CIAMIS, deJurnal,– Perkembangan kawasan industri di Desa Ciharalang, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asep Rahmat, saat melaksanakan reses ke-II Tahun Sidang 2026, Kamis (27/8/2026).
Di hadapan pemerintah desa dan masyarakat, Asep menegaskan bahwa geliat investasi dan aktivitas industri harus memberikan dampak nyata bagi warga. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya ditandai dengan berdirinya perusahaan atau meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga harus terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Reses tersebut menjadi kesempatan bagi Asep untuk berdialog langsung dengan warga sekaligus melihat berbagai potensi yang dimiliki Desa Ciharalang.
Asep mengapresiasi Pemerintah Desa Ciharalang yang telah memfasilitasi pelaksanaan reses. Ia menilai pertemuan secara langsung dengan masyarakat penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga dari dekat.
Industri Harus Buka Peluang bagi Warga
Asep mengatakan Desa Ciharalang memiliki posisi strategis karena telah diperuntukkan sebagai kawasan industri. Sejumlah perusahaan yang berada di wilayah tersebut juga telah menyerap sekitar 1.600 tenaga kerja.
Menurutnya, keberadaan industri merupakan peluang besar untuk menggerakkan perekonomian lokal, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya aktivitas usaha masyarakat.
“Kalau ada investor dan pemodal masuk ke suatu wilayah, tentunya akan menggerakkan sektor ekonomi, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Asep.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan industri di wilayahnya sendiri.
Asep berharap pemerintah desa dapat terus membangun komunikasi dengan perusahaan dan berbagai pemangku kepentingan agar keberadaan industri turut membuka ruang bagi masyarakat, baik dalam kesempatan kerja maupun pengembangan usaha.
Baginya, pertumbuhan kawasan industri harus berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar masyarakat.
“Perkembangan industri jangan hanya berbicara soal investasi. Pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, seni budaya dan olahraga juga harus ikut diperhatikan,” katanya.
Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat
Asep menilai pembangunan di kawasan industri membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
Ia mendorong Pemerintah Desa Ciharalang untuk terus mengawal agar potensi ekonomi yang muncul dari aktivitas industri dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain lapangan pekerjaan, ia juga melihat peluang pengembangan usaha masyarakat yang dapat tumbuh di sekitar kawasan industri, mulai dari sektor perdagangan, jasa hingga usaha mikro dan kecil.
Dengan demikian, keberadaan perusahaan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa.
Asep juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar mampu memanfaatkan peluang kerja maupun usaha yang muncul seiring perkembangan kawasan tersebut.
Perhatian untuk Kader Posyandu
Dalam kegiatan reses itu, Asep tidak hanya membahas persoalan kawasan industri. Ia juga memberikan perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat melalui Posyandu.
Asep menyerahkan bantuan berupa satu unit laptop dan satu unit printer untuk mendukung aktivitas kader Posyandu di Desa Ciharalang.
Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kader dalam mengelola administrasi, melakukan penginputan data kegiatan serta mencetak berbagai dokumen yang diperlukan.
“Bantuan ini mudah-mudahan bisa membantu kader Posyandu, terutama untuk menginput kegiatan dan mencetak dokumen sehingga tidak perlu pergi ke tempat lain,” kata Asep.
Menurutnya, dukungan terhadap Posyandu penting karena kader menjadi salah satu ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Ciharalang Miliki Luas 702 Hektare
Sementara itu, Kepala Desa Ciharalang menyampaikan bahwa wilayah desanya memiliki luas sekitar 702 hektare, dengan 18 RW dan 40 RT.
Ia menjelaskan, Ciharalang telah diperuntukkan sebagai kawasan industri. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut kini telah menyerap sekitar 1.600 tenaga kerja.
Pemerintah desa berharap keberadaan kawasan industri dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan perekonomian Desa Ciharalang.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Ciharalang juga mengenang almarhum Yana Diana Putra yang sebelumnya dikenal aktif menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Menurutnya, hubungan baik yang pernah terbangun tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan.
Asep Rahmat pun menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan masyarakat. Baginya, reses bukan sekadar agenda bertemu konstituen, tetapi menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung persoalan dan potensi yang ada di tengah masyarakat.
Dengan potensi kawasan industri yang dimiliki, Desa Ciharalang diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat aktivitas investasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui lapangan kerja, tumbuhnya usaha lokal, peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan sumber daya manusia. (Nay Sunarti)

















