Dejurnal.com, Garut – Pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Garut periode 2025–2030 berlangsung khidmat di Gedung Pendopo Garut pada Minggu (10/5/2026). Mengusung tema “Bersama PDGI Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Kolaborasi di Bidang Kesehatan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Dr.Ir.H.Abdusy Syakur Amin,M.Eng.,IPU, Wakil Bupati Garut drg.Hj.Luthfianisa Putri Karlina,M.BA, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr.Hj. Leli Yuliani,M.M serta jajaran pengurus dan anggota PDGI Cabang Garut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan komitmen bersama dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir menekankan pentingnya peran dokter gigi tidak hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, serta aktif menjangkau wilayah-wilayah yang masih minim akses layanan kesehatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut drg. Luthfianisa Putri Karlina dalam sesi wawancara dengan awak media mengungkapkan adanya ketimpangan distribusi dokter gigi di wilayah Kabupaten Garut, khususnya di daerah selatan. Ia menyebutkan bahwa dari sekitar 60 lebih puskesmas yang ada, hanya sekitar 20 yang memiliki dokter gigi, sementara sisanya masih belum terlayani secara optimal.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan tenaga dokter gigi di Garut masih menjadi tantangan besar. Banyak dokter gigi yang belum tertarik untuk praktik di wilayah selatan, kemungkinan karena faktor akses, fasilitas, hingga keterbatasan rumah dinas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebenarnya jumlah dokter gigi di Kabupaten Garut tergolong cukup, yakni hampir mencapai 70 orang. Namun, distribusi yang tidak merata serta status kepegawaian yang beragam tidak semuanya Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pelayanan di daerah pelosok.
Menurutnya, kendala lain yang dihadapi adalah minimnya fasilitas pendukung di wilayah terpencil, yang membuat tenaga medis enggan ditempatkan di sana. Meski demikian, ia tetap optimis bahwa melalui kolaborasi dengan PDGI, solusi dapat terus diupayakan.
“Jika memang belum memungkinkan untuk menempatkan dokter gigi secara permanen di seluruh wilayah, setidaknya bisa dilakukan kunjungan rutin ke daerah-daerah tersebut, misalnya satu kali dalam setahun. Ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan gigi meski secara terbatas,” tambahnya.
Pelantikan pengurus PDGI Cabang Garut ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi dalam menjalankan program-program strategis, termasuk peningkatan kapasitas anggota, pemerataan layanan, serta kolaborasi lintas sektor.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, PDGI Garut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan daerah.
Melalui momentum ini pula, diharapkan muncul inovasi dan langkah konkret untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan, sehingga seluruh masyarakat Garut, tanpa terkecuali, dapat merasakan akses layanan kesehatan gigi yang merata dan berkualitas.***Willy
















