Dejurnal.com, CIAMIS. Gerakan pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis terus didorong melalui keterlibatan lintas sektor.
Tidak hanya menjadi perhatian bidang kesehatan, upaya pemenuhan gizi anak juga mendapat dukungan dari sektor ketenagakerjaan melalui pemberdayaan masyarakat.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis mengambil bagian melalui Pelatihan Kejuruan Tata Boga Pengolahan Ikan di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Senin (21/09/2026).
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan dengan materi utama pengolahan ikan nila menjadi sejumlah makanan yang lebih kreatif dan menarik.
Ikan nila diolah menjadi sejumlah menu yang tidak biasa, seperti siomay, brownies, es krim, cendol dan kue kering.
Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis Dase Fadlil Yusdy Mubarak, didampingi Sekretaris Disnaker Hendri Ridwansyah, ST., M.M., mengatakan keterlibatan Disnaker dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Dase, persoalan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada satu sektor. Pemenuhan gizi anak berkaitan erat dengan kebiasaan keluarga, pengetahuan masyarakat, ketersediaan pangan bergizi hingga kemampuan keluarga dalam mengolah bahan makanan.
“Penanganan stunting ini menjadi perhatian bersama. Disnaker bisa mengambil bagian melalui pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan memberikan keterampilan mengolah bahan pangan bergizi seperti ikan,” ujarnya Senin (28/09/2026)
Ia menjelaskan, pelatihan tata boga tidak hanya diarahkan agar peserta mampu menghasilkan makanan yang enak. Lebih jauh, keterampilan tersebut untuk mendukung kebiasaan keluarga mengonsumsi ikan sekaligus membuka peluang usaha.
Ikan nila yang biasanya diolah dalam bentuk makanan sederhana, dalam pelatihan tersebut dikembangkan menjadi berbagai produk yang lebih dekat dengan selera masyarakat, khususnya anak-anak.
“Harapannya ikan tidak hanya dikonsumsi dengan cara yang itu-itu saja. Dengan pengolahan yang kreatif, anak-anak bisa lebih tertarik makan ikan, sementara masyarakat juga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Ciamis Hendri mengatakan pemilihan ikan nila sebagai bahan utama pelatihan sengaja dikembangkan menjadi menu yang lebih familiar bagi masyarakat.
“Peserta belajar bagaimana mengolah ikan menjadi berbagai produk, agar bisa diterapkan di keluarga maupun dikembangkan menjadi usaha,” kata Hendri.
Sejalan dengan Gerakan Gemarikan
Lebih lanjut Hendri menjelaskan kegiatan tersebut sejalan dengan gerakan peningkatan konsumsi ikan melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Ciamis.
Menurutnya Hj. Kania Ernawati Herdiat, selaku pembina TP PKK, Posyandu dan Forikan Kabupaten Ciamis, selama ini menjadi bagian dari penguatan gerakan tersebut di tingkat keluarga dan masyarakat.
Melalui Gemarikan, konsumsi ikan didorong menjadi kebiasaan keluarga, terutama untuk mendukung pemenuhan protein dan gizi anak.
“Kami Disnaker kemudian menerjemahkan gerakan tersebut dalam bentuk keterampilan praktis Pelatihan Disnaker di Mangkubumi jadi Ikan tidak hanya dimasak sebagai menu harian, tetapi dikembangkan menjadi makanan yang lebih variatif dan menarik bagi anak,” jelasnya
Hendri menuturkan pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan olahan ikan sebagai produk rumahan.
“Dengan pelatihan ini para peserta dapat menerapkan hasil pelatihan setelah kegiatan selesai, baik untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai peluang usaha,” tuturnya
Hendri berharap dengan keterlibatan berbagai sektor, gerakan konsumsi ikan di Ciamis dapat semakin dekat dengan masyarakat.
“Bukan hanya melalui kampanye, tetapi melalui keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif,” pungkasnya. (Nay Sunarti)


















