Dejurnal.com, CIAMIS. Hj. Desi Puspa Aprilia dipercaya menakhodai Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kabupaten Ciamis. Di bawah kepemimpinannya, IPF Ciamis membawa semangat Galuh Nanjeur untuk memperkenalkan pickleball lebih luas sekaligus membangun pembinaan atlet secara berjenjang.
Amanah tersebut menjadi tanggung jawab baru bagi Desi setelah dipercaya memimpin Pengurus Kabupaten IPF Ciamis masa bakti 2026-2030.
Dalam kepengurusan yang baru, Desi tidak ingin pickleball hanya dikenal sebagai olahraga rekreasi. Ia ingin olahraga yang relatif mudah dimainkan dan menyenangkan tersebut berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan prestasi di Kabupaten Ciamis.
“Pickleball ini mudah dimainkan dan menyenangkan. Karena itu, kami ingin olahraga ini bisa dikenal dan dimainkan lebih luas oleh masyarakat Ciamis,” ujar Desi Kamis (01/10/2026)
Menurutnya, karakter pickleball yang memadukan unsur tenis, bulu tangkis dan tenis meja membuat olahraga ini dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia.
Karena itu, langkah awal yang akan didorong IPF Ciamis adalah memperluas sosialisasi. Pengenalan pickleball tidak hanya menyasar komunitas olahraga, tetapi juga sekolah, kecamatan hingga desa.
Desi menilai lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu pintu masuk penting untuk mengenalkan pickleball sekaligus mencari bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Kami ingin membangun pembinaan sejak usia dini. Dari sana kita bisa menjaring bibit-bibit atlet yang nantinya mampu bersaing di tingkat Jawa Barat, nasional, bahkan internasional,” katanya.
Pembinaan tersebut, lanjut Desi, membutuhkan proses yang terarah dan berkelanjutan. Karena itu, IPF Ciamis akan berupaya membangun sistem pembinaan sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
Selain pembinaan atlet, ketersediaan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. IPF Ciamis akan membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, KONI serta stakeholder olahraga lainnya untuk mendukung perkembangan pickleball.
Bagi Desi, membesarkan pickleball di Ciamis bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu atau dua orang. Soliditas pengurus menjadi modal utama untuk menjalankan program organisasi.
“Kepada rekan-rekan pengurus, mari kita rapatkan barisan. Kita bekerja bersama secara solid, transparan dan dengan semangat kekeluargaan,” ucapnya.
Desi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, KONI dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan pickleball di Tatar Galuh.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus terbangun sehingga pickleball memiliki ruang yang semakin luas untuk berkembang, baik sebagai olahraga masyarakat maupun olahraga prestasi.
“Kami memohon bimbingan, arahan dan sinergi dari pemerintah daerah, KONI dan seluruh stakeholder olahraga. Mudah-mudahan pickleball Ciamis bisa berkembang dan memberikan prestasi bagi daerah,” katanya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Desi ingin momentum ini menjadi awal perjalanan panjang untuk membangun pickleball Ciamis.
Bukan hanya ramai dimainkan, tetapi juga mampu melahirkan atlet yang membawa nama Tatar Galuh di berbagai ajang kompetisi.
Semangat itu dirangkum dalam satu tekad yang diusung kepengurusan IPF Ciamis: Galuh Nanjeur, Pickleball Berprestasi. (Nay Sunarti)


















