Dejurnal.com, Bandung, — Sebanyak 55 anggota DPRD Kabupaten Bandung dari delapan fraksi melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, mulai Rabu, 19 hingga, Sabtu 22 Agustus 2026. Reses tersebut menjadi momentum bagi para legislator untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan menjadi bahan dalam pengawalan program pembangunan tahun 2027.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS, H. Dadang Suryana, S.Ip., mengatakan reses tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bagian penting dari proses menyerap kebutuhan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan melalui lembaga legislatif. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan reses di titik pertamanya di GOR Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu 19 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu Anggota Fraksi PKS DPRD ini menyampaikan, bahwa DPRD Kabupaten Bandung juga tengah membahas perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Menurut Sekretaris Komisi B ini, perubahan anggaran diperlukan karena adanya penyesuaian pendapatan dan kemampuan fiskal daerah, sementara kebutuhan belanja serta rencana pembangunan masih cukup besar.
Selain menyesuaikan program yang sudah direncanakan, terdapat sejumlah program baru yang perlu diakomodasi, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program sekolah layak.
“Program-program baru itu mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Karena itu, agar anggaran bisa seimbang, diperlukan perubahan anggaran tahun 2026 sekaligus penyusunan anggaran untuk tahun 2027 dan seterusnya,” katanya.
H. Dadang menyebutkan, pembahasan perubahan APBD 2026 di tingkat komisi DPRD telah dilaksanakan. Selanjutnya, pembahasan memasuki tahap penyelarasan antara pihak eksekutif dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, pembahasan di DPRD melalui komisi-komisi sudah terlaksanakan. Tinggal penyelarasan yang dilaksanakan oleh eksekutif dan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, HDS, demikian sapaan akrab H. Dadang Suryana juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan, dorongan dan doa dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui reses dapat ditindaklanjuti secara maksimal sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan daerah.
“Untuk pelaksanaan tugas yang memang belum bisa terlaksanakan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kondisi negara saat ini memang sedang tidak baik-baik saja, terutama dari sisi kemampuan anggaran,” ungkapnya.
Meski demikian, H. Dadang menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mencari solusi. Menurutnya, diperlukan kekompakan dan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa agar berbagai persoalan masyarakat dapat diminimalisir.
“Kita terus ikhtiar bersama, mencari solusi bersama-sama. Dengan kekompakan dan kebersamaan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten sampai desa, mudah-mudahan kendala-kendala yang ada bisa diminimalisir,” pungkasnya.***Sopandi
















