CIAMIS, deJurnal,- Panen padi organik tingkat Kabupaten Ciamis di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (16/7/2026), menjadi lebih dari sekadar perayaan hasil panen.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk memperkuat fondasi pengembangan pertanian organik melalui peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican, sebuah pusat koordinasi yang diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan pertanian sehat dan berkelanjutan.
Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., yang hadir mewakili Bupati Ciamis.
Agenda tersebut dirangkaikan dengan Panen Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis di hamparan sawah Kelompok Tani Parikesit yang selama ini menjadi salah satu sentra pengembangan padi organik di wilayah selatan Ciamis.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Sekda mengatakan keberhasilan panen organik merupakan hasil dari proses panjang yang diawali dengan Gerakan Tanam Padi Organik pada April 2026. Setelah melalui masa budidaya sekitar 110 hari, kerja sama berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil yang dapat dirasakan bersama.
“Panen padi organik hari ini bukan sekadar keberhasilan memanen hasil pertanian. Lebih dari itu, ini merupakan bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama mampu menghadirkan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya apa yang dilakukan sejarang adalah investasi bagi masa depan pertanian Kabupaten Ciamis
Ia juga menegaskan, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Dengan luas baku sawah mencapai 32.386 hektare, Kabupaten Ciamis mampu menghasilkan sekitar 402.917 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 257.947 ton beras setiap tahun.
Besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan pola budidaya yang mampu menjaga kelestarian sumber daya alam.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong penerapan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui penggunaan pupuk organik, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.
Sekda menilai pertanian organik bukan hanya menghasilkan produk pangan yang lebih sehat, tetapi juga mampu memperbaiki kualitas tanah, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Selain panen raya, perhatian juga tertuju pada peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican.
Bangunan yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Sekda.
Keberadaan sekretariat tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas para petani dalam mengembangkan pertanian organik. Tidak hanya sebagai tempat koordinasi, sekretariat juga akan difungsikan untuk pelatihan, pendampingan, pengembangan inovasi budidaya, hingga memperluas kemitraan dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Keberadaan sekretariat ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kelembagaan petani. Dengan organisasi yang semakin solid, pengembangan pertanian organik akan lebih terarah dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, penyuluh pertanian, Organisasi Organik Ciamis, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Hamparan sawah Kelompok Tani Parikesit seluas 24,36 hektare dipilih sebagai lokasi panen tingkat kabupaten karena dinilai berhasil menerapkan sistem budidaya organik secara konsisten. Hingga tahun 2026, luas lahan padi organik tersertifikasi di Kabupaten Ciamis telah mencapai 54,46 hektare yang tersebar di Kecamatan Cihaurbeuti, Pamarican, Banjarsari, dan Banjaranyar.
Sekda berharap peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican menjadi titik awal semakin kuatnya sinergi dalam pengembangan pertanian organik.
Dengan dukungan kelembagaan yang kokoh dan kolaborasi lintas sektor yang terus terjalin, Ciamis optimistis mampu memperluas kawasan pertanian organik, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, unsur Forkopimda Kabupaten Ciamis, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, para kepala perangkat daerah, camat, Ketua APDESI Kabupaten Ciamis, penyuluh pertanian, gabungan kelompok tani, Organisasi Organik Ciamis, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (Nay Sunarti)















