Dejurnal.com,Purwakarta – Perhatian terhadap warga yang sedang menjalani proses hukum tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan, tetapi juga melalui pengawasan langsung dan pendekatan yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan.
Hal tersebut ditunjukkan Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, saat melakukan pengecekan rutin ke Rutan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Purwakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolres datang langsung ke ruang tahanan didampingi Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Kasat Tahti, Kasi Propam, serta personel terkait.
Kehadiran Kapolres secara langsung di dalam rutan menjadi bentuk pengawasan pimpinan untuk memastikan seluruh proses penjagaan dan pelayanan terhadap tahanan berjalan sesuai prosedur.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres melakukan pengecekan terhadap jumlah tahanan yang tercatat sebanyak 49 orang, sekaligus melihat secara langsung kondisi ruang tahanan dan pelaksanaan tugas personel jaga.
Kapolres juga memberikan arahan kepada petugas agar tidak hanya fokus terhadap aspek keamanan, tetapi secara rutin memastikan kondisi tahanan, kebersihan ruangan, serta situasi di dalam rutan tetap terpantau. Petugas diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan langkah apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Perhatian juga diberikan terhadap aspek kesehatan. Kapolres mengingatkan agar setiap tahanan yang mengalami sakit atau memiliki keluhan kesehatan segera menyampaikannya kepada petugas sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Setelah melakukan pengecekan dan memberikan arahan kepada petugas, Kapolres kemudian melanjutkan kegiatan dengan syukuran dan makan bersama tahanan yang berulang tahun pada bulan September.
Momen tersebut dilakukan dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Kapolres berinteraksi dengan para tahanan dan menyampaikan pesan agar mereka tetap menjalani proses hukum dengan tertib serta menggunakan masa selama berada dalam tahanan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Makan bersama tersebut bukan dimaknai sebagai perlakuan khusus terhadap tahanan, melainkan sebagai bagian dari pendekatan humanis pimpinan kepolisian untuk membangun komunikasi dan menjaga suasana rutan tetap kondusif. Status hukum setiap tahanan tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, mengatakan pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan keamanan berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi dan hak-hak dasar tahanan.
“Pengawasan rutan harus dilakukan secara menyeluruh. Keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas, namun di saat yang sama kondisi kesehatan, kebersihan, serta perlakuan yang manusiawi kepada tahanan juga harus diperhatikan. Mereka tetap memiliki hak yang harus dihormati selama menjalani proses hukum,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi antara petugas dan tahanan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang kondusif. Dengan komunikasi yang baik, berbagai keluhan maupun persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditangani secara tepat.
Kegiatan makan bersama tahanan yang berulang tahun pada bulan September juga menjadi bentuk perhatian sederhana dari pimpinan kepada warga yang sedang berada dalam proses hukum.
“Hal-hal sederhana seperti memberikan ucapan selamat dan makan bersama dapat menjadi ruang komunikasi yang positif. Kami ingin memastikan bahwa pengawasan dilakukan dengan tegas dalam aspek keamanan, tetapi tetap mengedepankan sikap humanis dan menghormati martabat manusia,” ungkapnya.
Kasat Tahti Polres Purwakarta IPDA Suparman menambahkan bahwa arahan pimpinan menjadi pedoman bagi petugas dalam melaksanakan penjagaan dan pelayanan kepada tahanan.
“Pengecekan langsung memberikan motivasi kepada anggota untuk semakin disiplin dalam melaksanakan pengawasan. Setiap tahanan harus terpantau keberadaannya, kondisi kesehatannya diperhatikan, dan lingkungan rutan harus selalu dalam keadaan aman serta bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Polres Purwakarta dalam menerapkan penanganan tahanan yang profesional, humanis, dan tetap berorientasi pada keamanan.
“Pengecekan rutin bukan hanya memastikan jumlah tahanan sesuai administrasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pimpinan untuk melihat langsung kondisi di dalam rutan. Pendekatan humanis seperti makan bersama juga menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan suasana yang kondusif,” jelasnya.
Melalui pengecekan secara langsung dan pendekatan yang humanis tersebut, Kapolres Purwakarta memastikan bahwa pengawasan rutan berjalan secara ketat, pelayanan tetap manusiawi, dan kondisi tahanan terus diperhatikan selama proses hukum berlangsung.***budi



















