• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, April 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Soroti Nasib Pekerja Saudi Asal Pameungpeuk, Ini Kata Aktifis Garut

bydejurnalcom
Rabu, 7 April 2021
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Beberapa aktifis Garut bersuara memberikan tanggapan terkait adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pameungpeuk yang bekerja di Saudi dan sedang berharap uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk bisa pulang kampung halamannya.

Salah satunya datang dari aktifis jurnalis Sitorus yang merasa jengah dengan tingkah laku pejabat publik di lingkup Pemda Kabupaten Garut, di saat kondisi warga masyarakatnya dalam kesulitan minta tolong selalu jadi alasan anggaran terbatas bahkan hampir habis tidak bisa bantu.

“Eh giliran untuk perjalanan dinas keluar provinsi ada, luar biasa ini, seolah tidak peduli atas apa yang terjadi dengan masyarakatnya, mau mati kelaparan sekalipun,” Tegasnya.

BacaJuga :

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Pesisir Pantai Garut Ditetapkan Sebagai Kawasan Rawan Bencana Tsunami, Kalak BPBD : Upaya Mitigasi Aktif dan Berkelanjutan Terus Dilakukan

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf

Dikatakan Sitorus, sebagai masyarakat Garut dirinya sangat kecewa kepada Bupati Garut H. Rudy Gunawan SH., MH., MP., yang luar biasa hebat ketika teriak dan tegur keras Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) habis-habisan, seolah begitu bobrok kinerjanya.

“Faktanya saat ada warga kesulitan tidak peduli, malah lebih baik melakukan Perjalanan Dinas ke Bali bersama rombongan Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Garut, padahal saat ini masih dalam Pandemi Covid-19. Hebatkan, habisin aja buat jalan-jalan biarin warga masyarakat dalam kesulitan bahkan kelaparan juga, yang penting bisa jalan jalan dan sudah dua kali jadi Bupati,” Ungkapnya.

Sitorus mengatakan, ketika tahu ada warga Garut sebagai pekerja migran Indonesia di Saudi yang menerima tindak kekerasan dari majikannya hingga ngesot, harusnya Bupati langsung peka karena ini menyangkut nyawa.

“Bahkan pihak keluarga telah meminta bantuan untuk pemulangan kepada Pemkab Garut melalui Dinas Sosial, kendati dijawab dengan
minimnya anggaran sehingga bisa jadi tipis harapan untuk bisa minta tolong ke Pemkab Garut, apa harus minta tolong ke bupati kabupaten tetangga?” tuturnya.

Fakta seperti inilah, lanjut Sitorus, yang tidak bisa dipungkir, wajar dan pantas jika nanti ada mosi tidak percaya dari masyarakat, bahwa pejabat Garut hanya bisa untuk menghambur hamburkan uang negara. “Namun tidak peduli kondisi masyarakatnya,” Pungkasnya.

Hal senada datang dari Ketua Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) Asep Nurjaman yang menilai bahwa kepedulian Pemkab Garut terhadap pekerja migran indonesia (PMI) masihlah minim.

“Ini tercermin dari anggaran yang dialokasikan untuk perlindungan Pekerja Mirgan Indonesia (PMI) dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021 sangat minim juga,” ujarnya.

Menurut Asep, Pemkab Garut masih setengah hati mengalokasikan anggaran untuk perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Alokasi yang ada di Dinas terkait terkesan hanya asal ada dananya dan hanya sekadar memenuhi kewajiban tanpa melihat proporsi,” kata Asep Nurjaman, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, minimnya anggaran perlindungan PMI di luar negeri dapat dilihat dari anggaran di Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kabupaten Garut yang sangat minim sekali serta asal asalan dalam melindungi pekerja migran indonesia.

“Padahal secara faktual kasus pekerja ternyata banyak terjadi, dan ini menyangkut nyawa tentu harus ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Garut,” pungkasnya.***Red

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: GarutpameungpeukPekerja Migran Indonesia
Previous Post

Temui Petani Ponorogo, Gubernur Khofifah Jelaskan Jatim Tak Perlu Beras Impor

Next Post

Pembina Perjuangan Ojeg Online Karawang Minta Pemkab Siapkan Regulasi Peluang Kerja

Related Posts

Musorkab NPCI Garut 2026–2031: Satukan Semangat, Perkuat Prestasi Atlet Disabilitas Menuju Peparda VII
deNews

Musorkab NPCI Garut 2026–2031: Satukan Semangat, Perkuat Prestasi Atlet Disabilitas Menuju Peparda VII

Rabu, 15 April 2026
Desa Rancabango Berpotensi Jadi Sentra Pasok Program Makan Bergizi Gratis
GerbangDesa

Desa Rancabango Berpotensi Jadi Sentra Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 9 April 2026
Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers
dePraja

Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers

Jumat, 6 Maret 2026
Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional
dePraja

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Jumat, 20 Februari 2026
Pesisir Pantai Garut Ditetapkan Sebagai Kawasan Rawan Bencana Tsunami, Kalak BPBD : Upaya Mitigasi Aktif dan Berkelanjutan Terus Dilakukan
deNews

Pesisir Pantai Garut Ditetapkan Sebagai Kawasan Rawan Bencana Tsunami, Kalak BPBD : Upaya Mitigasi Aktif dan Berkelanjutan Terus Dilakukan

Rabu, 21 Januari 2026
Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf
deNews

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf

Kamis, 15 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Terkait Adanya Dumas Program Sembako/BPNT Ke Kejati Jabar, Komisi IV DPRD Garut : Kita Sudah Wanti-Wanti

Selasa, 29 September 2020

Tatang Gantikan Dasep Jabat Ketua APDESI Purwakarta

Rabu, 9 Februari 2022

Program Pamsimas Desa Pasawahan Disambut Baik Masyarakat

Senin, 19 April 2021

Sudah Jadi Mantan TKSK Masih Urusi Para Agen di Panumbangan, Kok Bisa?

Minggu, 22 Agustus 2021
Kolase : Empat lembar tiket masuk dengan dua lembar parkir wisata Sayang Heulang, Sekjen FPPG Pian Sopyana (kanan)

Pengunjung Wisata Sayang Heulang Mengeluh, Ada Kejanggalan Dalam Penarikan Tarif Masuk dan Parkir

Jumat, 31 Desember 2021

Warga Nilai Kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi ke Jembatan Cirahong, Minim Dialog dan Belum Sentuh Akar Masalah

Kamis, 9 April 2026

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste