• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

18 Anak Rumah Les Cantik Mama Kaka Sana Ciamis Ikuti Lomba Jarimatika Tingkat Nasional

bydejurnalcom
Minggu, 23 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
18 Anak Rumah Les Cantik Mama Kaka Sana Ciamis Ikuti Lomba Jarimatika Tingkat Nasional
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Kemampuan berhitung anak tidak selalu harus dibangun melalui perangkat digital. Di tengah kebiasaan anak menggunakan gawai, metode jarimatika menjadi salah satu cara yang masih dipilih orang tua untuk melatih kemampuan berhitung sekaligus membangun kemandirian berpikir sejak usia dini.

Semangat itu terlihat dalam keikutsertaan 18 peserta dari Rumah Les Privat Mama Kaka Sana Ciamis, yang dikenal sebagai Rumah Les Cantik, pada Lomba Matematika Agustus Match Medan 2026 tingkat nasional kategori jarimatika, Minggu (23/8/2026).

Para peserta yang dikirim Rumah Les Cantik berasal dari kelompok usia mulai 3 tahun hingga siswa sekolah dasar (SD). Mereka mengikuti perlombaan setelah mendapatkan pembinaan dan latihan jarimatika di Rumah Les Cantik.

BacaJuga :

No Content Available

Pemilik sekaligus pengajar Rumah Les Cantik, Astini Ramadiani, S.H., mengatakan keikutsertaan anak-anak dalam lomba bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Kompetisi juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan anak setelah mendapatkan pembelajaran jarimatika.

Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pembinaan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan dan minat masing-masing anak.

Jarimatika Jadi Alternatif di Tengah Era Digital

Salah satu orang tua peserta, Salam, warga Cisaga, Kabupaten Ciamis, mengaku tertarik mengikutsertakan putrinya, Sarah yang duduk di kelas 2 SD, setelah melihat adanya potensi dalam kemampuan berhitung.

Sarah baru sekitar dua minggu mengikuti latihan. Namun, menurut Salam, putrinya relatif cepat menangkap materi yang diberikan pembimbing.

“Awalnya tertarik saja karena saya memang mencari tempat untuk menambah kemampuan matematika anak. Setelah mengikuti latihan, ternyata anak bisa mengikuti dan diarahkan untuk menganalisis cara menghitung,” ujar Salam.

Ia mengakui penggunaan gawai menjadi salah satu tantangan orang tua dalam membiasakan anak belajar. Karena itu, kegiatan les diharapkan dapat menjadi alternatif agar waktu anak tidak sepenuhnya tersita oleh telepon seluler.

“Kalau kegiatan di rumah kebanyakan anak pegang HP. Tantangannya bagaimana mengurangi penggunaan HP dan mengarahkannya untuk belajar,” katanya.

Bagi Salam, metode jarimatika masih relevan meskipun anak-anak saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi digital.

Ia menilai kemampuan berhitung secara manual penting agar anak terbiasa menggunakan kemampuan berpikirnya sendiri dan tidak selalu bergantung pada kalkulator maupun perangkat elektronik.

“Menurut kami sangat penting karena anak tidak tergantung pada digital. Dia terbiasa berpikir dan menghasilkan dari pikirannya sendiri,” ujarnya.

Orang Tua Dorong Anak Berani Mengikuti Kompetisi

Semangat yang sama juga datang dari orang tua peserta lainnya, termasuk orang tua Nizam dan Arsyifa. Mereka mengaku pada awalnya dorongan untuk mengikuti les datang dari orang tua.

Namun, setelah menjalani proses pembelajaran, anak justru menunjukkan ketertarikan terhadap matematika.

Orang tua Arsyifa mengatakan kemampuan anak dalam berhitung mulai berkembang setelah mengikuti pembelajaran di Rumah Les Cantik.

“Awalnya kemauan orang tua. Tapi ternyata anaknya suka, terutama matematika,” ungkapnya.

Menurut dia, metode pembelajaran yang diberikan membuat matematika terasa lebih mudah bagi anak. Hal itu terlihat dari antusiasme anak ketika mendapatkan soal latihan.

Bahkan, ketika diberikan sejumlah soal, anak justru meminta tambahan soal untuk dikerjakan.

Dukungan orang tua dan suasana belajar yang nyaman juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga semangat anak.

Tak Memaksa Anak untuk Ikut Lomba

Sementara itu, orang tua Almeera menuturkan bahwa putrinya tidak hanya memiliki ketertarikan pada jarimatika, tetapi juga mulai belajar kemampuan lain, termasuk bahasa Inggris.

Meski baru mengikuti beberapa kali pertemuan, Almeera dinilai memiliki kemauan belajar yang cukup baik. Karena itu, ketika mendapat kesempatan mengikuti lomba, orang tua memberikan pilihan kepada anak tanpa memaksanya.

“Kalau lomba, saya tidak memaksakan anak. Kalau anaknya mau, boleh. Kasihan juga, di sekolah sudah banyak pelajaran dan tekanan. Menurut saya, anak perlu berani dulu,” tuturnya.

Bagi orang tua, keberanian tampil dan mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Hasil perlombaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Peserta Datang dari Banjar untuk Belajar Jarimatika

Ketertarikan terhadap metode jarimatika di Rumah Les Cantik juga datang dari luar wilayah Ciamis.

Susi, orang tua Cheyla, bahkan rela datang dari Banjar untuk mengikutsertakan anaknya belajar di Rumah Les Cantik.

Ia tertarik dengan metode jarimatika yang dinilai dapat membantu anak memahami konsep berhitung dengan cara yang lebih praktis.

Keikutsertaan Cheyla menunjukkan bahwa minat terhadap pembelajaran jarimatika tidak hanya datang dari keluarga di sekitar lokasi tempat les, tetapi juga dari daerah lain.

Lomba Jadi Pengalaman bagi Anak

Keikutsertaan 18 peserta Rumah Les Cantik dalam Lomba Matematika Agustus Match Medan 2026 menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya diuji dari sisi kemampuan berhitung, tetapi juga belajar mempersiapkan diri, berkonsentrasi dan berani tampil dalam kompetisi tingkat nasional.

Bagi para orang tua, hasil lomba tentu tetap diharapkan. Namun yang tidak kalah penting adalah pengalaman yang diperoleh anak selama mengikuti proses latihan hingga hari perlombaan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya Rumah Les Cantik untuk mengenalkan matematika kepada anak sejak usia dini melalui metode yang sederhana, menyenangkan dan tidak selalu bergantung pada perangkat digital.

Dengan mengirimkan 18 peserta dari usia 3 tahun hingga tingkat SD, Rumah Les Cantik Ciamis berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi pijakan bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan berhitung dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Agustus Match Medan 2026Anak CiamisJarimatika AnakJarimatika CiamisLes Matematika CiamisLes Privat CiamisLomba Anak NasionalLomba Jarimatika 2026Lomba Jarimatika NasionalLomba Matematika CiamisLomba Matematika NasionalMatematika AnakPendidikan Anak CiamisPendidikan CiamisPrestasi Anak CiamisRumah Les Cantik CiamisRumah Les Mama Kaka SanaRumah Les Privat Ciamis
Previous Post

HUT RI ke-81 dan HUT Demokrat ke-25 di Garut Jadi Momentum Pererat Kebersamaan dan Dorong UMKM Naik Kelas

Related Posts

No Content Available

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Kades Kopo : Perlu Waktu Guru Ngaji Harus Ngajar di Sekolah

Senin, 11 Oktober 2021

BPBD Garut Temukan Bocah Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk

Rabu, 5 Februari 2025

DPRD Garut Inisiasi Raperda Bantuan Hukum Masyarakat Miskin : Semangat Untuk Wujudkan Keadilan Sosial

Rabu, 23 Juli 2025
Tangkapan layar : Audiensi Aliansi D'Ragam bersama BJB Garut, Kamis (6/1/2022)

Hasil Audiensi D’Ragam Bersama BJB Buka Tabir Pinjaman Bupati Garut Senilai Rp 16 Miliar

Jumat, 7 Januari 2022
Kabid Pemdes Garut, Idad Badrudin

Kades Sukamaju Mundur Dari Jabatan Kepala Desa, Ini Tanggapan DPMD Garut

Rabu, 9 April 2025
Sekjen FPPG, Pian Sopyana saat bersama ayah dan suami Pekerja Saudi asal Pameungpeuk. (Foto : Rachman Esha/dejurnal.com).

Ada Indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang, Forum Pemuda Peduli Garut Advokasi Pekerja Saudi Asal Pameungpeuk

Kamis, 1 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste