Dejurnal.com, Bandung – Sebanyak 5.000 hingga 6.000 siswa sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Bandung diperkirakan akan mengikuti Jambore Literasi Kabupaten Bandung yang akan digelar pada 20–22 Oktober 2026 di Awana Resort, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Leksambedas (Lembaga Literasi Kabupaten Bandung) tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sejak dini.
Ketua Leksam Bedas, Hilda Wati, S.Pd., M.AP., yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Soreang 1, mengatakan bahwa peserta jambore merupakan siswa yang telah mengikuti dan menyelesaikan tantangan literasi selama delapan bulan.
“Setiap bulan, peserta ditantang untuk menyelesaikan berbagai tugas yang kemudian disetorkan kepada tim Leksa Bedas. Tantangannya meliputi membaca, menulis, berhitung, membuat puisi, bercerita, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya,” ujar Hildawati, di Soreang, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, program tantangan literasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, yang menekankan pentingnya penguatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Selain kemampuan dasar tersebut, kegiatan literasi tahun ini juga dikembangkan dengan memasukkan unsur coding dan pembelajaran mendalam (deep learning).
Hildawatu menjelaskan, program tantangan literasi tersebut mendapat antusiasme yang cukup tinggi. Tercatat sekitar 15.000 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bandung telah mengikuti tantangan selama delapan bulan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 hingga 6.000 siswa tingkat SD diperkirakan akan mengikuti Jambore Literasi. Pesertanya terdiri atas siswa kelas bawah, yakni kelas I hingga III, serta kelas atas, yaitu kelas IV dan V.
Menariknya, meskipun dilaksanakan di era digital, kegiatan ini tetap mengedepankan kemampuan literasi dasar. Pengumpulan tugas dilakukan melalui kantong tugas, sehingga peserta juga dikenalkan dengan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
Hildawati berharap, melalui kegiatan tersebut, minat baca dan kemampuan literasi siswa di Kabupaten Bandung semakin meningkat.
Ia mengaku prihatin terhadap rendahnya peringkat literasi membaca Indonesia. Karena itu, berbagai kegiatan literasi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun budaya membaca sejak usia sekolah.
“Melalui kegiatan literasi ini, mudah-mudahan minat baca anak-anak di Kabupaten Bandung semakin meningkat. Harapannya, kegiatan ini juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hildawatu menjelaskan bahwa Leksam Bedas merupakan komunitas yang bergerak dalam pengembangan literasi, khususnya untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.
Meski memiliki peserta hingga sekitar 15.000 siswa, kegiatan Leksam Bedas saat ini digerakkan oleh lima orang pengurus inti dan didukung oleh 31 koordinator kecamatan (Korcam) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Melalui Jambore Literasi ini, Lelsam Bedas berharap dapat terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus membangun generasi muda yang memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.***Sopandi




















