• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in GerbangDesa

Rangkap Jabatan Sekmat Cugenang Jadi BPD Cibulakan Menuai Sorotan, Pemerhati : Tidak Etis !

bydejurnalcom
Kamis, 27 Mei 2021
Reading Time: 2 mins read
Rangkap Jabatan Sekmat Cugenang Jadi BPD Cibulakan Menuai Sorotan, Pemerhati : Tidak Etis !
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Jabatan Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cugenang yang dipegang oleh Neng Didi menuai sorotan sejumlah kalangan. Pasalnya, saat bersamaan dirinya juga menduduki posisi BPD Cibulakan.

Celakanya Kepala Desa Cibulakan Baden Zaki Rahman merupakan kakak kandungnya sehingga berpotensi adanya konflik kepentingan.

Menurut pemerhati BPD, Solihin menyebutkan jika posisi BPD saat ini mempunyai tugas strategis selain menyalurkan aspirasi masyarakat juga pengawasan terhadap kinerja Kades. Belum lagi BPD juga memiliki posisi untuk melakukan fungsi kontrol dengan check and balances.

BacaJuga :

Sekda Garut Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Mental dan Karakter Generasi Muda

Latih Guru Matematika Kuasai AI, Mahasiswa S-2 IPI Garut Dorong Pembelajaran Interaktif

Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM

“Jadi BPD itu harusnya melakukan fungsi pengawasan serta menyalurkan aspirasi masyarakat sebagaimana diatur dalam UU Desa. Tentunya efektifitas kerjanya sangat menentukan maju mundurnya pemerintahan desa, ” ujar pria yang pernah menjadi BPD 3 periode ini.

Apa yang terjadi di Desa Cibulakan, sambung Solihin, sangat miris karena jabatan BPD yang dipegang Neng Didi saat ini juga bersamaan dengan posisinya sebagai Sekmat Cugenang. Bagaimanapun juga kondisinya ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena relasi kakak-adik yang notabene Kades-BPD dan Kades-Sekmat.

“Kesimpulan nya tidak etis aja jika BPD dan Sekmat itu adik terus kakaknya Kades. Sekmat itu mempunyai tugas eveluasi sekaligus supervisi mengenai pengelolaan dana desa dan lainnya. Disisi lain juga seorang adik pasti akan melindungi kakak sebagai bagian dinasti keluarganya. Lalu neng didi itu keterwakilannya mewakili apa saat ini apakah birokrat atau masyarakat, bukankah jabatan seseorang melekat ketika membaur dalam dinamika masyarakat, ” tukasnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (26/05/2021).

Terpisah dihubungi melalui sambungan telepon, Neng Didi berkilah jika dirinya bersikap profesional dalam mengemban tugas BPD Cibulakan sekaligus Sekmat Cugenang kendati ada hubungan darah dengan Kakak kandungnya sebagai Kades. Ia juga mengaku tidak ambil pusing dengan pihak tertentu yang menuduhnya mengendalikan Kades.

“Saya ini perwakilan warga mewakili kadus 3 karena tidak ada yang mendaftar waktu itu walaupun tahu Kakak saya sudah jadi Kades. Motivasi saya untuk membangun Desa Cibulakan. Tugas pembinaan kecamatan ke desa tidak ada hambatan sama sekali. Begitupun dengan posisi saya sebagai BPD karena saya anggota dan menolak jadi Ketua walaupun pernah ditawari, ” paparmya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kades Cibulakan Baden Zaki Rahman membenarkan jika dirinya belum berpengalaman dalam pemerintahan. Sehingga tidak berlebihan jika dirinya mempersilahkan adiknya untuk menjadi anggota BPD.

“Apa yang saya lakukan itu jalan lurus karena saya memang betul belum berpengalaman dalam pemerintahan. Apa salahnya kalau emang adik saya memberikan arahan yang benar kepada saya, ” dalihnya seraya menyebut jika dirinya mengaku tak ada konflik kepentingan dengan posisi adiknya saat ini.

Di tempat berbeda, salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku heran kenapa orang yang belum berpengalaman dicalonkan jadi Kades. Kondisi tersebut jelas mengundang pihak lain untuk masuk mengendalikan agenda pemerintahan desa.

“Sudah bukan rahasia umum lagi jika posisi Neng Didi itu sangat beperan penting di pemerintah Desa Cibulakan. Kalau masyarakat ditanya, saya yakin jawaban nya sama kenapa Kades yang belum berpengalam harus dicalonkan dulunya. Kalaupun masyarakat diam karena mungkin takut aja sebab posisi adik kakak itukan strategis. Takut atuh kalau kritik nanti dikira mau menjatuhkan,,” timpalnya.***Rik/Arkam

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pembangunan 14 Kios Pasar Wisata Samarang Tak Berijin, Camat : Ya.. Kita Kecolongan

Next Post

Danrem 062/Tn Ikuti Rakornis TMMD ke 111 Melalui Vidcon

Related Posts

Empat Pemuda Diduga Mabuk Usai Terlibat Keributan di Ciawitali Berhasil Diamankan Oleh Jajaran Sat Samapta Polres Garut
deNews

Empat Pemuda Diduga Mabuk Usai Terlibat Keributan di Ciawitali Berhasil Diamankan Oleh Jajaran Sat Samapta Polres Garut

Selasa, 25 Agustus 2026
Pramuka Garut Kukuhkan Mabi dan Pimpinan Saka, 52 Anggota Pasbara Disiapkan untuk HUT Pramuka ke-65
deNews

Pramuka Garut Kukuhkan Mabi dan Pimpinan Saka, 52 Anggota Pasbara Disiapkan untuk HUT Pramuka ke-65

Senin, 24 Agustus 2026
DPRD Garut Gelar Paripurna Bahas Raperda Perubahan APBD 2026 dan Tiga Raperda Lain
deNews

DPRD Garut Gelar Paripurna Bahas Raperda Perubahan APBD 2026 dan Tiga Raperda Lain

Senin, 24 Agustus 2026
Sekda Garut Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Mental dan Karakter Generasi Muda
deNews

Sekda Garut Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Mental dan Karakter Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026
Latih Guru Matematika Kuasai AI, Mahasiswa S-2 IPI Garut Dorong Pembelajaran Interaktif
deEdukasi

Latih Guru Matematika Kuasai AI, Mahasiswa S-2 IPI Garut Dorong Pembelajaran Interaktif

Senin, 24 Agustus 2026
Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM
deNews

Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM

Senin, 24 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Kasi TPKPM Dinsos Garut saat menerima perwakilan keluarga Enung Nurcahyani, pekerja migran asa pameungpeuk yang diduga dianiaya dan ingin pulang, Senin (5/4/2021). (Foto : Raesha/dejurnal.com)

Pemulangan Pekerja Migran Korban Trafficking di Garut Terkendala Minimnya Anggaran

Selasa, 6 April 2021

Polres Purwakarta Rangkul Ponpes Cireok, Tegakkan Protokol Kesehatan Gunakan Masker Di lingkungan pesantren

Minggu, 13 September 2020
Ketua Koordinator Forum Pendidikan Profesi Guru (FPPG) Prajabatan se-Indonesia, Fajar

Ratusan Lulusan PPG Prajabatan di Garut Tak Jelas Status : Guru Bersertifikat Namun Tak Diakui

Kamis, 6 November 2025
Kades Pameuntasan, H. Suganda

Menguak Asal Usul Sejarah Desa Pameuntasan dan Dinamikanya

Jumat, 4 November 2022
Ilustrasi Rudapaksa/freepik.com

Brigade Rakyat Ingatkan Anggota DPRD Garut Terkait Kasus Pemerkosaan Balita : Aksi Nyata, Jangan ‘Omon-Omon’

Jumat, 11 April 2025

Reaksi Cepat Pemdes Bumiwangi Menangani Bencana

Kamis, 1 Maret 2018

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste