• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

“Goyang Mamurung” Akan Goyang Bale Rame Sabilulungan

bydejurnalcom
Sabtu, 15 Agustus 2020
Reading Time: 2 mins read
“Goyang Mamurung” Akan Goyang Bale Rame Sabilulungan
ShareTweetSend

Dejurnal.com,Bandung – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung menggelar Pesta Rakyat “Kuwera Bakti Sabilulungan”. Acara tersebut akan dilangsugkan di Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (16 /8/2020 ) pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Selain akan ditabuh Goong Renteng Batu Karut Arjasari dipagelarkan juga Ulin Bedog (penca), tarian Kujang Wadon, Flash Moob Rigig Bandung Edun, dan bintang tamu Rita Tila. Dipagelarkan juga tari kolosal “Goyang Mamarung” karya Mas Nanu Munajar alias Bah Nanu yang dibawakan 50 penari.

BacaJuga :

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Menurut Bah Nanu, selain dibawakan 50 penari akan diikuti pula ratusan penari dari 71 sanggar tari dari kota/kabupaten Jawa Barat & DKI Jakarta. Mereka akan menari di setiap sanggar atau di objek wisata di Kabupaten Bandung dan ditayangkan secara virtual.

“Tarian Goyang Mamarung pada Pesta Rakyat Kuwera Bakti Sabilulungan ini kelanjutan atau rangkaian dari pringatan hari tari sedunia atau world dance day pada 12 April 2020. Namun karena ada pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri, penyelenggaraannya diundur ke bulan Agustus pada Pesta Rakyat Kuwera Bakti Sabilulungan di Kabupaten Bandung,” kata Bah.Nanu saat dihubungi via telepon, Sabtu (15/8/2020).

Tari Goyang Mamarung ini, terang Bah Nanu mengambil dari nama gerakan pinggul yang senantiasa ditampilkan oleh ronggeng pada pertunjukan kesenian Ketuk Tilu, yaitu yang disebut goyang.

Bah Nanu menerangkan, pada pertunjukan tari pergaulan Ketuk Tilu kehadiran ronggeng dengan goyangannya sekait dengan erotis bukanlah semata mengeksploitasi kepentingan seksualitas tetapi secara implisit mengandung nilai filosofis yakni nilai kesuburan.

“Lewat penampilannya ronggeng menari dan sambil mengeksploitasi gerak-gerak erotik seperti goyang pinggul: geol, gitek, goyang dan lain sebagainya. Hal ini merupakan unsur seks yang besar, karena unsur seks itulah yang tersirat asal dari upacara ‘kesuburan padi,” ujar Bah Nanu.

Lebih lanjut Bah Nanu mengungkapkan,tari ronggeng ketuk tilu selalu identik dengan gerak-gerak erotis, kiranya apa yang terakumulasi dalam gerakan tersebut bukanlah sesuatu yang dianggap rendah, murah atau jelek. Akan tetapi gerakan tersebut pemaknaannya lebih mendalam sebagai lambang kesuburan.

Sedangkan kata goyang, menurut Bah Nanu dijadikan judul tarian ini, adalah untuk memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan dan perkembangan tari Ketuk Tilu, Doger, Ronggeng Amen, Ronggeng Ketuk, Tayub, hingga Bajidoran dan bahkan Jaipong gerak goyang pinggul telah mewarnai sensasi pertunjukan tari pergaulan dan pertunjukan rakyat di daerah tatar Sunda (Jawa Barat).
Menurut Bah Nanu, kata Mamarung mengambil istilah dari Ketuk Tilu yang artinya ngamimitian” atau memulai. Atau “Marung”, artinya sama-sama bertemu.

“Jadi sajian tari Goyang Mamarung yang akan diusung oleh 50 penari ini dan 71 sanggar di Jabar dan DKI Jakarta adalah memulai atau mempertemukan berbagai kalangan penari dari daerah kota/Kabupaten Jawa Barat maupun dari luar provinsi yang mengusung tarian ini dalam suasana semangat, ceria, gembira dan terpatri dalam berbagai gerak goyang, dengan diiringi lagu Terembel, Sinyur, dan Siuh,” tutur Bah.Nanu.

Pada kesempatan itu akan ditampilkan pula tari Rigig Bandung Edun. Menurut Bah Nanu tarian ini akan dijadikan tarian khas Kabupaten Bandung.

“Tarian ini mencoba menggali memadukan lagu Yao-Yao dari kesenian tradisi Gemyung dengan Dipapag-Papag dan Ketuk Tilu (kabupaten Bandung) serta Kiliningan Bajidoran merupakan potensi kearifan budaya lokal yang dikolaborasikan dengan tepak kendang kreasi baru saat ini,” terangnya.

Iya menjelaskan lagi, ungkapan yang tersaji diusung lewat suasana ceria, gembira, dan semangat, serta dengan gerak-gerak atraktif dan irama yang dinamik. “Ungkapan kegembiraan, keceriaan dan kesemangatan yang bentuk ungkapannya direpresentasikan lewat berbagai gerak masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pengukuhan Anggota Paskibraka Kabupaten Karawang

Next Post

PPK Pembangunan Gedung DKUKM Garut Bantah Telah Terima Uang Dari PT DJP, Ada Orang Catut Nama Saya!

Related Posts

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan
deNews

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan

Sabtu, 21 Februari 2026
Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan
deNews

Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Sabtu, 21 Februari 2026
Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎
deNews

Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎

Jumat, 20 Februari 2026
deNews

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Jumat, 20 Februari 2026
Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa
deNews

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Jumat, 20 Februari 2026
Polres Subang Ungkap  Ibu bunuh anak kandung
Hukum dan Kriminal

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Jumat, 20 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Krakkk, Tiada Hujan Tak Ada Angin Pohon Depan Mapolsek Bojonggenteng Tumbang

Kamis, 22 Oktober 2020

Pelaku Penggelapan Dana Desa Pangaur Jasinga Bogor, Berhasil di Amankan

Jumat, 26 Mei 2023

Kadinkes Purwakarta Resmikan Klinik Utama Shanaya

Jumat, 17 Maret 2023

Cerita Dibalik Terjadinya Banjir Bandang Garut

Senin, 3 Oktober 2016

Safari budaya Dedi Mulyadi di Kabupaten Bandung

Sabtu, 15 Oktober 2016

Beberapa Warga Penerima PKH Mengaku Tak Pernah Pegang Kartu, Hanya Terima Uang Saja

Rabu, 16 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste