Dejurnal.com, TANGERANG. Dunia industri perunggasan tidak lagi hanya bicara soal produksi dan pemeliharaan ternak. Perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan keterampilan dan kemampuan beradaptasi semakin besar.
Hal itu pula yang ingin dikenalkan Korwil GOPAN Priangan Timur kepada generasi muda Ciamis melalui kunjungan edukasi ke ILDEX 2026 di ICE BSD Tangerang, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru SMK Industri Perunggasan (IPP) Ciamis bersama SMK Nurul Huda mendapat kesempatan melihat langsung berbagai perkembangan teknologi dan inovasi yang dipamerkan pelaku industri perunggasan nasional maupun internasional.

Rombongan dari Priangan Timur berangkat dari Ciamis pada Senin malam. Kehadiran mereka di ILDEX 2026 merupakan bagian dari undangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama DPP GOPAN.
Bagi para siswa, kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya melihat berbagai produk dan peralatan industri, tetapi juga diberi tugas menggali informasi langsung dari perusahaan yang mengikuti pameran.

Siswa dibagi dalam kelompok dan diarahkan mengunjungi sedikitnya 15 industri. Mereka diminta mencatat produk, teknologi, inovasi, peluang kerja dan magang, serta kemungkinan kerja sama yang dapat dikembangkan bersama sekolah.
Mereka juga mengunjungi stan GOPAN, perguruan tinggi, lembaga terkait serta stan lain yang memiliki hubungan dengan kompetensi perunggasan.
Pola kunjungan tersebut membuat siswa lebih aktif. Mereka harus memperkenalkan diri, menyampaikan asal sekolah, bertanya kepada petugas stan dan merangkum informasi yang diperoleh melalui kuesioner.

Kepala SMK Industri Perunggasan (IPP) Ciamis, Adisty Risnawati, menilai pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai kondisi dunia industri yang akan mereka masuki setelah menyelesaikan pendidikan.
“Anak-anak bisa melihat secara langsung perkembangan industri, termasuk teknologi yang digunakan dan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Adisty.
Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan perusahaan juga dapat membuka wawasan siswa mengenai pilihan karier. Terlebih, pendidikan di SMK memang diarahkan agar peserta didik memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain mengunjungi stan industri, siswa dan guru mengikuti seminar serta paparan hasil Teaching Factory (TEFA) dari SMK IPP Ciamis dan SMK Nurul Huda.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena apa yang ditemukan siswa selama berada di pameran dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran di sekolah, termasuk pengembangan TEFA.

Sementara itu, Korwil GOPAN Priangan Timur Kuswara Suwarman mengatakan pelibatan siswa dalam ILDEX 2026 merupakan bagian dari upaya mengenalkan dunia industri kepada generasi muda sedini mungkin.
“Kami ingin anak-anak muda Ciamis tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi peternakan. Sejak dari bangku sekolah sudah mengenal teknologi, industri dan dunia kerja perunggasan secara langsung,” kata Kuswara.
Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti setelah rombongan kembali ke Ciamis. Informasi yang diperoleh siswa maupun guru dapat menjadi bahan untuk membangun komunikasi lebih lanjut dengan industri.
Menurut Kuswara, peluang kolaborasi dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari program magang, kemitraan sekolah dan industri, penguatan Teaching Factory hingga pengenalan teknologi perunggasan yang lebih mutakhir.
“Ini bukan sekadar kunjungan ke pameran. Kami ingin membawa pulang gagasan dan jejaring untuk kemudian ditindaklanjuti di Ciamis,” ujarnya.
Kehadiran siswa Ciamis di ILDEX 2026 juga memperlihatkan pentingnya mempertemukan pendidikan vokasi dengan perkembangan industri. Siswa memperoleh kesempatan melihat langsung teknologi yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui materi pembelajaran.
Bagi SMK IPP Ciamis, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan sektor perunggasan.
Sedangkan bagi GOPAN Priangan Timur, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas ruang belajar generasi muda sekaligus membangun jejaring antara sekolah dan pelaku industri.
Harapannya, dari pengalaman sederhana di sebuah pameran internasional, lahir wawasan baru yang bisa dibawa pulang dan dikembangkan di Ciamis.
Sebab, kemajuan industri perunggasan tidak hanya membutuhkan teknologi yang semakin modern, tetapi juga generasi muda yang siap memahami, menggunakan dan mengembangkan teknologi tersebut. (Nay Sunarti)


















