• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Jadi Pewarta Penyejuk Diantara Berita Sensasional Dalam Situasi Pandemi

bydejurnalcom
Selasa, 1 Maret 2022
Reading Time: 2 mins read
Jadi Pewarta Penyejuk Diantara Berita Sensasional Dalam Situasi Pandemi
ShareTweetSend

Oleh : Sopandi *)

Awal-awal masa pandemi, dan ketika kasus positif di Indonesia sedang tinggi, ketika informasi mengenai karakter virus corona belum begitu saya pahami, saya merasakan lingkungan tempat mengagali informasi tentang hal apa saja untuk disajiian dalam berita, tak ubahnya sebagai medan perang.

Karena virus tak nampak mata, mungkin bisa jadi harus lebih waspada dari wartawan yang ditugaskan meliput di medan perang yang di atas kepalanya berseliweran peluru dari senjata tentara dua negara yang sedang berseteru. Karena virus tak nampak mata itu pula sehingga mungkin ketika kita berada di tempat yang justru banyak virusnya kita lengah, sedangkan di tempat yang kita duga aman ternyata di sana virus berada.

BacaJuga :

Modal Hanya Rp2,5 Juta, Pedagang Lansia di Jalan Otista Garut Terancam Gulung Gerobak, Kasbon Pekerja Proyek Hotel Suminar Hampir Rp1,1 Juta Belum Dibayar

Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah

SMKS Bakti Kusumah Garut Terapkan Absensi Digital, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa

Tetapi, seiring dengan pengetahuan tentang karakter virus corona maka ketakutan itu perlahan sirna, tidak menjadi pobia. Kuncinya; menjaga jarak dan memakai masker karena virus corona menular dengan sentuhan dan duplek, dan segera mencuci tangan sehabis aktivitas.

Dalam urusan memakai masker dan mencuci tangan mungkin hal yang mudah untuk dilakukan, jika pun lupa banyak yang mengingatkan. Namun, dalam hal menjaga jarak, seringkali terpaksa tidak bisa dihindari, ketika mewawancara nara sumber, ketika harus mengajar bahan berita yang dipandang menarik.

Meski sebenarnya, untuk mendapatkan informasi sebagai bahan berita, di jaman ini apa yang menjadi penghambat? Sekedar untuk mewawancara nara sumber selagi punya nomor konteknya, tinggal wawancara lewat telepon. Untuk melengkapi artikel pun tinggal klik internet. Malahan sebagian besar media online hanya melansir berita dari sumber media online lainnya. Hanya memang hilang momen silaturahmi dan karya yang ekslusif.

Kendala yang dirasakan justru bagaimana mengedukasi masyarakat dengan karya yang kita sajikan jika kita hanya melansir atau tidak membuat karya yang ekslusif.

Karena, di tengah pandemi ini informasi dari media sosial yang diproduksi oleh masyarakat berupa sajian video atau informasi hoax lainhya tentang pandemi kerap kali lebih mudah diterima masyarakat. Masyarakat pun kadang menelannya begitu saja. Masih mending jika informasi tersebut sesuatu yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk bangkit melawan pandemi, tapi apa jadinya jika informasi tersebut justru menimbulkan frustasi dan buruk sangka kepada pihak-pihak tertentu.

Sedangkan, kendala yang muncul dari diri penulis khususnya, lebih tertarik menyajijan berita sensasional. Misalnya, tingginya jumlah kasus positif, dan yang meninggal. Di satu sisi berita ini bisa menarik untuk dibaca, namun sisi lain terkesan menakut-nakuti, jika tanpa dibarengi dengan menyajikan berita sisi positif dari kasus pandemi dengan porsi lebih dominan. Misalnya, artikel dari tim medis yang kompeten menyampaikan bagaimana menghadapi pandemi, atau berita penyambutan pasien yang sembuh dari Covid-19 oleh warga di kampung halamannya. Ini akan membuat masyarakat merasa nyaman.

Di tengah pandemi memang menarik menyajikan berita sensasional, jumlah pasien Covid -19 yang meninggal bergelimpangan di lorong-lorong rumah sakit, warga masyarakat menolak pemakaman pasien Covid-19, dan berita “horor” lainnya. Namun, ini tantangan bagi saya untuk lebih mengedepankan bagaimana mencari bahan berita penyeimbang, agar berita horor itu tertutup oleh berita yang membangkitkan semangat dan menyejukan hati masyarakat.

Misalnya berita tentang, ternyata dari sekian banyak orang yang dites swab dinyatakan rektif positif, setelah menjalani tes PCR lebih dari 60 persen negatif Covid-19, dan berita lainya yang membangkitkan semangat masyarakat serta menyejukan hati.(*)

*) Penulis seorang jurnalis, domisili di Kabupaten Bandung

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Perubahan Bansos BPNT Jadi Tunai Diduga Oknum Agen Intervensi Pada KPM

Next Post

Petani Desa Depok Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Dampak Proyek Kereta Cepat

Related Posts

19 Tahun Kiprah Sosial Keluarga, Ully Emarita AD Jadi Sorotan di Pilkades Pagaden
GerbangDesa

19 Tahun Kiprah Sosial Keluarga, Ully Emarita AD Jadi Sorotan di Pilkades Pagaden

Kamis, 5 November 2026
Cegah Narkoba dan Perundungan Sejak Dini, Polres Purwakarta Edukasi Pelajar dan Orang Tua di SMPN 2 Maniis
deEdukasi

Cegah Narkoba dan Perundungan Sejak Dini, Polres Purwakarta Edukasi Pelajar dan Orang Tua di SMPN 2 Maniis

Kamis, 5 November 2026
Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Beri Bunga dan Reward kepada Pengendara Tertib
deNews

Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Beri Bunga dan Reward kepada Pengendara Tertib

Kamis, 5 November 2026
Modal Hanya Rp2,5 Juta, Pedagang Lansia di Jalan Otista Garut Terancam Gulung Gerobak, Kasbon Pekerja Proyek Hotel Suminar Hampir Rp1,1 Juta Belum Dibayar
deNews

Modal Hanya Rp2,5 Juta, Pedagang Lansia di Jalan Otista Garut Terancam Gulung Gerobak, Kasbon Pekerja Proyek Hotel Suminar Hampir Rp1,1 Juta Belum Dibayar

Kamis, 5 November 2026
Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah
deNews

Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah

Kamis, 5 November 2026
SMKS Bakti Kusumah Garut Terapkan Absensi Digital, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa
deNews

SMKS Bakti Kusumah Garut Terapkan Absensi Digital, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa

Kamis, 5 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

KabarDaerah

Perkuat Struktur hingga Akar Rumput, DPC PDI Perjuangan Garut Gelar Pendidikan Partai dan Konsolidasi PAC

Sabtu, 27 Desember 2025

BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader Gercep Turun Tangan Terapkan Sedekah Cahaya di Pangalengan

Rabu, 30 April 2025

Motor Banprov Diduga Dijual Telah Dikembalikan, BPD Cimaragas : APH Harus Lanjut dan Tuntaskan

Jumat, 31 Januari 2020

Covid-19 Purwakarta, 67 ODP Selesai Masa Pemantauan

Minggu, 17 Mei 2020

Tatang Gantikan Dasep Jabat Ketua APDESI Purwakarta

Rabu, 9 Februari 2022

41 Pelaku UKM Di Kecamatan Majalaya, berikan Pelatihan Kewirausahaan

Selasa, 16 Juli 2019

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste