Ciamis,- Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardyan, mengadakan kegiatan reses di Kantor DPC Partai Gerindra Ciamis, Jawa Barat. Jumat (20/12/2024).
Rokhmat Ardyan mengatakan reses digelar dengan tujuan untuk berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat.
“Komunikasi yang intensif antara pemerintah dan masyarakat itu penting agar program yang dirancang pemerintah pusat dapat memberikan manfaat ke daerah, sejumlah informasi terkait program pemerintah pusat ia paparkan,” katanya.
Lebih lanjut Rokhmat Ardiyan menyampaikan pentingnya menjaga ekosistem Taman Nasional Gunung Sawal.
“Kita ketahui bersama Gunung Sawal merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki peran vital bagi masyarakat sekitar, jika ekosistem Gunung Sawal terjaga, manfaatnya akan dirasakan oleh semua. Udara tetap bersih, kualitas air bagus, dan lingkungan menjadi sehat,” ucapnya.
Menurut Rokhmat untuk merealisasikan hla tersebut diperlukan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk Pemkab Ciamis dan DPRD setempat.
“Kita berencana akan berkolaborasi dengan pemerintahan terkait untuk memastikan aspirasi masyarakat terkait pelestarian Gunung Sawal dapat diwujudkan,” ucapnya
Rokhmat menegaskan bahwa sinergi semua pihak sangat penting demi keberlangsungan kawasan Gunung Sawal agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
“Tujuannya adalah terciptanya ekosistem lingkungan Taman Nasional Gunung Sawal yang baik. Maka dari itu, kami akan berkolaborasi dengan Pemkab Ciamis terutama dengan Bupati Ciamis dan DPRD Ciamis. Supaya keinginan atau harapan-harapan masyarakat terkait air dan udara bersih tercipta. Gunung Sawal bisa terjaga ekosistemnya,” ujarnya.
Selain membahas isu lingkungan, Rokhmat yang merupakan anggota Komisi XII DPR RI, membahas kenaikan gaji guru, terutama guru honorer, tak ketinggalan membahas program makan bergizi gratis yang merupakan program presiden Prabowo.
“Kenaikan gaji dan sebaginya merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah pusat pun sedang mempersiapkan program-program lainnya untuk dunia pendidikan,” ungkapnya.
Tak terkecuali dalam sektor pertanian, Rokhmat menurutkan turut mendukung upaya swasembada pangan melalui pembangunan irigasi baru, distribusi pupuk yang merata, serta penyediaan alat-alat pertanian modern.
“Kita targetkan Indonesia bisa mandiri pangan dalam 3-4 tahun ke depan,” tegasnya.
Rokhmat mengaku bahwa masa reses adalah momentum yang penting bagi anggota legislatif untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Di setiap desa memiliki persoalan sendiri-sendiri. Tetapi umumnya masalah yang dihadapi mereka berkaitan dengan sektor ekonomi, pertanian, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.
Rokhmat menegaskan rencana kenaikan pajak 12 persen itu hanya berlaku untuk barang-barang mewah, untuk kebutuhan pokok, sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian tidak akan terdampak.
Terkait program makan bergizi gratis, Rokhmat menjelaskan bahwa sistem tata kelola ini tengah dibangun agar kebutuhan pokok 60 juta rakyat yang berhak mendapatkan makanan bergizi dapat terpenuhi dan akan dimulai dipertengahan tahun 2025.
“Program seperti kedaulatan energi, hilirisasi, dan industrialisasi juga terus dikawal oleh Pak Prabowo untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.