Dejurnal.com, Garut — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan dengan aksi pungut sampah plastik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 sekaligus Tasyakur Binnikmat dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di kawasan Jalan Terusan Pembangunan, Kelurahan Pataruman, Kabupaten Garut, Senin (7/9/2026). Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi. Mereka tidak hanya berjalan sehat dan menikmati suasana kebersamaan, tetapi juga diajak secara langsung menjaga kebersihan lingkungan dengan memungut sampah plastik yang ditemukan sepanjang rute kegiatan.
Uniknya, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan warga kemudian dikumpulkan dan ditimbang. Dari aksi tersebut, tercatat sekitar 240 kilogram sampah plastik berhasil dikumpulkan.
Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan justru diubah menjadi bagian dari gerakan edukasi dan kepedulian masyarakat.
Semarak kegiatan semakin terasa ketika sampah plastik yang dikumpulkan peserta ditukar dengan berbagai hadiah atau doorprize. Salah satu dukungan datang dari anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, yang turut menyediakan hadiah bagi masyarakat peserta kegiatan, termasuk doorprize berupa mesin cuci.
Selain hadiah utama, panitia juga memberikan santunan berupa uang tunai kepada peserta yang terlibat dalam aksi pungut sampah plastik. Bahkan, terdapat dukungan hadiah dengan nilai mencapai sekitar Rp2 juta, sehingga kegiatan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga lingkungan.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika warga membawa hasil pungutan sampah untuk ditimbang. Mereka dengan antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Anak-anak, orang dewasa hingga warga lanjut usia ikut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar jalan sehat untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Apresiasi dari Kelurahan Pataruman
Kepala Kelurahan Pataruman, Sutendi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan dapat berlangsung dengan meriah karena adanya dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, baik dari masyarakat, panitia maupun para sponsor yang ikut memberikan perhatian terhadap kegiatan kemasyarakatan.
Sutendi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Yudha Puja Turnawan yang dinilai memberikan dukungan sehingga kegiatan jalan sehat dan aksi pungut sampah plastik dapat terlaksana dengan baik.
Ia menilai, kehadiran para pihak yang memberikan dukungan bukan hanya membantu dari sisi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga ikut memperkuat pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Sutendi, aksi pungut sampah tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Tasyakur Binnikmat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Momentum tersebut dinilai sangat tepat untuk mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
Sampah Menjadi Simbol Kepedulian
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 240 kilogram sampah plastik yang terkumpul tidak lagi dipandang hanya sebagai tumpukan limbah yang mengotori lingkungan.
Sampah tersebut justru menjadi simbol kepedulian dan semangat gotong royong warga Kelurahan Pataruman.
Pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut cukup sederhana, tetapi memiliki makna yang luas. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk kecintaan terhadap tempat tinggal dan tanah air.
Semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat Indonesia.
Di tengah peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah perjuangan para pahlawan maupun meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui ucapan dan kegiatan seremonial.
Namun, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Memungut sampah, menjaga kebersihan lingkungan, membantu sesama dan membangun kepedulian sosial merupakan contoh sederhana dari tindakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yudha: Hadiah Bukan Tujuan Utama
Dukungan Yudha Puja Turnawan dalam kegiatan tersebut juga tidak semata-mata dimaknai sebagai pemberian hadiah kepada masyarakat.
Bagi Yudha, hadiah atau doorprize hanyalah sarana untuk membangun antusiasme warga agar mau berpartisipasi dalam kegiatan yang memiliki nilai sosial dan lingkungan.
Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan.
Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pungut sampah diharapkan tidak berhenti hanya pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan dan Maulid Nabi. Kesadaran yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Warga diharapkan semakin terbiasa membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menjaga lingkungan sekitar rumah dan fasilitas umum.
Mengisi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memaknai arti kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat.
Lingkungan yang bersih, masyarakat yang saling membantu dan semangat gotong royong merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Demikian pula dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keteladanan Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui peringatan dan ceramah, tetapi juga melalui akhlak dan tindakan nyata yang memberikan manfaat kepada orang lain.
Dari Pataruman, 240 kilogram sampah plastik menjadi sebuah pesan sederhana bahwa perubahan dapat dimulai dari hal kecil.
Memungut satu sampah mungkin terlihat sederhana. Namun ketika dilakukan oleh ratusan orang secara bersama-sama, tindakan tersebut mampu menghasilkan dampak yang besar.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Menjaga kampung halaman adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air. Membersihkan lingkungan adalah bentuk tanggung jawab bersama. Dan berbagi kepada sesama merupakan wujud kepedulian sosial.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan akan terasa semakin bermakna ketika masyarakat tidak hanya merayakannya dengan kemeriahan, tetapi juga mengisinya dengan aksi nyata yang memberikan manfaat.
Sebab, kemerdekaan akan semakin terasa nilainya ketika lingkungan terjaga kebersihannya, masyarakat semakin peduli, semangat gotong royong tetap tumbuh, dan nilai-nilai kebaikan dapat diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.***Willy


















