Dejurnal.com, CIAMIS – Pengajian rutin pekan keempat Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kabupaten Ciamis kembali menjadi ruang berkumpulnya masyarakat sekaligus wadah memperkuat pemahaman keagamaan dan ketahanan keluarga.
Tak hanya menghadirkan tausiyah keagamaan, pengajian tersebut juga diisi pesan kamtibmas dari jajaran Polres Ciamis, Selasa (22/09/2026)
Jamaah diajak melihat persoalan keamanan dari lingkungan paling dekat, terutama keluarga, sebagai tempat pertama membentuk karakter anak dan mencegah mereka terjerumus ke lingkungan yang berisiko.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., serta Kapolres Ciamis yang diwakili Kapolsek Ciamis, Kompol Alan Dahlan, S.H., M.H.
Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi. Yayan menguatkan sisi pembinaan agama dan peran keluarga, sedangkan Alan membawa pesan kepolisian tentang pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kemenag Apresiasi Konsistensi BKMM
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., mengapresiasi konsistensi BKMM dan Majelis Taklim Amaratussolihah dalam menyelenggarakan pengajian secara rutin.

Menurut Yayan, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena menjadi sarana untuk meningkatkan literasi agama dan keagamaan masyarakat.
Ia melihat pengajian tidak sekadar menghadirkan jamaah dalam jumlah besar, tetapi juga membahas berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BKMM dan Majelis Taklim Amaratussolihah yang telah mengadakan pengajian luar biasa ini. Kegiatan seperti ini membantu Kementerian Agama dalam rangka meningkatkan literasi agama dan keagamaan masyarakat,” ujar Yayan.
Ia mengaku terkesan melihat antusiasme jamaah yang memenuhi Masjid Agung Ciamis. Peserta datang dari berbagai wilayah, menunjukkan pengajian BKMM telah menjadi salah satu ruang pembinaan keagamaan yang aktif di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Yayan juga menekankan posisi perempuan dalam keluarga. Menurutnya, kaum ibu memiliki peran penting sebagai madrasah pertama bagi anak.
Karena itu, pemahaman agama yang diperoleh melalui pengajian diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, terutama dalam mendidik anak, membangun karakter, serta menjaga keseimbangan kehidupan keluarga.
Polisi Ingatkan Orang Tua soal Anak dan Lingkungan
Pesan berbeda disampaikan Kapolsek Ciamis, Kompol Alan Dahlan, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kapolres Ciamis.
Dalam penyampaiannya, Alan membawa semangat “Jawara Jaga dan Rawat Jawa Barat” dengan mengajak masyarakat ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungan masing-masing.

Ia menyoroti fenomena berandalan bermotor yang masih menjadi perhatian. Menurutnya, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi perlu dimulai dari keluarga.
Orang tua diminta tidak menutup mata ketika anak menghadapi persoalan di rumah. Perselisihan keluarga, kurangnya perhatian, maupun persoalan lain yang tidak terselesaikan dapat berdampak terhadap perilaku anak.
“Kalau ada masalah di keluarga, anak-anak harus kita selamatkan. Jangan sampai mereka mencari pelampiasan ke luar rumah dan akhirnya masuk ke lingkungan yang salah,” pesan Alan.
Ia mengajak masyarakat menjaga diri, keluarga, dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan kepedulian tersebut, situasi Ciamis diharapkan tetap aman, lancar, dan kondusif.
Menurut Alan, menjaga kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian. Peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga sangat diperlukan untuk mencegah berbagai persoalan sosial sejak dini.
BKMM Dorong Keluarga Sakinah
Ketua Pengurus Daerah BKMM Kabupaten Ciamis, Dra. Hj. Talbiyah Munadi, S.H., menyambut baik kehadiran Kepala Kemenag dan jajaran kepolisian dalam pengajian tersebut.
Ia menilai materi yang disampaikan kedua narasumber saling berkaitan dengan tujuan BKMM dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang lebih baik.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan dapat diterjemahkan dan diamalkan oleh ibu-ibu serta seluruh jamaah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujar Talbiyah.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial. Keluarga yang mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan dengan baik akan membantu membentuk anak-anak yang memiliki akhlak serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Talbiyah berharap pengajian rutin setiap pekan keempat terus menjadi ruang pembinaan yang memberikan manfaat lebih luas, bukan hanya dalam pemahaman agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Harapan kami, keluarga di Ciamis semakin kuat, mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta mendidik putra-putri menjadi anak yang saleh dan salehah. Dari keluarga yang kuat, insyaallah lahir masyarakat yang aman, nyaman, dan damai,” pungkasnya. (Nay Sunarti)


















