• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Juni 23, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Jadi Pewarta Penyejuk Diantara Berita Sensasional Dalam Situasi Pandemi

bydejurnalcom
Selasa, 1 Maret 2022
Reading Time: 2 mins read
Jadi Pewarta Penyejuk Diantara Berita Sensasional Dalam Situasi Pandemi
ShareTweetSend

Oleh : Sopandi *)

Awal-awal masa pandemi, dan ketika kasus positif di Indonesia sedang tinggi, ketika informasi mengenai karakter virus corona belum begitu saya pahami, saya merasakan lingkungan tempat mengagali informasi tentang hal apa saja untuk disajiian dalam berita, tak ubahnya sebagai medan perang.

Karena virus tak nampak mata, mungkin bisa jadi harus lebih waspada dari wartawan yang ditugaskan meliput di medan perang yang di atas kepalanya berseliweran peluru dari senjata tentara dua negara yang sedang berseteru. Karena virus tak nampak mata itu pula sehingga mungkin ketika kita berada di tempat yang justru banyak virusnya kita lengah, sedangkan di tempat yang kita duga aman ternyata di sana virus berada.

BacaJuga :

Tak Hanya Calistung, RA Al-Fadliliyah Darussalam Bangun Karakter Islami dan Kepedulian Lingkungan

Seorang Guru PNS Mengaku Merasa Dizalimi Kepala Sekolah dengan Sekenario Buat Citra Buruk Lewat Tanda Tangan Orang Tua Murid

Soroti Tata Kelola MBG di Pakenjeng, FP3M Garut Selatan Desak Perbaikan dan Pengawasan Ketat

Tetapi, seiring dengan pengetahuan tentang karakter virus corona maka ketakutan itu perlahan sirna, tidak menjadi pobia. Kuncinya; menjaga jarak dan memakai masker karena virus corona menular dengan sentuhan dan duplek, dan segera mencuci tangan sehabis aktivitas.

Dalam urusan memakai masker dan mencuci tangan mungkin hal yang mudah untuk dilakukan, jika pun lupa banyak yang mengingatkan. Namun, dalam hal menjaga jarak, seringkali terpaksa tidak bisa dihindari, ketika mewawancara nara sumber, ketika harus mengajar bahan berita yang dipandang menarik.

Meski sebenarnya, untuk mendapatkan informasi sebagai bahan berita, di jaman ini apa yang menjadi penghambat? Sekedar untuk mewawancara nara sumber selagi punya nomor konteknya, tinggal wawancara lewat telepon. Untuk melengkapi artikel pun tinggal klik internet. Malahan sebagian besar media online hanya melansir berita dari sumber media online lainnya. Hanya memang hilang momen silaturahmi dan karya yang ekslusif.

Kendala yang dirasakan justru bagaimana mengedukasi masyarakat dengan karya yang kita sajikan jika kita hanya melansir atau tidak membuat karya yang ekslusif.

Karena, di tengah pandemi ini informasi dari media sosial yang diproduksi oleh masyarakat berupa sajian video atau informasi hoax lainhya tentang pandemi kerap kali lebih mudah diterima masyarakat. Masyarakat pun kadang menelannya begitu saja. Masih mending jika informasi tersebut sesuatu yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk bangkit melawan pandemi, tapi apa jadinya jika informasi tersebut justru menimbulkan frustasi dan buruk sangka kepada pihak-pihak tertentu.

Sedangkan, kendala yang muncul dari diri penulis khususnya, lebih tertarik menyajijan berita sensasional. Misalnya, tingginya jumlah kasus positif, dan yang meninggal. Di satu sisi berita ini bisa menarik untuk dibaca, namun sisi lain terkesan menakut-nakuti, jika tanpa dibarengi dengan menyajikan berita sisi positif dari kasus pandemi dengan porsi lebih dominan. Misalnya, artikel dari tim medis yang kompeten menyampaikan bagaimana menghadapi pandemi, atau berita penyambutan pasien yang sembuh dari Covid-19 oleh warga di kampung halamannya. Ini akan membuat masyarakat merasa nyaman.

Di tengah pandemi memang menarik menyajikan berita sensasional, jumlah pasien Covid -19 yang meninggal bergelimpangan di lorong-lorong rumah sakit, warga masyarakat menolak pemakaman pasien Covid-19, dan berita “horor” lainnya. Namun, ini tantangan bagi saya untuk lebih mengedepankan bagaimana mencari bahan berita penyeimbang, agar berita horor itu tertutup oleh berita yang membangkitkan semangat dan menyejukan hati masyarakat.

Misalnya berita tentang, ternyata dari sekian banyak orang yang dites swab dinyatakan rektif positif, setelah menjalani tes PCR lebih dari 60 persen negatif Covid-19, dan berita lainya yang membangkitkan semangat masyarakat serta menyejukan hati.(*)

*) Penulis seorang jurnalis, domisili di Kabupaten Bandung

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Perubahan Bansos BPNT Jadi Tunai Diduga Oknum Agen Intervensi Pada KPM

Next Post

Petani Desa Depok Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Dampak Proyek Kereta Cepat

Related Posts

Bupati Garut Terima Aspirasi LSM Libas, Tekankan Keseimbangan Antara Pembangunan dan Konservasi Lingkungan
deNews

Bupati Garut Terima Aspirasi LSM Libas, Tekankan Keseimbangan Antara Pembangunan dan Konservasi Lingkungan

Selasa, 23 Juni 2026
Ekonomi Ciamis Tumbuh 5,37 Persen, 1.486 Petugas Sensus Turun ke Lapangan
deNews

Ekonomi Ciamis Tumbuh 5,37 Persen, 1.486 Petugas Sensus Turun ke Lapangan

Selasa, 23 Juni 2026
Dalam Rangka Peringati Milad ‘Aisyiyah ke-109, Gubernur Jabar dan Bupati Garut Apresiasi Kontribusi Nyata di Sektor Pendidikan dan Kesehatan
deNews

Dalam Rangka Peringati Milad ‘Aisyiyah ke-109, Gubernur Jabar dan Bupati Garut Apresiasi Kontribusi Nyata di Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 23 Juni 2026
Tak Hanya Calistung, RA Al-Fadliliyah Darussalam Bangun Karakter Islami dan Kepedulian Lingkungan
deNews

Tak Hanya Calistung, RA Al-Fadliliyah Darussalam Bangun Karakter Islami dan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 23 Juni 2026
Seorang Guru PNS Mengaku Merasa Dizalimi Kepala Sekolah dengan Sekenario Buat Citra Buruk Lewat Tanda Tangan Orang Tua Murid
deNews

Seorang Guru PNS Mengaku Merasa Dizalimi Kepala Sekolah dengan Sekenario Buat Citra Buruk Lewat Tanda Tangan Orang Tua Murid

Senin, 22 Juni 2026
Soroti Tata Kelola MBG di Pakenjeng, FP3M Garut Selatan Desak Perbaikan dan Pengawasan Ketat
deNews

Soroti Tata Kelola MBG di Pakenjeng, FP3M Garut Selatan Desak Perbaikan dan Pengawasan Ketat

Senin, 22 Juni 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Foto : Kendaraan Arus Balik terlihat melintasi Jalan Jendral Sudirman Ciamis Minggu (06/04/2025)

Minggu Siang Volume Kendaraan di Kabupaten Ciamis Alami Kenaikan.

Minggu, 6 April 2025

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Dekat Jalan Tol Kopo Sukamenak

Sabtu, 30 Mei 2020

Peringati HSN ke 10, Pemdes Cigondewah Hilir Margaasih Gelar Fesfival Santri Nusantara ke 7

Minggu, 26 Oktober 2025

Bantuan Pangan Dari PemKab Bandung Telah Didistribusikan Ke Tujuh Desa Di Kecamatan Solokan jeruk

Selasa, 23 Juni 2020

Kolaborasi Jasa Tirta II dalam Penanaman Pohon

Rabu, 15 Desember 2021

Banjir Kp. Balakang Gegara Dinding Basemen Ciplaz Ambruk, Begini Tanggapan Bupati Cianjur

Selasa, 15 November 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste