CIAMIS, deJurnal,- Menjamurnya kafe di berbagai sudut Kabupaten Ciamis menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan gaya hidup, tetapi juga membuka peluang besar bagi komoditas kopi lokal untuk berkembang dan bersaing.
Di balik ramainya kafe-kafe tersebut, ternyata Ciamis menyimpan potensi besar sebagai daerah penghasil kopi berkualitas di Jawa Barat.
Mulai dari dataran tinggi hingga kawasan pegunungan, berbagai wilayah di Ciamis menghasilkan kopi dengan cita rasa khas yang kini mulai dilirik pasar.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menyebut tren meningkatnya konsumsi kopi ini berdampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, khususnya dari sektor pajak dan pelaku usaha.
“Banyaknya kafe yang bermunculan di Ciamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi kreatif yang cukup pesat. Ini juga menjadi peluang besar bagi kopi lokal untuk lebih berkembang dan memiliki nilai tambah,” ujar Endang. Senin (13/04/2026)
Ia menambahkan, sinergi antara pelaku usaha kafe dan petani kopi lokal perlu terus diperkuat agar potensi ini bisa dimaksimalkan, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Kabupaten Ciamis juga memiliki sejumlah daerah penghasil kopi unggulan yang sudah dikenal luas, bahkan hingga luar daerah.
Berikut beberapa sentra kopi terbaik di Ciamis:
1. Kopi Rajadesa
Kopi dari wilayah Rajadesa sudah lama dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Ciamis.
Produksinya bahkan mampu menembus pasar luar daerah seperti Temanggung, Surabaya, hingga Bandung.
Tidak hanya menjual biji mentah, masyarakat Rajadesa juga mulai mengembangkan produk olahan kopi siap konsumsi, menjadikannya bagian dari agroindustri lokal yang terus tumbuh.
2. Kopi Panjalu, Panumbangan
Wilayah dataran tinggi di Panjalu dan Panumbangan menjadi lokasi ideal untuk budidaya kopi, terutama jenis robusta.
Curah hujan yang cukup dan kondisi tanah yang subur menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang khas.
Sebagian besar perkebunan kopi di Ciamis memang tersebar di wilayah utara yang berbatasan dengan kawasan pegunungan ini.
3. Kopi Sukawening
Desa Sukawening mulai mencuri perhatian sebagai daerah penghasil kopi potensial.
Letaknya yang berada di kaki Gunung Sawal menjadikan wilayah ini memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung pertumbuhan kopi berkualitas.
Dengan dukungan berbagai pihak, kopi Sukawening berpeluang menjadi identitas lokal yang membanggakan.
4. Kopi Sukadana
Kopi Sukadana memiliki keunikan tersendiri, tidak hanya dari segi rasa tetapi juga budaya. Salah satu yang terkenal adalah kopi godog, yang memiliki cara penyajian khas dan berbeda dari kopi pada umumnya.
Bahkan, kopi godog dari Sukadana telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional, menjadikannya simbol kekayaan budaya lokal.
5. Kopi Kalijaya
Desa Kalijaya dikenal sebagai penghasil kopi robusta dengan cita rasa khas. Kondisi dataran tinggi yang dimiliki wilayah ini sangat mendukung budidaya kopi secara optimal.
Kini, kopi Kalijaya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga mulai diolah menjadi produk siap konsumsi. Bahkan, sejumlah kafe di Ciamis telah menggunakan kopi ini sebagai bahan utama.
Endang menuturkan pentingnya kolaborasi antara petani kopi dan pelaku usaha kafe agar tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kopi lokal Ciamis bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kafe-kafe yang ada bisa memanfaatkan produk lokal, sehingga perputaran ekonomi semakin kuat di daerah,” katanya.
Dengan potensi yang dimiliki, kopi Ciamis tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. (Nay Sunarti)














