• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Agustus 31, 2025
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kabar Kematian

bydejurnalcom
Jumat, 7 Februari 2020
Reading Time: 4 mins read
ShareTweetSend

Dikisahkan,sebagaimana di tulis dalam Kitab Durratun Nashihin bahwa di sudut Kota Madinah, terjadi sebuah percakapan antara Sulaeman bin Abdul Malik, seorang penguasa di zaman Bani Umayah, dengan Abu Hazim. Kedua orang tersebut bercakap-cakap tentang kematian.

“Ya Abu Hazim, apa sebabnya saya ini merasa takut akan datangnya kematian?” Kata Sulaeman bin Abdul Malik.

BacaJuga :

Gerakan Kemanusiaan: Yudha Puja Turnawan Dorong Generasi Muda Jadi Donor Darah Pemula

Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat dalam Kongres Persatuan

Unjuk Rasa Mahasiswa di Ciamis Ricuh, 7 Polisi Dan Sejumlah Massa Luka-Luka, Fasilitas DPRD Rusak, Provokator Diamankan

“Karena anda merusak akherat dan hanya membangun dunia. Itulah yang menyebabkan anda takut mati. Enggan meninggalkan alam dunia yang sudah begitu indahnya anda bangun, untuk pindah ke tempat yang baru yang masih dalam keadaan rusak,” jawab Abu Hazim.
“Tolong jelaskan, bagaimana keadaan orang yang pergi menghadap Allah itu ya Abu Hazim?”
“Jika orang itu shaleh, perginya menghadap Allah bagaikan musafir yang kembali ke keluarganya. Jika orang itu berdosa, ibarat seorang babu yang kabur dari majikannya dan dipaksa agar pulang kembali menemui tuannya.”

Diterangkan, tatkala malaikat malakal maut Izrail hendak mencabut roh manusia, pertama kali ia mendatanginya lewat mulut si mu’in. Namun tiba-tiba tidak jadi, kenapa? Karena mulut si mu’min selalu digunakan untuk berdzikir kepada Allah. Kemudian Izrail mencari jalan lain lewat tangannya, demikian juga, lewat tangannya tidak ada jalan untuk mencabut roh si mu’min, karena tangan itu suka digunakan untuk bershodaqoh, mengusap kepala anak yatim, menulis ilmu agama, maka Izrail mencari jalan lain lewat kaki, namun sama halnya, lewat kaki tidak ada jalan, karena kaki si mu’min sering digunakan untuk berjalan melaksanakan shalat berjamaah di masjid, digunakan berjalan mendatangi majelis dzikir dan pengajian-pengajian. Lalu Izrail mencari jalan lewat telinganya, begitu juga tidak ada jalan, karena telinga si mu’min suka digunakan untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan dzikir. Kemudian Izrail mencari jalan lewat mata, sama halnya, tidak ada jalan, karena mata si mu’min suka dipergunakan untuk menelaah mushaf-mushaf dan membaca Al-Quran. Maka akhirnya Izrail melaporkan kejadian itu kepada Allah SWT,

”Ya Allah, sungguh tidak sanggup saya mencabut roh si mu’min itu dari jasadnya karena tidak ada jalan.” Allah SWT berfirman : “Tulis lah asmaKu ditelapak tanganmu, lalu perlihatkan lah kepada rohnya orang beriman itu!”

Dengan menyebut asma Allah, ketika si mu’min itu dicabut rohnya dari jasadnya oleh malaikat Izrail,sungguh ia tidak merasakan sakit. “Ruh orang beriman ketika keluar dari jasadnya bagaikan rambut di cabut dari tepung,” demikian kata Nabi SAW.

Dalam riwayat lain dikisahkan, suatu hari Izrail mendekati Nabi Musa AS, lalu Musa AS bertanya,”Apakah engkau datang untuk mengunjungiku atau untuk mencabut nyawaku?”
Izrail menjawab,”Aku datang untuk mengambil nyawamu.”
Musa kembali bertanya,”Bisakah engkau beri kesempatan padaku untuk melakukan perpisahan dengan anak-anakku?” Izrail menjawab,”Tidak ada kesempatan untuk itu.”

Lalu Musa AS bersujud kepada Allah memohon agar Allah memerintahkan Izrail memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan kata-kata dengan anak-anaknya.

Allah SWT berfirman: “Wahai Izrail, berikan kesempatan pada Musa!”
Setelah diberinya kesempatan, lalu Musa AS mendatangi ibunya seraya berkata:” Wahai ibu,sebentar lagi saya akan melakukan safar.” Lalu ibunya bertanya,”Wahai anakku,apakah safar itu?” Musa menjawab,”Perjalanan ke akherat.”
Tiba-tiba ibunya menangis.

Lalu Musa AS mendatangi istrinya untuk menyampaikan salam perpisahan. Anak-anaknya mendekat kepangkuan Musa AS dan menangis. Musa AS sungguh terharu, ia pun menangis. Allah bertanya kepada Musa AS,”Hai Musa, kamu akan datang menemuiku, untuk apa tangisan dan rintihan itu?” Musa menjawab.”Hatiku mencemaskan anak-anakku.” Allah kemudian berfirman,”Wahai Musa, relakan hatimu untuk meninggalkan mereka, biarkan Aku yang menjaga mereka. Biarkan Aku mengurus mereka dengan kecintaanKu.”

Barulah hati Musa AS tenang. Lalu Musa AS bertanya kepada Izrail,”Silahkan dari arah mana engkau akan mencabut nyawaku?” Izrail menjawab,”Dari mulutmu wahai Musa.” Musa berkata,”Apakah engkau rela akan mencabut rohku lewat mulutku yang biasa berdzikir bermunajat kepada Allah?” Izrail menjawab,”Kalau begitu lewat tanganmu saja.” Musa kembali bertanya,”Apakah engkau mau mengambil nyawaku lewat tangan yang pernah dipakai untuk membawa lembaran-lembaran Taurot?” Izrail menjawab,”Kalau begitu aku akan mencabut rohmu lewat kakimu.” Musa bertanya lagi,”Apakah engkau mau mengambil nyawa dari kakiku yang pernah berjalan ke bukit Thur untuk bermunajat kepada Allah?” Namun kemudian Izrail memberikan jeruk yang harum untuk dihirup Musa As, seketika itu Musa AS menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Para malaikat bertanya kepada Musa AS,”Ya ahwanal anbiya kaifa wajadtalmaut?(Wahai Nabi yang paling ringan matinya, bagaimana rasanya kematian itu)?” Musa berkata,”Kasy syatin tuslakhu wahiya hayyatan(Seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup).”

Ma’asyirol mukminin.

Lebih dari ribuan tahun yang lalu, ditengah-tengah syahara, pada hari asyura, Imam Husain AS berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Kematian adalah jembatan penyebrangan dari keburukan dan kesengsaraan ke surga yang luas, kenikmatan abadi. Maka siapakah diantara kalian yang tidak mau berpindah dari penjara ke istana?(Itulah kematian bagi orang yang beriman). Sedangkan bagi orang yang tidak beriman (kafir), kematian adalah perpindahan dari istana ke penjara,dan azab. Kata Imam Husain AS, sesungguhnya ayahku berkata, dari Rasulullah SAW bahwa dunia itu penjara bagi orang mu’min dan surga bagi orang-orang kafir.”

Sebagian ulama mengatakan bahwa kematian adalah misteri. Hanya Allah SWT yang tahu kapan seseorang itu akan mati, apakah ia di ambil sewaktu masih bayi,muda, dewasa, ataukah dalam usia lanjut? Kematian merupakan jembatan perantara dari kehidupan dunia menuju kehidupan akherat.

Kematian pasti datang kepada siapapun. Tak mengenl jenis kelamin,kecantikan rupa, juga kekayaan. Jika Allah sudah menghendaki, orang tak akan bisa berkelit lagi. Kenyataannya, banyak orang takut menghadapi kematian. Penyebabnya bukan karena takut menghadapi Allah, tapi karena kurangnya perbekalan yang hendak dibawa. Lain lagi kalau seseorang sudah merasa mempunyai bekal yang cukup untuk bertemu Allah, ia akan merasa gembira dan menunggu-nunggu kedatangannya.

Walaahu ‘alam bish shawab. ***

(lili Guntur)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Deni Setiabudi S.Pd Calon Kades Incumbent Lanjutkan Enam Tahun Kedepan, Demi Masyarakat Desa Babakan Caringin

Next Post

H. Dadan Konjala Usulkan Benahi Citarum Lama Sebelum Buat Kolam Retensi

Related Posts

Bupati Herdiat Himbau Jaga Kondusivitas Ajak Warga Ciptakan Kabupaten yang Aman
deNews

Bupati Herdiat Himbau Jaga Kondusivitas Ajak Warga Ciptakan Kabupaten yang Aman

Minggu, 31 Agustus 2025
Tersangka Kasus Perusakan Gedung DPRD Ditetapkan Kapolres, Bupati dan Ulama Serukan Kondusifitas
deNews

Tersangka Kasus Perusakan Gedung DPRD Ditetapkan Kapolres, Bupati dan Ulama Serukan Kondusifitas

Minggu, 31 Agustus 2025
OKP -RGPI Kabupaten Bandung Menebarkan Kebaikan di Jumat Berkah
deNews

OKP -RGPI Kabupaten Bandung Menebarkan Kebaikan di Jumat Berkah

Minggu, 31 Agustus 2025
Gerakan Kemanusiaan: Yudha Puja Turnawan Dorong Generasi Muda Jadi Donor Darah Pemula
deHumaniti

Gerakan Kemanusiaan: Yudha Puja Turnawan Dorong Generasi Muda Jadi Donor Darah Pemula

Minggu, 31 Agustus 2025
Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat dalam Kongres Persatuan
Nasional

Akhmad Munir Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat dalam Kongres Persatuan

Minggu, 31 Agustus 2025
Unjuk Rasa Mahasiswa di Ciamis Ricuh, 7 Polisi Dan Sejumlah Massa Luka-Luka, Fasilitas DPRD Rusak, Provokator Diamankan
deNews

Unjuk Rasa Mahasiswa di Ciamis Ricuh, 7 Polisi Dan Sejumlah Massa Luka-Luka, Fasilitas DPRD Rusak, Provokator Diamankan

Sabtu, 30 Agustus 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

KabarDaerah

Dishub Ciamis Percepat PAD Lewat Penertiban Jukir dan Pemanfaatan Aset Terbengkalai

Rabu, 7 Mei 2025
Camat Pagaden Hj.Tri Utami, S.Sos., M.Si

Antisipasi Sampah Menumpuk, Camat Pagaden Bakal Ajukan Bak Sampah

Selasa, 5 Oktober 2021

Beberapa Warga Penerima PKH Mengaku Tak Pernah Pegang Kartu, Hanya Terima Uang Saja

Rabu, 16 September 2020

Bantuan Sapi Program UPPO Garut, Hilang atau Dijual Kelompok?

Kamis, 24 Oktober 2019

Kabupaten Ciamis Lakukan Rapat Koordinasi Persiapan PSBB 6 Mei

Selasa, 5 Mei 2020

Buka Musrenbang, Bupati Herdiat Tegaskan Pemangku Kebijakan Pikirkan Strategi Tingkatkan Pendapatan

Senin, 28 April 2025

Kanal

  • Budaya
  • BumDesa
  • deBisnis
  • deEdukasi
  • deHumaniti
  • deNews
  • dePolitik
  • dePraja
  • deSport
  • deWisata
  • GerbangDesa
  • Hukum dan Kriminal
  • Kalam
  • Legislator
  • Nasional
  • OpiniKita
  • Parlementaria
  • Regional
deJurnal.com

PT. MEDIA PANTURA GROUP
Jalan Raya Rawadalem Blok Bunga Rangga
Balongan - Indramayu
Email : redaksi.dejurnal@gmail.com

Dapur Redaksi :
Jl. Mekar Biru II No. 56 Cileunyi - Bandung

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Karir

© 2025 deJURNAL.com. Allright Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste