CIAMIS, deJurnal,- SMK Industri Perunggasan Panjalu (SMK IPP) Ciamis memperkuat hubungan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) melalui kunjungan serta koordinasi bersama Pasini Farm Layer di Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Off Room Pasini Farm Layer tersebut menjadi ruang dialog antara sekolah dengan pelaku industri peternakan unggas.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan program sekolah, tetapi juga diarahkan pada penyelarasan pembelajaran dengan kebutuhan industri.
Kepala SMK Industri Perunggasan Panjalu, Adisty Risnawati, S.Pt., M.M., mengatakan hubungan antara sekolah dan industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Menurutnya, kompetensi yang diberikan kepada siswa harus terus disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja.
“Melalui koordinasi ini, sekolah menyampaikan kondisi dan program pengembangan SMK IPP Ciamis, termasuk Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP), pembelajaran berbasis praktik, Teaching Farm, kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga rencana pengembangan sekolah,” ucapnya.
Pertemuan juga dimanfaatkan untuk memperoleh masukan langsung dari praktisi peternakan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Adisty mengatakan masukan dari DUDIKA dinilai penting agar pembelajaran di sekolah tidak berhenti pada penguasaan teori.
“Siswa nantinya dapat memiliki keterampilan praktis, memahami tata kelola usaha peternakan, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memiliki kesiapan untuk masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah peluang kerja sama juga dibahas. Di antaranya penguatan PKL, pengembangan Teaching Farm atau Teaching Factory, keterlibatan guru tamu dari industri, magang guru, sertifikasi kompetensi hingga peluang penyerapan lulusan.
Adisty, menilai kerja sama seperti ini perlu dibangun secara berkelanjutan. Sebab, perkembangan industri perunggasan berlangsung dinamis sehingga sekolah harus mampu mengikuti kebutuhan dan perubahan yang terjadi di lapangan.
Selain dengan Pasini Farm Layer, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah unsur yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan dan sektor peternakan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Naratas, H. Ajat Darajat; Komisaris Idaman, drh. H. Yayat Supriatna; Direktur Pasini Farm Layer, Anggun Pasini, S.Pt., M.Pt.; DPP GOPAN Yusuf Nataprawira; serta PPAP Edra, S.Pt.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif sekolah dalam menyiapkan lulusan SMK IPP Ciamis agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Koordinasi juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan, mulai dari peningkatan kompetensi guru dan siswa, pembelajaran praktik, sarana prasarana, hingga pengembangan Teaching Farm.
Dari sisi industri, masukan yang diberikan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan program pendidikan di SMK IPP Ciamis.
Kerja sama sekolah dengan DUDIKA nantinya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan atau silaturahmi.
Sebaliknya, hubungan tersebut diarahkan pada program nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Dengan pola kemitraan tersebut, SMK IPP Ciamis menargetkan lulusan yang tidak hanya memahami bidang Agribisnis Ternak Unggas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan kerja, karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja.
Ketua Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Ir. H. Kuswara Suwarman, M.Sc., turut memberikan dukungan terhadap penguatan hubungan antara SMK IPP Ciamis dan dunia industri.
Kuswara menjelaskan kemitraan dengan DUDIKA menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan pendidikan yang diberikan sekolah tetap relevan dengan kebutuhan lapangan. D
“Dengan sinergi antara sekolah, industri, pemerintah, organisasi peternakan dan yayasan, pengembangan SMK IPP Ciamis diharapkan dapat berjalan lebih terarah,” tuturnya.
Dikatakan Kuswara hasil koordinasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menyusun rencana tindak lanjut, termasuk kemungkinan pengembangan kerja sama di bidang PKL.
“Selain itu juga dapat menjalin kerjasama dalam bidang Teaching Farm/Teaching Factory, guru tamu, magang, sertifikasi kompetensi dan pengembangan peluang kerja bagi lulusan,” katanya.
Kuawara berharap langkah tersebut semakin memperkuat posisi SMK IPP Ciamis sebagai sekolah vokasi yang menyiapkan sumber daya manusia terampil untuk sektor agribisnis ternak unggas. (Nay Sunarti)
















