses pembuatan gula aren, belajar membuat anyaman tradisional, hingga memahami bagaimana masyarakat menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
2. Desa Wisata Budaya Bambu, Belajar Kreativitas dari Alam. Terletak di Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Desa Wisata Budaya Bambu menghadirkan pengalaman edukatif melalui pemanfaatan bambu sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Wisatawan dapat mengikuti praktik menganyam bambu, memainkan kaulinan tradisional, hingga mempelajari bagaimana bambu diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi yang menjadi sumber penghidupan warga.
3. Kampung Angklung, Menjaga Warisan Musik Tradisional Sunda. Kampung Angklung di Dusun Nempel, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis menjadi salah satu ikon wisata budaya yang kini semakin dikenal.
Di tempat ini wisatawan dapat melihat secara langsung proses pembuatan angklung, mulai dari pemilihan bambu, pemotongan, perautan, penyetelan nada hingga menjadi alat musik tradisional yang menghasilkan harmoni khas Sunda.
Tak hanya menyaksikan proses produksi, pengunjung juga dapat mencoba memainkan angklung bersama para perajin sehingga memperoleh pengalaman budaya yang lebih interaktif.
“Kampung Angklung merupakan contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Di sini wisatawan tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ikut memahami proses, filosofi, dan nilai yang terkandung di balik setiap alat musik yang dibuat,” ungkap Endang.
4. Kampung Bungur Jalatrang, Perpaduan Agrowisata dan Budaya. Kampung Bungur yang berada di Dusun Babakan, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku menawarkan konsep wisata berbasis ketahanan pangan sekaligus pelestarian budaya.
Selain mengenalkan berbagai aktivitas pertanian, kawasan ini juga menjadi sentra batik yang berkembang di Kabupaten Ciamis. Destinasi ini cocok sebagai wisata edukasi bagi keluarga maupun pelajar karena memadukan pembelajaran pertanian, kerajinan, dan budaya lokal.
5. Kampung Dokdak, Menyaksikan Kerajinan Tradisional yang Tetap Bertahan. Di Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, wisatawan dapat mengunjungi Kampung Dokdak yang dikenal sebagai sentra pembuatan berbagai perkakas secara tradisional.
Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pengerjaan perkakas oleh para pengrajin yang masih mempertahankan teknik warisan leluhur.
Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan pengalaman edukatif yang sulit ditemukan di daerah lain.
Endang optimistis pengembangan wisata berbasis budaya akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Ciamis sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat.
“Kami mengajak masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah untuk datang ke Ciamis, menikmati keindahan alamnya sekaligus merasakan kekayaan budaya yang masih hidup hingga hari ini. Setiap desa memiliki cerita, tradisi, dan pengalaman yang berbeda. Itulah yang menjadi kekuatan pariwisata Ciamis,” imbuhnya.
Endang menuturkan melalui konsep cultural immersion, wisata di Kabupaten Ciamis tidak hanya menjadi perjalanan untuk mengisi waktu libur.
“Konsep ini juga dapat dijadikan ruang belajar, mengenal nilai-nilai kehidupan, mempererat hubungan dengan masyarakat lokal, serta membawa pulang pengalaman yang membekas jauh setelah perjalanan berakhir,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















