CIAMIS, deJurnal,- Kabar penutupan sementara ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tidak berdampak pada operasional SPPG di Kabupaten Ciamis.
Sebanyak 181 SPPG yang saat ini beroperasi di Ciamis seluruhnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN wilayah Ciamis, Eggy Armand, menegaskan seluruh SPPG operasional di Kabupaten Ciamis telah memenuhi persyaratan SLHS.
“Untuk di Ciamis, semua SPPG operasional sudah terbit SLHS-nya, 100 persen. Saat ini ada 181 SPPG yang operasional dan semuanya sudah memiliki SLHS,” ujar Eggy Armand Rabu (09/09/2026)
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan informasi mengenai adanya satu SPPG di Ciamis yang sebelumnya masuk dalam daftar dapur yang ditutup sementara BGN karena persoalan SLHS.
Satu SPPG Ciamis Masuk Daftar karena Kesalahan Pencatatan
Eggy menjelaskan, satu SPPG di Ciamis memang sempat tercantum dalam daftar tersebut. Namun, pencantuman itu terjadi akibat kesalahan pencatatan nama, bukan karena SPPG tersebut belum memiliki SLHS.
“Untuk kemarin hanya ada satu yang masuk dalam list. Itu karena kesalahan pencatatan nama. Sudah dicabut kembali oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN,” jelasnya.
Dengan pencabutan tersebut, tidak ada SPPG operasional di Ciamis yang masuk dalam daftar penutupan sementara akibat belum mendaftarkan SLHS.
Kondisi itu sekaligus menunjukkan kesiapan SPPG di Kabupaten Ciamis dalam memenuhi aspek higiene dan sanitasi sebagai bagian dari penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN Tutup Sementara 1.999 SPPG Secara Nasional
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya menutup sementara 1.999 dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
Penutupan dilakukan terhadap dapur yang berdasarkan hasil pembaruan data belum mendaftarkan SLHS di dinas kesehatan setempat.
Kebijakan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.
Dari data yang diperbarui per 7 September 2026, sebanyak 1.999 dapur tercatat belum melakukan pendaftaran SLHS.
BGN kemudian mengambil langkah penutupan sementara untuk dilakukan investigasi dan evaluasi lebih lanjut.
Sudaryono menegaskan SLHS menjadi salah satu persyaratan penting dalam penyelenggaraan dapur MBG.
Persyaratan tersebut berkaitan langsung dengan standar higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta keselamatan penerima manfaat.
Adapun 1.999 dapur yang ditutup sementara itu tersebar di tiga wilayah, yakni 351 dapur di Wilayah 1, 1.417 dapur di Wilayah 2, dan 231 dapur di Wilayah 3.
SPPG Ciamis Tetap Operasional
Berbeda dengan daerah yang masih memiliki dapur dalam proses pemenuhan persyaratan, seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Ciamis telah memiliki SLHS.
Eggy memastikan pelayanan SPPG di Ciamis tetap berjalan. Pemenuhan dokumen dan standar sanitasi menjadi bagian yang terus diperhatikan agar penyelenggaraan MBG berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, capaian 100 persen SLHS bagi SPPG operasional di Ciamis menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan sekaligus memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan kebersihan.
“Sekarang 181 SPPG operasional dan semua sudah memiliki SLHS,” tegas Eggy.
Dengan demikian, Kabupaten Ciamis tidak termasuk daerah yang terdampak penutupan sementara 1.999 SPPG karena persoalan pendaftaran SLHS.
181 SPPG yang saat ini beroperasi tetap menjalankan pelayanan MBG dengan persyaratan SLHS yang telah terpenuhi. (Nay Sunarti)










