Dejurnal.com, CIAMIS. Semangat olahraga dalam Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Ciamis turut melibatkan atlet penyandang disabilitas.
Kehadiran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Ciamis memberi warna tersendiri dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Ciamis, Minggu (20/9/2026). Tidak hanya ikut meramaikan, NPCI juga memperkenalkan salah satu cabang olahraga yang cukup unik, yakni sitting volleyball atau bola voli duduk.
Ketua NPCI Kabupaten Ciamis, Oman Heryadi, mengatakan keterlibatan atlet disabilitas dalam GEMAR menjadi bentuk bahwa gerakan olahraga masyarakat terbuka bagi semua kalangan.
“Luar biasa, karena memang olahraga khususnya bagi teman-teman disabilitas juga menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Ciamis. Setiap tahun kami juga selalu dilibatkan dalam kegiatan seperti ini, apalagi sekarang temanya GEMAR,” ujar Oman.
Menurutnya, NPCI Ciamis sengaja menampilkan sitting volleyball karena olahraga tersebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan cabang olahraga yang selama ini lebih dikenal masyarakat.
Dalam permainan tersebut, atlet melakukan aktivitas permainan bola voli dalam posisi duduk. Olahraga ini diperuntukkan bagi atlet dengan klasifikasi disabilitas tertentu, terutama yang memiliki keterbatasan pada fungsi kaki.
“Sitting volleyball ini unik. Kalau tenis meja, renang atau beberapa cabang lainnya sudah cukup umum. Kalau bola voli duduk mungkin belum banyak dikenal masyarakat,” katanya.
Kehadiran sitting volleyball dalam GEMAR sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga disabilitas kepada masyarakat yang selama ini mungkin belum mengetahui bahwa cabang tersebut juga berkembang dalam pembinaan olahraga prestasi.
Dorong Atlet Disabilitas Lebih Percaya Diri
Lebih dari sekadar memperkenalkan cabang olahraga, NPCI Ciamis juga membawa misi untuk memperluas akses dan keberanian penyandang disabilitas dalam mengikuti aktivitas olahraga.
Oman mengatakan masih ada keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas tetapi belum mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk berolahraga dan bahkan berprestasi.
Karena itu, NPCI terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dan menjalin komunikasi dengan sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Kabupaten Ciamis.
“Kami terus menyampaikan kepada masyarakat. Kalau ada keluarga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus, jangan minder. Tugas kami memberikan motivasi agar mereka tahu bahwa ada ruang untuk berkembang melalui olahraga,” ujarnya.
NPCI Ciamis juga bersinergi dengan SLB sebagai salah satu sumber untuk menemukan calon atlet. Dari lingkungan pendidikan tersebut, potensi anak-anak disabilitas dapat dikenali sejak dini dan kemudian diarahkan sesuai minat serta kemampuan masing-masing.
Oman menyebut terdapat sekitar 24 SLB di Kabupaten Ciamis yang menjadi bagian dari jejaring pembinaan dan sosialisasi NPCI.
Tidak Mengenal Batas Usia Selama Mampu Bertanding
Dalam pembinaan olahraga disabilitas, usia bukan satu-satunya ukuran. Oman menjelaskan, terdapat batas minimal bagi atlet pelajar, tetapi tidak ada batas maksimal selama atlet masih mampu dan memiliki keinginan untuk bertanding.
“Kalau untuk pelajar minimal 12 tahun. Untuk batas maksimal tidak ada, selama atlet masih mampu dan mau berjuang,” katanya.
Hal itu dimungkinkan karena pertandingan olahraga disabilitas menggunakan sistem klasifikasi. Atlet ditempatkan berdasarkan klasifikasi disabilitas dan kategori pertandingan sehingga persaingan berlangsung pada kelompok yang sesuai.
Menurut Oman, sistem tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk tetap aktif dalam olahraga, termasuk mereka yang sudah berusia dewasa.
Olahraga untuk Semua
Kehadiran NPCI dalam GEMAR Haornas Ciamis memperlihatkan bahwa semangat masyarakat aktif dan bugar tidak mengenal perbedaan kondisi fisik.
Bagi NPCI, olahraga bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Aktivitas olahraga juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, memperluas pergaulan dan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan.
Oman berharap semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan olahraga disabilitas di Kabupaten Ciamis. Dengan begitu, keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas tidak lagi ragu membawa mereka untuk mengenal dan mencoba olahraga.
“Harapan kami masyarakat tahu bahwa teman-teman disabilitas juga punya ruang dalam olahraga. Bisa bergabung, berlatih dan berprestasi sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Melalui GEMAR, semangat Haornas di Ciamis pun terasa semakin inklusif. Anak-anak, orang dewasa, komunitas olahraga hingga atlet disabilitas dapat berada dalam satu ruang untuk bergerak bersama.
Sitting volleyball yang diperkenalkan NPCI menjadi salah satu gambaran bahwa olahraga memiliki banyak bentuk dan setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya. (Nay Sunarti).



















