Dejurnal.com,Purwakarta – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Purwakarta mendapat apresiasi dari Dr. Suherman Saleh. Ia menilai penyelenggaraan Musda kali ini berlangsung luar biasa, terutama karena mampu mengedepankan kebersamaan dan persatuan di internal partai.
Dr. Suherman Saleh yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta mengatakan, pelaksanaan Musda di Purwakarta menjadi momentum penting. Pasalnya, dalam dua pelaksanaan Musda sebelumnya, kegiatan tersebut tidak diselenggarakan di Purwakarta, melainkan di Lembang dan Bandung.
Menurutnya, dengan digelarnya Musda di Purwakarta, lebih banyak pemangku kepentingan serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan daerah dapat hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
“Menurut saya, pemilihan atau Musda Kabupaten Purwakarta ini luar biasa penyelenggaraannya. Kita tahu dua kali terakhir Musda tidak pernah dilaksanakan di Purwakarta, yang terakhir di Lembang dan sebelumnya di Bandung. Sekarang dilaksanakan di Purwakarta sehingga seluruh stakeholder dan orang-orang yang merasa memiliki Purwakarta bisa hadir lebih banyak,” ujarnya.
Selain pelaksanaan yang dinilai baik, Suherman juga menyoroti dinamika politik menjelang Musda. Ia menyebutkan, sebelumnya terdapat sejumlah calon yang berkeinginan maju. Namun, pada akhirnya para calon dinilai lebih mengutamakan kekuatan persatuan dibandingkan memaksakan diri untuk berkompetisi.
Ia menilai sikap saling merangkul antara pihak yang memiliki kekuatan dan pihak lainnya merupakan bentuk demokrasi yang sehat. Menurutnya, keputusan untuk mengutamakan kebersamaan dapat mencegah munculnya perpecahan yang berpotensi melemahkan kekuatan partai.
“Demokrasi yang sebenarnya adalah ketika yang kuat merangkul yang lemah, sementara yang lemah juga mengakui dan mendukung yang kuat. Itulah ciri khas demokrasi yang sehat dan benar,” ungkapnya.
Suherman juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah pemilik hak suara telah menentukan pilihan terhadap sosok yang dinilai paling layak memimpin Partai Golkar Purwakarta. Ia menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspirasi dan komunikasi bersama sejumlah pihak.
Lebih lanjut, ia berharap ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang baru, Dias, mampu meningkatkan kembali perolehan suara partai pada pemilihan mendatang.
Menurutnya, Partai Golkar memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan politik di Kabupaten Purwakarta. Bahkan, sebelum tahun 2024, Golkar disebut selalu menjadi pemenang di Purwakarta sejak era sebelumnya.
Namun, pada Pemilu 2024, Partai Golkar Purwakarta mengalami kekalahan. Suherman menilai salah satu faktor yang perlu menjadi evaluasi adalah persoalan ketidakharmonisan dan kurangnya kebersamaan di internal partai, termasuk hubungan antara kepengurusan daerah dan pusat.
Ia mengungkapkan bahwa pesan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttaqien, juga menekankan pentingnya menghindari perpecahan dan mengutamakan persatuan dalam membangun kembali kekuatan partai.
“Pesannya jelas, hindari perpecahan, hindari gontok-gontokan, utamakan kebersamaan dan persatuan. Dengan begitu, keutuhan dan kekuatan Golkar bisa kembali menjadi bagian dari kemenangan Golkar di Purwakarta,” pungkasnya.***Ade Irma


















