• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Pernah Jadi Kades, H. Uya Mulyana Setuju Desa Rahayu Berubah Jadi Kelurahan: Bisa Redam Konflik Pilkades

bydejurnalcom
Sabtu, 31 Oktober 2026
Reading Time: 2 mins read
Pernah Jadi Kades, H. Uya Mulyana Setuju Desa Rahayu Berubah Jadi Kelurahan: Bisa Redam Konflik Pilkades

H. Uya Mulyana. (Foto Sopandi).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Tokoh Kabupaten Bandung, H. Uya Mulyana, menyatakan dukungannya terhadap rencana perubahan status Desa Rahayu menjadi kelurahan.

H. Uya Mulyana bukan orang asing bagi Desa Rahayu. Ia lahir dan besar di wilayah tersebut, pernah menjadi Ketua Karang Taruna hingga menjabat sebagai Kepala Desa Rahayu.

Menurutnya, dari sisi jumlah penduduk, Desa Rahayu sudah sangat memungkinkan untuk berubah status menjadi kelurahan.

BacaJuga :

GIPS Bongkar Kekeliruan Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD, Kepentingan Rakyat Jangan Dikalahkan Ambisi Kekuasaan

Ribuan Orang Tumpah Ruah! Jalan Santai INU Ciamis Pecah, Hadiah Motor hingga Sepeda Listrik Jadi Buruan

INU Ciamis Sambut Wisuda Perdana dan Dies Natalis ke-4 dengan Jalan Santai

“Kalau menurut jumlah penduduk, sebetulnya untuk dijadikan kelurahan itu sangat memungkinkan,” katanya kepada Dejurnal.com, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia menyebut perkembangan sejumlah kawasan perumahan seperti Taman Kopo, Taman Rahayu dan Graha Hijau turut mengubah kondisi kependudukan Desa Rahayu. Sebagian besar penghuni kawasan tersebut merupakan pendatang.

Menurut Uya, komposisi warga asli dan pendatang saat ini juga semakin berimbang dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selain faktor kependudukan, letak geografis Desa Rahayu juga menjadi pertimbangannya. Wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan dan memiliki karakter perkotaan yang semakin kuat.

Namun, alasan utama H. Uya Mulyana mendukung perubahan status menjadi kelurahan adalah untuk meredam potensi konflik politik yang selama ini kerap muncul dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa atau Pilkades.

Ia menilai persaingan Pilkades di Desa Rahayu terkadang meninggalkan persoalan berkepanjangan, bahkan dapat memicu ketegangan antarkeluarga dan kelompok masyarakat.

“Kalau Pilkades itu tingkat perselisihan dan permusuhannya kadang sangat kental. Beda dengan Pileg. Kalau Pileg mah kalah juga biasa, tapi kalau Pilkades gengsi dan persoalan politiknya kadang terlalu tinggi,” kata Ketua Persatuan Guru Ngaji yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten ini.

Karena itu, ia berpandangan sistem pemerintahan kelurahan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak persaingan politik di tingkat masyarakat.

“Menurut saya, saya sangat setuju dengan bentuk kelurahan. Intinya untuk meredam dari segi politik,” tegasnya.

Selain itu, H. Uya Mulyana menilai mekanisme pengawasan terhadap pimpinan wilayah juga akan berbeda jika Desa Rahayu berubah menjadi kelurahan.

Menurutnya, lurah sebagai aparatur pemerintahan memiliki mekanisme evaluasi dan pengawasan yang berbeda dibandingkan kepala desa yang dipilih langsung melalui Pilkades.

“Kalau ada lurah yang kinerjanya tidak benar, tentu ada mekanisme pemerintahan untuk melakukan evaluasi. Berbeda dengan kepala desa yang dipilih langsung dan memiliki masa jabatan,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai perubahan sosial apabila Desa Rahayu menjadi kelurahan, ia menilai persoalan tersebut harus dilihat secara realistis.

Ia mengatakan perubahan komposisi penduduk sebenarnya telah terjadi sejak kawasan-kawasan perumahan berkembang di Desa Rahayu. Menurutnya, pembangunan perumahan membawa penduduk dari berbagai latar belakang untuk tinggal di wilayah tersebut.

“Kalau tanah dijual kepada pengembang, risikonya memang akan menjadi perumahan. Kemudian yang datang ke sana adalah masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak semata-mata memandang perubahan status Desa Rahayu sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari perkembangan wilayah yang perlu diantisipasi dengan kebijakan dan kesiapan masyarakat.

Bagi H. Uya Mulyana, perubahan status menjadi kelurahan merupakan peluang untuk menyesuaikan sistem pemerintahan dengan perkembangan jumlah penduduk, karakter wilayah serta dinamika sosial-politik yang terjadi di Desa Rahayu.

“Sekarang masyarakat sudah mulai jenuh dengan berbagai persoalan. Mudah-mudahan kalau memang ada perubahan, bisa membawa keadaan yang lebih baik,” pungkasnya.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

PSGC Ciamis Turunkan Skuad Terbaik, Ezechiel Pimpin Laskar Singacala Hadapi PSMS Medan

Next Post

PSGC Ciamis Hadapi Misi Berat Usai Tertinggal 0-2

Related Posts

PSGC Ciamis Hadapi Misi Berat Usai Tertinggal 0-2
deNews

PSGC Ciamis Hadapi Misi Berat Usai Tertinggal 0-2

Sabtu, 31 Oktober 2026
PSGC Ciamis Turunkan Skuad Terbaik, Ezechiel Pimpin Laskar Singacala Hadapi PSMS Medan
deNews

PSGC Ciamis Turunkan Skuad Terbaik, Ezechiel Pimpin Laskar Singacala Hadapi PSMS Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026
Masjidpreneur Muda Jadi Langkah DMI Ciamis Cetak Pengusaha Digital
deNews

Masjidpreneur Muda Jadi Langkah DMI Ciamis Cetak Pengusaha Digital

Sabtu, 31 Oktober 2026
GIPS Bongkar Kekeliruan Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD, Kepentingan Rakyat Jangan Dikalahkan Ambisi Kekuasaan
deNews

GIPS Bongkar Kekeliruan Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD, Kepentingan Rakyat Jangan Dikalahkan Ambisi Kekuasaan

Sabtu, 31 Oktober 2026
Ribuan Orang Tumpah Ruah! Jalan Santai INU Ciamis Pecah, Hadiah Motor hingga Sepeda Listrik Jadi Buruan
deNews

Ribuan Orang Tumpah Ruah! Jalan Santai INU Ciamis Pecah, Hadiah Motor hingga Sepeda Listrik Jadi Buruan

Sabtu, 31 Oktober 2026
INU Ciamis Sambut Wisuda Perdana dan Dies Natalis ke-4 dengan Jalan Santai
deNews

INU Ciamis Sambut Wisuda Perdana dan Dies Natalis ke-4 dengan Jalan Santai

Sabtu, 31 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Pemda Bandung Terima PSU 10 Perumahan Bupati Sebut 350 Lagi Ditargetkan dalam 3 Tahun Selesai

Jumat, 23 Mei 2025

Polsek Cibalong Garut Adakan Giat Operasi Disiplin Protokol Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2020

Anggaran Perubahan Ditolak DPRD, Kades Rahayu Minta Kalau Bisa Bupati Keluarkan Diskresi

Jumat, 25 September 2020

Tak Sedap Dipandang Mata, Sampah Menggunung di Pinggir Jalan Menuju Panjalu

Kamis, 21 Januari 2021

Tak Ada Tanah Carik Untuk Diperebutkan, Kades Nanjung : Mudah Mekarkan Desa

Rabu, 14 Mei 2025

Rakor Implementasi Percepatan Penyaluran KUR, Sekda : Perkuat Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sukabumi

Kamis, 23 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste