Dejurnal.com, CIAMIS. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengingatkan para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga menjaga etika, empati, serta integritas dalam menjalankan profesi.
Pesan tersebut disampaikan Andang saat menghadiri Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 STIKes Muhammadiyah Ciamis di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (14/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 235 lulusan mengikuti prosesi wisuda dan pengambilan sumpah profesi.
Andang hadir mewakili Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, ia menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus mengingatkan bahwa kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab baru di tengah masyarakat.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh harus diikuti kesungguhan dalam mengamalkan ilmu pengetahuan.
Terlebih bagi lulusan bidang kesehatan, tanggung jawab profesi berkaitan langsung dengan pelayanan, keselamatan, dan kepercayaan masyarakat.
“Hari ini, saudara-saudara tidak hanya membawa pulang gelar akademik atau pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Saudara-saudara juga membawa amanah, tanggung jawab, dan harapan masyarakat yang kelak akan dipercayakan kepada saudara-saudara dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan,” ujar Andang.
Ia menjelaskan, tantangan pelayanan kesehatan terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi digital, perubahan pola penyakit, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Karena itu, tenaga kesehatan dituntut terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan sesuai perkembangan zaman.
Namun, menurut Andang, kualitas tenaga kesehatan tidak cukup diukur dari penguasaan teori maupun kecakapan menjalankan prosedur.
Kemampuan berkomunikasi, ketelitian dalam mengambil tindakan, kerja sama, dan kepekaan terhadap kondisi pasien juga menjadi bagian penting dalam pelayanan.
“Pelayanan kesehatan pada hakikatnya adalah pelayanan terhadap manusia. Karena itu, tenaga kesehatan harus menjalankan tugas dengan tanggung jawab, empati, dan integritas,” tegasnya.
Andang berharap para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis mampu menjalankan profesi dengan mengedepankan kompetensi sekaligus menjaga sikap dan perilaku ketika berhadapan dengan pasien.
“Saya berharap para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis mampu menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga luhur dalam budi pekerti, tidak hanya cakap dalam menjalankan prosedur, tetapi juga santun dalam berkomunikasi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sumpah profesi bukan sekadar rangkaian seremoni kelulusan. Sumpah tersebut merupakan komitmen moral dan etis yang harus menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Para lulusan diingatkan untuk menghormati martabat manusia, menjaga kerahasiaan pasien sesuai ketentuan, bekerja berdasarkan kompetensi dan standar profesi, serta selalu mengutamakan keselamatan pasien.
“Ketika menghadapi situasi yang sulit, berpeganglah pada etika. Ketika dihadapkan pada pilihan yang menuntut tanggung jawab, utamakan keselamatan pasien. Ketika bekerja dalam keterbatasan, tetaplah menjaga mutu pelayanan,” tuturnya.
235 Lulusan dari Berbagai Program Pendidikan
Sementara itu, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, S.KM., M.M., mengatakan wisuda merupakan hasil kerja bersama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga buah dari dukungan berbagai pihak.
“Momentum wisuda dan pengambilan sumpah profesi ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua. Kita tidak hanya melihat keberhasilan individu, tetapi juga keberhasilan kolektif,” kata Nur Hidayat dalam sambutannya.
Sebanyak 235 lulusan yang mengikuti Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 terdiri atas 30 lulusan D-3 Keperawatan, 10 lulusan D-3 Kebidanan, 25 lulusan D-3 Farmasi, 29 lulusan D-3 Teknologi Laboratorium Medis, 139 lulusan S-1 Keperawatan Program A dan B, serta dua lulusan Profesi Ners.
Nur Hidayat berharap para lulusan terus mengembangkan kemampuan, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, dan mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
Di tengah momentum wisuda tersebut, STIKes Muhammadiyah Ciamis juga tengah menyiapkan pengembangan institusi melalui rencana transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis.
Rencana itu mencakup penambahan enam program studi baru, yakni S-1 Psikologi, S-1 Sains Biomedis, S-1 Hukum, S-1 Manajemen, S-1 Bisnis Digital, dan S-1 Informatika.
“Mohon doa dari seluruh hadirin, insyaallah dalam waktu yang dekat STIKes Muhammadiyah Ciamis akan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan penambahan enam program studi baru,” ujar Nur Hidayat.
Selain memperluas bidang pendidikan, kampus tersebut juga memperkuat tata kelola akademik melalui digitalisasi dokumen.
Sejak Tahun Akademik 2024/2025, ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) telah dikelola secara digital dengan dukungan barcode atau QR code untuk mempermudah verifikasi.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan menyesuaikan tata kelola pendidikan dengan perkembangan teknologi.
Melalui wisuda ini, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membuktikan kompetensi melalui pengabdian yang profesional.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, kehadiran tenaga kesehatan yang terampil, beretika, dan memiliki kepedulian terhadap pasien menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Nay Sunarti)



















