• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Disbudpora Ciamis Tekankan Pakem Adat dalam Tradisi Nyangku 2026 di Era Modern

bydejurnalcom
Senin, 7 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Disbudpora Ciamis Tekankan Pakem Adat dalam Tradisi Nyangku 2026 di Era Modern
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Tradisi Nyangku 2026 kembali menegaskan kuatnya hubungan masyarakat Panjalu dengan warisan budaya leluhur. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, ritual tahunan ini tetap dilaksanakan dengan mempertahankan tahapan, tata krama, bahan, serta pakem adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, menjaga Nyangku bukan sekadar mempertahankan sebuah agenda budaya. Yang jauh lebih penting adalah memastikan nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya tetap dipahami oleh masyarakat, terutama generasi penerus.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiana, M.Si., mengatakan setiap tahapan dalam perawatan dan pembungkusan kembali benda pusaka memiliki tata cara tersendiri yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

BacaJuga :

HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif

Disbudpora Ciamis Ajak Masyarakat Jadikan Budaya Sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Disbudpora Dorong Kemandirian dan Daya Saing Pemuda di Era Digital Melalui Pelatihan Kewirausahaan

“Ini sebuah proses yang memang tidak boleh loncat-loncat. Sakral, begitu juga kita harus memenuhi standar bagaimana cara membungkus. Artinya tidak serta-merta asal bungkus,” ujar Dian.

Pakem Adat Tetap Dipertahankan

Setelah benda pusaka dibersihkan, proses dilanjutkan dengan pengeringan, pemberian minyak, hingga pembungkusan kembali. Setiap tahapan dilakukan berdasarkan tata cara yang telah menjadi bagian dari tradisi.

Termasuk dalam proses melilit bahan pembungkus, ada ketentuan mengenai kerapian, arah lilitan hingga cara menyambung bahan apabila panjangnya tidak mencukupi.

“Untuk melilit tentunya ada prosedur tata krama. Tidak asal melilit, tetapi kerapian juga harus menjadi bagian daripada proses,” katanya.

Bahan tradisional yang digunakan juga tetap dipertahankan. Salah satunya daun kawung yang telah dikeringkan dan digunakan sebagai bagian dari perlindungan sebelum benda pusaka dibungkus dengan kain.

PMenurut Dian, penggunaan bahan dan tata cara tersebut merupakan bagian dari pakem yang tidak semestinya dihilangkan hanya karena perkembangan zaman.

“Pakem itu harus tetap dipertahankan. Walaupun saat ini banyak hal yang sudah modern, tidak berarti semuanya harus diganti. Kita harus kukuh terhadap adat budaya yang memang diwariskan,” tegasnya.

Filosofi Nyangku: Membersihkan Pusaka, Menata Diri

Di balik prosesi membersihkan benda pusaka, Dian melihat terdapat pesan yang jauh lebih luas bagi kehidupan manusia.

Nyangku dapat menjadi momentum untuk mengingatkan manusia agar tidak hanya membersihkan sesuatu yang tampak secara lahiriah, tetapi juga berusaha membersihkan hati dan nurani.

Dian menjelaskan filosofi tersebut salah satunya tercermin dalam ungkapan masyarakat Panjalu:

“Mangan karana halal, pake karana suci, ucap lampah sabenere.”

Menurutnya, ungkapan tersebut memiliki makna yang erat dengan kehidupan sehari-hari.

“Makanan yang didapat harus bersumber dari bahan-bahan yang halal, termasuk cara mendapatkannya. Selanjutnya pakaian yang dipakai juga harus bersih dari najis,” jelas Dian.

Sementara itu, “ucap lampah sabenere” mengandung pesan agar pikiran, ucapan dan perbuatan berjalan sejalan.

“Antara pikiran, ucapan dan perbuatan harus sama. Jangan sampai ucapannya begini, tapi sebenarnya hati kecilnya tidak seperti itu,” katanya.

Pesan tersebut membuat Nyangku tidak berhenti pada ritual budaya. Di dalamnya terdapat ajaran moral agar manusia menjaga apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan dalam kehidupan.

Nyangku sebagai Wujud Syukur

Dian juga menekankan bahwa pelaksanaan Upacara Adat Nyangku merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masyarakat masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

Dalam momentum tersebut, berbagai unsur masyarakat hadir, mulai dari masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, seniman dan budayawan hingga masyarakat yang datang dari berbagai kota dan daerah.

“Ini merupakan bentuk rasa syukur karena kita semua masih diberi kekuatan iman dan Islam sehingga masih bisa merawat dan melestarikan budaya leluhur para karuhun,” ungkapnya.

Karena itu, Dian memandang Nyangku memiliki posisi penting sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus merawat warisan budaya.

Namun, ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi tersebut harus ditempatkan dalam pemahaman yang tepat.

“Intinya kegiatan ini mupusti, bukan migusti, karena sejatinya hanya kepada Allah SWT kita semua beribadah,” tegasnya.

Pemerintah Fasilitasi, Masyarakat Menjaga

Dalam pelaksanaan Nyangku 2026, Disbudpora bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis turut mengambil peran dalam memfasilitasi kegiatan.

Dian mengatakan pemerintah pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap apa yang menjadi kebutuhan panitia dan masyarakat dalam penyelenggaraan tradisi tersebut.

“Sebagai pemerintah, pokoknya harus bisa memfasilitasi. Artinya seperti apa keinginan panitia, kemudian oleh pemerintah kita fasilitasi,” ujarnya.

Menurut Dian, pelestarian Nyangku tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keberlangsungannya membutuhkan keterlibatan para sesepuh, yayasan, panitia, tokoh masyarakat, budayawan dan seluruh masyarakat Panjalu.

Peran pemerintah lebih diarahkan pada fasilitasi dan dukungan, sementara substansi serta pakem adat tetap menjadi bagian yang dijaga oleh masyarakat pemilik tradisi.

Jangan Sampai Modernisasi Mengikis Identitas

Nyangku menjadi salah satu contoh bahwa modernisasi tidak harus membuat masyarakat meninggalkan akar budayanya.

Justru, di tengah perubahan zaman, pemahaman terhadap pakem dan filosofi menjadi semakin penting. Tradisi tidak cukup hanya dipertontonkan sebagai sebuah prosesi, tetapi nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

Bagi Dian, mempertahankan pakem bukan berarti menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, hal tersebut menjadi cara agar modernisasi tidak menghilangkan identitas budaya yang telah dibangun selama ratusan tahun.

Melalui Nyangku, masyarakat tidak hanya merawat benda pusaka, tetapi juga merawat ingatan kolektif, nilai kehidupan, silaturahmi dan warisan budaya para karuhun.

Dengan demikian, Nyangku 2026 bukan hanya tentang bagaimana pusaka dibersihkan dan kembali dibungkus, tetapi juga tentang bagaimana manusia kembali membersihkan dan menata dirinya sendiri.

Pusaka dirawat secara lahiriah, sementara nilai dan pesan leluhur dijaga agar tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Panjalu. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: adat Panjalubenda pusakabudaya Ciamisbudaya PanjaluDian BudiyanaDisbudpora CiamisNyangku 2026Nyangku CiamisNyangku Panjalupakem adatpelestarian budayaTradisi Nyangkutradisi PanjaluUpacara Adat Nyangkuwisata budaya Ciamis
Previous Post

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Disdik Purwakarta Terapkan Pembelajaran Daring

Next Post

Tembok Pagar Ambruk di Tengah Festival Tunas Bahasa Ibu Karangpawitan, Beruntung Tak Ada Korban

Related Posts

BP2D Ciamis Lihat Peluang Promosi Wisata dari Festival Jaipongan di Karangkamulyan
deNews

BP2D Ciamis Lihat Peluang Promosi Wisata dari Festival Jaipongan di Karangkamulyan

Jumat, 11 September 2026
Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu  2026
deNews

Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu 2026

Senin, 7 September 2026
BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis
deNews

BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis

Jumat, 4 September 2026
HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif
deNews

HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif

Sabtu, 29 Agustus 2026
Disbudpora Ciamis Ajak Masyarakat Jadikan Budaya Sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Budaya

Disbudpora Ciamis Ajak Masyarakat Jadikan Budaya Sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Jumat, 17 Oktober 2025
Disbudpora Dorong Kemandirian dan Daya Saing Pemuda di Era Digital Melalui Pelatihan Kewirausahaan
deNews

Disbudpora Dorong Kemandirian dan Daya Saing Pemuda di Era Digital Melalui Pelatihan Kewirausahaan

Senin, 16 Juni 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Luqi Sa’adilah Farindani, SE (Foto : Istimewa)

Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cikajang Bergulir, Ini Kata Legislator Luqi Sa’adilah Farindani

Sabtu, 26 April 2025

Sekda Ajak Duta Genre Wujudkan Ciamis Zero Stunting 2026, Generasi Muda Bergerak.

Selasa, 30 September 2025

Tatang Gantikan Dasep Jabat Ketua APDESI Purwakarta

Rabu, 9 Februari 2022

Ribuan Buruh Purwakarta Unjuk Rasa Tuntut UU Cipta kerja Dibatalkan

Selasa, 6 Oktober 2020

Ciamis Jadi Pilot Project Nasional Workshop Keluarga Sakinah Maslahat untuk Remaja Usia Nikah

Sabtu, 29 November 2025

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Purwakarta Antisipasi Kepulangan Pekerja Migran

Selasa, 4 Mei 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste