• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, September 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

FTBI Jadi Wadah Mendorong Anak Melestarikan Bahasa dan Budaya Sunda

bydejurnalcom
Senin, 21 September 2026
Reading Time: 2 mins read
FTBI Jadi Wadah Mendorong Anak Melestarikan Bahasa dan Budaya Sunda

Kadisdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah (Foto Sopandi).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Bahasa dan budaya Sunda bukan sekadar warisan leluhur yang harus dipelihara, tetapi juga merupakan modal sosial dan modal karakter bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP Kabupaten Bandung di SMPN 1 Margahayu, Senin (21/9/2026).

Menurut Asep, FTBI menjadi salah satu wadah untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak-anak agar lebih mengenal, mencintai, sekaligus memiliki kebanggaan terhadap bahasa dan budaya Sunda.

BacaJuga :

Persib Taklukkan Persijap 2-1 di Jepara dari Posisi ke 10 Naik ke 6 Klasemen Sementara

Disdukcapil Ciamis Bawa Pelayanan KTP dan IKD di GEMAR HAORNAS

NPCI Ciamis Kenalkan Sitting Volleyball di Ajang GEMAR

Dalam festival tersebut, kemampuan siswa tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan bahasa, tetapi juga kreativitas dan keterampilan dalam menggunakan bahasa Sunda.

Ada tujuh mata lomba yang dipertandingkan dalam FTBI, yakni biantara, mengarang carpon, nembang pupuh, borangan atau ngabodor sorangan, mendongeng, membaca sajak, serta membaca dan menulis aksara Sunda.

Ketujuh perlombaan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan dalam bidang bahasa, sastra, dan seni tradisi Sunda.

Asep mengatakan, dari berbagai karya yang dihasilkan anak-anak, termasuk cerita pendek atau carpon dan karya sastra Sunda lainnya, terdapat nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan bahan pembelajaran.

“Kekayaan budaya nasional itu ditopang dan dibangun oleh kekayaan budaya daerah. Ketika anak-anak mengenal dan menjaga jati dirinya, tentu ini menjadi modal sosial dan modal karakter yang akan mewarnai perjalanan anak-anak kita,” kata Asep.

Menurut Asep, dalam bahasa ibu dan budaya ibu terdapat nilai-nilai kehidupan yang luhur, termasuk nilai budi pekerti.

Karena itu, pembelajaran bahasa dan budaya Sunda di sekolah diharapkan tidak hanya membuat anak-anak mampu berbicara atau menulis dalam bahasa Sunda, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Semoga ini menjadi pengalaman belajar yang besar nilainya bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Asep juga memberikan apresiasi terhadap upaya para guru yang selama ini terus membimbing dan melatih siswa. Menurutnya, prestasi yang diraih siswa Kabupaten Bandung dalam berbagai perlombaan bahasa dan budaya Sunda tentu tidak terlepas dari peran sekolah.

Terutama, kata Asep, peran kepala sekolah, guru bahasa Sunda, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda yang terus mendampingi dan membimbing anak-anak.

“Kami mengapresiasi bagaimana satuan pendidikan, para kepala sekolah, para guru, terutama guru bahasa Sunda, MGMP Bahasa Sunda, yang terus mendampingi anak-anak kita untuk menggali potensi mereka,” tuturnya.

Tiga Muatan Lokal

Asep menjelaskan, perhatian terhadap budaya Sunda juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat karakter siswa melalui muatan lokal.

Di Kabupaten Bandung, terdapat tiga muatan lokal yang ditekankan, yakni Pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, belajar mengaji dan menghafal Alquran, serta belajar bahasa dan budaya Sunda.

“Ini salah satu kekuatan kita dalam mengembangkan karakter melalui pendekatan budaya Sunda,” kata Asep.

Karena itu, FTBI bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, festival ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan bahasa Sunda di lingkungan generasi muda.

Siswa diajak membaca sajak, mendongeng, mengarang carpon, nembang pupuh, berpidato, membaca dan menulis aksara Sunda, hingga ngabodor sorangan. Dalam setiap perlombaan, bahasa dan budaya Sunda terus digunakan, dilatih, sekaligus diwariskan.

Asep juga berharap media dapat ikut menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya menjaga bahasa dan budaya Sunda.

Sebab, menurutnya, bahasa dan budaya Sunda bagi masyarakat Kabupaten Bandung bukan sekadar identitas, tetapi juga modal sosial yang dapat memperkuat jati diri dan karakter anak-anak dalam menjalani kehidupannya.

Jika bahasa ibu tetap hidup dalam lisan anak-anak, budaya akan terus diwariskan. Dari sanalah nilai-nilai leluhur tidak berhenti hanya menjadi cerita, tetapi tetap hidup dalam kehidupan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dari Cikoneng, Rina Sa’adah Pastikan Banpangan Layak Dikonsumsi

Next Post

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 

Related Posts

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 
deNews

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 

Senin, 21 September 2026
Dari Cikoneng, Rina Sa’adah Pastikan Banpangan Layak Dikonsumsi
deNews

Dari Cikoneng, Rina Sa’adah Pastikan Banpangan Layak Dikonsumsi

Senin, 21 September 2026
Berawal Rp50 Juta, Rizky Jaya Tumbuh Jadi Perusahaan Besi Besar di Ciamis
deNews

Berawal Rp50 Juta, Rizky Jaya Tumbuh Jadi Perusahaan Besi Besar di Ciamis

Senin, 21 September 2026
Persib Taklukkan Persijap 2-1 di Jepara dari Posisi ke 10 Naik ke 6 Klasemen Sementara
deNews

Persib Taklukkan Persijap 2-1 di Jepara dari Posisi ke 10 Naik ke 6 Klasemen Sementara

Minggu, 20 September 2026
Disdukcapil Ciamis Bawa Pelayanan KTP dan IKD di GEMAR HAORNAS
deNews

Disdukcapil Ciamis Bawa Pelayanan KTP dan IKD di GEMAR HAORNAS

Minggu, 20 September 2026
NPCI Ciamis Kenalkan Sitting Volleyball di Ajang GEMAR
deNews

NPCI Ciamis Kenalkan Sitting Volleyball di Ajang GEMAR

Minggu, 20 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Mulai hari ini mudik lebaran resmi dilarang. Polisi pun melakukan penyekatan larangan mudik di pintu tol Cikarang, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). (Foto : Dery/dejurnal.com)

Mudik Resmi Dilarang, Ini Beberapa Check Point di Jalan Raya Bandung-Garut

Kamis, 6 Mei 2021

Kades Cimaragas : Jika Gembok Tak Dibuka, Saya Sudah Siap Pasang Tenda Buat Ngantor

Jumat, 6 September 2019

Daboribo Puji dan Kritis Kinerja Kejari Garut Pada HUT 60 Tahun Adhyaksa

Kamis, 23 Juli 2020

Bantuan Pangan Dari PemKab Bandung Telah Didistribusikan Ke Tujuh Desa Di Kecamatan Solokan jeruk

Selasa, 23 Juni 2020

Selama Sepekan Polres Purwakarta Gulung 10 Pelaku Narkoba

Rabu, 14 Mei 2025

Pengambilan Nomor Urut Paslon Bupati Cianjur Dilaksanakan Secara Virtual

Kamis, 24 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste