• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Warga Garut Terpapar Covid-19 Kian Meroket, Isolasi Mandiri Tanpa SOP Jadi Biang Kerok

bydejurnalcom
Sabtu, 3 Juli 2021
Reading Time: 2 mins read
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut, Karnoto saat mengecek warga yang isolasi mandiri.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut, Karnoto saat mengecek warga yang isolasi mandiri.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Kasus Covid 19 di Garut terus bertambah, kendati sudah dilakukan tracing testing dan treatmen penanggulangan outbreak pasca mudik lebaran dan Pilkades ternyata angka konfirmasi positif covid-19 tidak kunjung turun, bahkan tembus seribu kasus lebih pertiga harinya.

Karena banyaknya terpapar covid -19 yang meninggal terus bertambah hingga 33 orang pada Kamis (1/7/2021) lalu.

Saat meninjau lokasi isolasi mandiri di masyarakat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut Karnoto,SKep.MSi menyebutnya sebagai penyebab mengapa penularan covid terus terjadi. Contoh kasus di Panyindangan Cisompet, hasil tracing testing awal ditemukan 22 kasus positif covid-19,

BacaJuga :

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

“Setelah diisolasi secara mandiri ternyata beberapa minggu berikutnya bertambah menjadi 97 orang positif Covid. Begitu pula beberapa titik isolasi mandiri di Cilawu, dan kecamatan Cibalong kasus Covid terus bertambah hingga Puskesmas Cilawu harus membuka layanan rawat inap sampai pasang tenda di halaman gedung karena pasien yang datang melebihi kapasitas,” ungkapnya

Menurutnya kasus yang terdeteksi dan dilakukan treatmen, bagaimana dengan kasus covid yang tidak terdeteksi sementara kepatuhan masyarakatnya pada prokes sangat rendah.

“Banyak laporan warga dari beberapa pelosok kampung menyampaikan adanya 1, 2 hingga 3 orang dalam satu keluarga yang tiba -tiba sakit parah kemudian meninggal dengan gejala khas covid -19 tanpa terlebih dahulu dirapid test. Kondisi seperti ini ditakutkan menjadi biang kerok terus terjadinya penularan,” paparnya.

Karnoto menjelaskan penyebab kenapa penularan covid 19 terus terjadi. Ada skitar 5000-an orang yang terkonfirmasi positif covid-19 melakukan isolasi mandiri di masyarakat tapi tidak sesuai standar SOP. Jika mengacu pada teori gunung es, bisa jadi fakta sebenarnya adalah sepuluh kali lipat. Berarti ada 50.000 orang sebenarnya yang sudah terpapar covid 19 di Garut. Ini bahaya jika dibiarkan.

“Rilis terakhir dari satgas covid-19 Garut pada Jumat (2/7/2021) bahwa 18.980 warga telah terkonfirmasi positif, 822 orang meninggal, 13.170 sembuh, 567 orang dalam perawatan dan isolasi di rumah sakit/perawatan, dan 4.421 orang sisanya karena tidak tertampung melakukan isolasi secara mandiri di masyarakat,” katanya.

Namun lanjut Karnoto, hasil sidak Komisi 4 DPRD Garut ke lapangan menilai proses isolasi mandiri warga tidak memenuhi standar SOP. Diantaranya fasilitas rumah isolasi yang kecil dan bercampur sehingga memungkinkan kontak erat dengan anggota keluarga lain.

“Sedangkan protokol kesehatan tidak dijalankan secara ketat, terbatasnya kunjungan pelayanan kesehatan dari Puskesmas setempat karena faktor jarak dan keterbatasan tenaga kesehatan. Serta persoalan sosial ekonomi masyarakat yang memperumit proses pengetatan dan penyekatan mobilitas warga di perkampungan,” ujarnya.

Covid -19 sudah sedemikian jauh merebak di tengah -tengah masyarakat hingga pelosok daerah.

Lebih jauh Karnoto mengatakan tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah kabupaten. Sudah semestinya perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, RW-RT berperan aktif dalam penanggulangan covid secara mandiri dengan menyelenggarakan isolasi mandiri yang sesuai standar SOP.

Ia berharap bagi warga terkonfirmasi, mensosialisasikan dan menjalankan Prokes 6M kepada setiap warga, serta menanggulangi berbagai dampak sosial ekonomi pada warga dengan bergotong royong.***Udg

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Plt. Kadisdikbud Cianjur Salahkan Permendikbud, Ini Kata Ormas Pekat-IB

Next Post

Hampir Dua Tahun Berlalu, Sampai Dimana Program Sapa Warga Garut Dievalusi?

Related Posts

Polisi  Edukasi Pelajar SMKN 1 Bojong  Jauhi Narkoba
Hukum dan Kriminal

Polisi Edukasi Pelajar SMKN 1 Bojong Jauhi Narkoba

Selasa, 6 Oktober 2026
7 Destinasi Wisata Subang dengan Pemandangan Menakjubkan
deWisata

7 Destinasi Wisata Subang dengan Pemandangan Menakjubkan

Selasa, 6 Oktober 2026
Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa
deEdukasi

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa

Selasa, 6 Oktober 2026
64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam
deNews

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

Selasa, 6 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026
Parlementaria

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Selasa, 6 Oktober 2026
Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara
deNews

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Selasa, 6 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

KabarDaerah

Meski MBG Beroperasi Seminggu Lagi, KDMP Desa Margahayu Tengah Sudah Kerja Sama dengan Dapur MBG

Rabu, 8 Oktober 2025

DPRD Purwakarta Usulkan Dua Raperda Tentang PPJ Dan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 2 Oktober 2020
Ketua Puskesos Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Saeful sedang mengecek kartu elektronik BPNT milik salah satu warga. (Foto Sopandi/dejurnal.com)

Agen Heran Banyak Kartu BPNT KPM Desa Margahayu Tengah Saldonya Kosong

Rabu, 19 Mei 2021

Manggis Wanayasa Kuasai Pasar Internasional

Kamis, 9 Maret 2023

Lima Fraksi Soroti Kinerja Pemkab Garut, Bupati Sampaikan Kekecewaan

Kamis, 20 Juni 2019

Kasrem 062/TN Dampingi Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Banjir Dan Longsor Pameungpeuk

Kamis, 15 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste