Minggu, 16 Juni 2024
BerandadePrajaKapolres Garut Serta Ulama Bersilaturahmi Kamtibmas Bersama Warga Sindanggalih Karangtengah

Kapolres Garut Serta Ulama Bersilaturahmi Kamtibmas Bersama Warga Sindanggalih Karangtengah

Dejurnal.com, Garut- Kapolres Garut AKBP DEDE YUDY FERDIANSAH , S.I.K , M.I.K bersama pimpinan ponpes Al Jauhari DR. KH. Jujun Junaedi , M.Ag, Mantan Napiter Firman bersilaturahmi kamtibmas bersama warga Sindanggalih Kecamatan Karangtengah, Senin (3/8/2020).

Kegiatan tersebut didampingi Kasat Bimmas AKP Dudu Gunawan, SH , Kapolsek sukawening Akp Nurzaman, SH,MSi, KBO Intel Ipda Wawan Hermawan, SH , Plh Kasubbag Humas, Ipda Muslih, SH , Kasi Propam Ipda Sona RA, S.Ip, MM , Camat Karang Tengah , dan Pos Koramil dan Kepala Desa Sindanggalih.

Kapolres Garut menyampaikan, silatuhami di jalin bersama warga masyarakat Sindanggalih ini dalam rangka menangkal penyebaran faham radikalisme, terorisme dan intoleran yang ada di wilayah Kabupaten Garut , guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif.

Kapolres Garut pun mengingatkan tentang masih adanya penyebaran virus covid-19, untuk warga masyarakat dihimbau untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker baik di rumah maupun di luar rumah.

Dalam silaturahmi itu, hadir mantan napiter Firman yang menjalani hukuman 5 tahun penjara di Lapas Cibinong karena kasus Teroris merusak Pos Polisi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran sesat teroris.

Ia pun menyampaikan tip di antaranya :
– Kepada anak muda jangan percaya sepenuhnya terhadap informasi di medsos dengan iming – iming uang, barang – barang mewah juga jabatan
-Tetap berpegang dan setia kepada NKRI
– Jalin silaturahmi dengan keluarga jangan ada kesenjangan sosial
– Kenalkan agama dengan baik kepada warga masyarakat
– jangan mengucilkan kepada para napi , supaya tidak kembali radikal justru harus di rangkul supaya punya kepercayaan untuk hidup bersama .

Sementara itu, KH Jujun menyampaikan bahwa Islam bukan agama radikalisme , dan pesantren juga tidak mengajarkan hal-hal jelek, jangan sampai berbicara agama di luar pesantren / mesjid , jangan bicara negara di Pos ronda agar tidak salah paham tempatkan pada posisinya.

“Kalau teroris membunuh orang yang tanpa dosa dengan keyakinan masuk surga itu semua keliru dan sesat,” tandasnya.

Terkait adanya orang yang di tangkap di Sindanggalih itu bukan warga asli malainkan pendatang dan yang hadir adalah sari sari orang sindanggalih, insya alloh orang orang baik.

“Intinya NKRI di rumuskan oleh para kyai jangan di rusak oleh teroris yang mengatasnamakan agama islam,” pungkasnya.***Udg/Hum

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI