Dejurnal.com, CIAMIS. Program zakat produktif yang dikembangkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis mulai memperlihatkan hasil.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian BAZNAS Republik Indonesia saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah titik pendayagunaan zakat di bidang peternakan di Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS RI yang dipimpin Sugeng Prayitno, S.Pt., Praktisi Senior Pendayagunaan, melihat langsung perkembangan peternakan ayam jantan milik Herman di Dusun Sindang, Desa Rancah, Kecamatan Rancah.
Peternakan yang dikembangkan melalui dukungan program pemberdayaan BAZNAS Ciamis itu menunjukkan perkembangan positif.
Setelah menjalani masa pemeliharaan selama 55 hari, ayam-ayam tersebut telah mencapai bobot rata-rata sekitar 0,8 kilogram per ekor.
Kondisi fisiknya juga terlihat baik, ditandai dengan jengger berwarna merah cerah dan kaki berwarna kuning. Saat ini, Herman tinggal menunggu jadwal panen dari pihak PS Hegar Kawali Ciamis sebelum hasil peternakannya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Monitoring tersebut turut didampingi Pendamping Peternakan BAZNAS Ciamis, Hendi Suhendi, S.Pd., serta Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Ciamis, Dani Ramdan Kurniawan, S.Pd.
Kunjungan BAZNAS RI ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung sejauh mana bantuan zakat yang disalurkan mampu mengembangkan usaha masyarakat.
Hasil yang terlihat di peternakan Herman menjadi salah satu gambaran bahwa zakat tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga bisa menjadi modal usaha yang menghasilkan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Syarief Nurhidayat, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI atas dukungan dan perhatian terhadap program pendayagunaan zakat di Kabupaten Ciamis.
Ia mengaku bersyukur karena sejumlah mustahik yang mendapatkan bantuan pemberdayaan kini mulai menunjukkan perkembangan usaha, bahkan mampu meningkatkan pendapatan keluarganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI atas dukungan terhadap program-program pemberdayaan di Kabupaten Ciamis. Alhamdulillah, beberapa mustahik yang mendapatkan bantuan kini mampu mengembangkan usahanya. Kami juga bersyukur karena sudah terlihat adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujar Syarief.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi BAZNAS Ciamis untuk terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Syarief menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga dari perubahan kehidupan penerima manfaat setelah mendapatkan dukungan.
Melalui program Ciamis Sejahtera, BAZNAS berupaya mendorong mustahik agar memiliki usaha produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai modal awal, tetapi diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Ciamis bersama BAZNAS RI dalam mengoptimalkan pendayagunaan dana zakat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
BAZNAS Ciamis Kembangkan Pemberdayaan ke Sektor Perikanan
Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, mengungkapkan pemberdayaan ekonomi masyarakat ke depan akan terus diperluas ke berbagai sektor usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Selain peternakan, BAZNAS Ciamis saat ini tengah merintis program pemberdayaan di bidang perikanan melalui budidaya ikan gurame.
“Kami juga sedang merintis pemberdayaan di bidang perikanan, khususnya budidaya ikan gurame. Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, sehingga bantuan dan pendayagunaan zakat dari BAZNAS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan,” ungkap Amas.
Ia berharap pengembangan sektor perikanan dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif.
Dengan dukungan yang tepat, penerima manfaat diharapkan mampu mengelola bantuan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan penghasilan.
Melalui program Ciamis Sejahtera, BAZNAS Ciamis tidak hanya berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mendorong mereka agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui bantuan permodalan dan program Zakat Community Development (ZCD), dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat.
Hasil monitoring BAZNAS RI di sejumlah titik peternakan di Ciamis menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas pendayagunaan zakat ke depan.
Peternakan Herman di Rancah menjadi salah satu contoh bahwa bantuan zakat yang disertai pendampingan dan pengembangan usaha dapat membuka peluang ekonomi bagi mustahik.
Dari usaha peternakan yang kini bersiap panen hingga rintisan budidaya gurame, BAZNAS Ciamis terus mendorong agar zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi kekuatan untuk meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat. (Nay Sunarti)


















