Dejurnal.com, CIAMIS – Perubahan cuaca pada musim pancaroba mulai terasa di layanan kesehatan Kabupaten Ciamis. RSUD Ciamis mencatat peningkatan kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), dari rata-rata 50–60 pasien per hari menjadi sekitar 80–90 pasien.
Lonjakan tersebut turut berdampak pada keterisian ruang perawatan. Sejumlah ruangan di RSUD Ciamis mengalami peningkatan penggunaan tempat tidur, bahkan beberapa di antaranya sempat mencapai kapasitas penuh.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, melalui Kabid Pelayanan RSUD Ciamis, Dr. Hj. Eri Arifah, MMRS, mengatakan peningkatan kunjungan IGD selama musim pancaroba mencapai sekitar 30 persen.
“Telah terjadi peningkatan kunjungan pasien ke IGD sekitar 30 persen,” kata Eri, Senin (21/9/2026).
Keluhan yang paling banyak ditangani berkaitan dengan gangguan kesehatan yang umum muncul ketika terjadi perubahan cuaca. Di antaranya demam, batuk, pilek, diare dan nyeri badan.
Berdasarkan data pelayanan rumah sakit, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia hingga diare menjadi sejumlah penyakit yang mengalami peningkatan.
BOR RSUD Ciamis Naik, Sejumlah Ruangan Penuh
Kenaikan jumlah pasien tidak hanya terlihat dari aktivitas di IGD. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Ciamis juga menunjukkan peningkatan.
Pada Agustus 2026, BOR RSUD Ciamis berada di angka 59,9 persen. Sementara pada periode 1–18 September 2026, angkanya sudah mencapai 72,4 persen.
Artinya, terjadi kenaikan sebesar 12,5 poin persentase dibandingkan BOR pada Agustus.
Beberapa ruang perawatan yang mengalami tingkat keterisian tinggi berada pada layanan anak dan penyakit dalam. Ruang Melati untuk perawatan anak serta ruang Dahlia 1, Dahlia 2 dan HS2C menjadi beberapa ruangan yang mengalami peningkatan penggunaan tempat tidur.
“Ruangan memang mengalami peningkatan pemakaian, bahkan sampai penuh,” jelas Eri.
Menghadapi kondisi tersebut, RSUD Ciamis melakukan pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatan dan kebutuhan pelayanan.
Pasien yang membutuhkan rawat inap akan mendapatkan perawatan sesuai kondisi medisnya, sementara pasien dengan keluhan ringan dapat diarahkan untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan.
Keluhan Ringan Diimbau Periksa ke Faskes Tingkat Pertama
Meningkatnya kunjungan ke IGD membuat masyarakat perlu memahami penggunaan layanan kesehatan sesuai tingkat kebutuhan.
Eri mengimbau masyarakat yang baru mengalami keluhan ringan seperti demam, batuk, pilek atau diare untuk terlebih dahulu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1).
“Jika hanya baru demam, batuk, pilek atau diare ringan sebaiknya berobat dahulu ke Faskes 1. Jika memang penyakitnya memberat dan tidak bisa ditangani di Faskes 1, baru dirujuk ke RS,” ujarnya.
Menurut Eri, pola pelayanan tersebut penting untuk menjaga agar layanan rumah sakit tetap dapat diprioritaskan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sebaliknya, apabila kondisi pasien memburuk atau membutuhkan fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap, pasien dapat dirujuk melalui mekanisme yang berlaku dari Faskes 1 ke rumah sakit.
Bed Penuh, RSUD Siapkan Mekanisme Alih Rawat
RSUD Ciamis juga telah menyiapkan langkah apabila kapasitas tempat tidur sudah penuh, sementara pasien tetap membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Dalam kondisi tersebut, pasien dapat diberikan pilihan alih rawat atau dirujuk ke rumah sakit lain sesuai kebutuhan dan ketersediaan pelayanan.
“Jika ruangan dan bed IGD penuh dan pasien terpaksa harus dirawat di RS, diberikan opsi untuk alih rawat ke RS lain,” kata Eri.
Meski terjadi peningkatan kunjungan dan keterisian ruang perawatan, Eri memastikan pelayanan di RSUD Ciamis masih berjalan dan kondisi tersebut masih dapat ditangani.
“Sampai saat ini memang ada lonjakan pasien, tetapi masih dapat ditangani dan dapat dilayani,” ujarnya.
Anak Jadi Kelompok yang Perlu Mendapat Perhatian
Pancaroba juga menjadi periode yang perlu diwaspadai, terutama oleh orang tua yang memiliki anak. Perubahan kondisi cuaca dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Eri mengatakan sejumlah kasus ISPA pada anak yang ditangani di rumah sakit bahkan berkembang menjadi pneumonia.
“Pada anak-anak, karena beberapa kasus dari ISPA menjadi pneumonia,” ucapnya.
Untuk menjaga kesiapan menghadapi peningkatan kasus, RSUD Ciamis memastikan ketersediaan obat yang diperlukan untuk menangani berbagai penyakit yang banyak muncul selama musim pancaroba.
Peningkatan jumlah pasien juga berimbas terhadap beban pelayanan tenaga medis dan paramedis di rumah sakit. Dukungan tenaga dokter internship turut membantu pelayanan, khususnya di IGD.
“Jelas beban kerja tenaga medis bertambah. Alhamdulillah ada tenaga dokter internship yang membantu kekurangan tenaga dokter di IGD,” tuturnya.
Jaga Kondisi Tubuh, Jangan Menunggu Gejala Memburuk
Di tengah peningkatan kunjungan pasien, masyarakat diimbau tidak panik. Yang lebih penting adalah menjaga kondisi tubuh sekaligus mengenali kapan keluhan kesehatan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pola makan dan minum yang sehat serta bergizi seimbang perlu diperhatikan. Waktu istirahat juga harus cukup agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Masyarakat juga diharapkan tidak menunda pemeriksaan apabila gejala semakin berat, terutama ketika keluhan tidak membaik atau muncul tanda-tanda yang membutuhkan penanganan medis.
Dengan memahami tingkat kebutuhan layanan kesehatan, masyarakat dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi sekaligus membantu menjaga kapasitas pelayanan rumah sakit tetap tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
RSUD Ciamis sendiri terus menjaga kesiapan pelayanan di tengah perubahan cuaca dan meningkatnya kunjungan pasien, sehingga penanganan medis tetap dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Nay Sunarti)



















