• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Upaya Tingkatkan RLS, Bupati Bandung Bangun 17 Sekolah

bydejurnalcom
Jumat, 8 Oktober 2021
Reading Time: 2 mins read
Bupati Bandung Dadang Supriatna (baju hijau) meninjau lokasi salah satu titik lahan untuk pembangunan SMP di Kecamatan Margaasih, Kamis (7/10/2021). (Sopandi/dejurnal.com)

Bupati Bandung Dadang Supriatna (baju hijau) meninjau lokasi salah satu titik lahan untuk pembangunan SMP di Kecamatan Margaasih, Kamis (7/10/2021). (Sopandi/dejurnal.com)

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna mengatakan, Pemda Kabupaten Bandung akan membangun 17 sekolah baru (16 SMP dan 1 SD). Dari jumlah itu, sebanyak 12 titik lokasi sudah siap untuk dilaksanakan pembangunannya, sedangkan yang 5 dianggap belum siap.

Hal itu dikatakan Dadang Supriatna saat meninjau 6 titik lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan sekolah baru, yakni di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Banjaran, Cangkuang, Soreang dan Kecamatan Margaasih, Kamis (7/10/2021).

“Sebanyak 12 lokasi pembangunannya akan dilakukan tahun ini, sementara 5 pembangunan lainnya akan kita anggarkan di 2022,” kata Dadang Supriatna di sela kegiatan peninjauan di kawasan Taman Kopo V Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kamis (7/10/2021).

BacaJuga :

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Dadang Supriatna juga punya niat membangun SMA, sehingga ada beberapa lokasi yang bisa diintegrasikan dengan bangunan SMA.

Menurut pria yang akrab disapa Kang DS ini, banyak membangun sekolah diperlukan untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bandung.

“Minggu depan, Insyaa Allah pembangunan di 12 lokasi ini bisa dimulai. Untuk tahun ini 1 rumbel. Apabila penyerapan siswa siswinya banyak, maka ke depan akan dilakukan penambahan ruangan lagi, ” terangnya.

Kang DS optimis dengan ditambah adanya program beasiswa di 2023, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung minimal di angka 10 tahun bisa direalisasikan.

Kang DS menyebutkan, anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembangunan 12 SMP baru tersebut secara keseluruhan berkisar di Rp 3,4 miliar.

Untuk pengadaan guru pun tidak luput dari perhatian Bupati Bandung. “Tentu kita harus mempersiapkan SDM-nya. Apakah kita usulkan langsung dari ASN, artinya digeser dari sekolah yang ada, atau untuk sementara ada guru honorer dulu. Kita akan lapor ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) tentang kebutuhan di sekolah ini,” terangnya.

Di tempat yang sama saat meninjau lokasi untuk pembangunan sekolah di Margaasih, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Juhana menyampaikan, Di Kabupaten Bandung saat ini ada sekitar 330 unit SMP.

Ia menilai jumlah tersebut, cukup memadai untuk memfasilitasi pelajar Kabupaten Bandung. Namun, dari sisi kewajiban pemerintah daerah terhadap pembangunan unit sekolah baru, dibandingkan dengan sekolah swasta, masih terbilang rendah.

Menurut Juhana, dari 330 SMP, yang statusnya negeri baru 77 unit, sehingga ada kewajiban pemerintah daerah untuk meningkatkannya.

“Ini mempertimbangkan letak geografis wilayah kita, kemudian juga kondisi sosial ekonomi masyarakat,” terangnya.

Juhana menilai, masyarakat kebanyakan masuk sekolah negeri menjadi suatu keharusan. Alasannya Karena sekolah negeri bebas SPP dan uang lain-lain, sedengkan sekolah swasta berbayar.

Dengan demikian, lanjut Juhana Pemda memiliki kewajiban untuk mendirikan sekolah baru. Sementara untuk sekolah swasta, pihaknya akan terus mengembangkan dari aspek kesetaraan mutu, baik dari sisi kwalitas sarana prasarana (sarpras) maupun pembelajaran.

Menurut Juhana, sekolah swasta yang ada itu beragam, dari yang alit sampai yang elit.
Tidak semua masyarakat ekonominya mencukupi untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta.

Karena itulah, terang Juhana dalam rangka memenuhi hak-hak pendidikan anak-anak, pemerintah harus menyediakan fasilitasnya. “Insyaa Allah, upaya ini akan berkontribusi terhadap peningkatan RLS,” pungkasnya. *** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Bupati Subang Beri Bantuan Stimulan Kepada Para RT di Kecamatan Cibogo

Next Post

Warga Rahayu dan Mekarrahayu Butuh SMPN Baru, Camat Berharap Pembangunannya Segera Terwujud

Related Posts

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan
deNews

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan

Sabtu, 21 Februari 2026
Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan
deNews

Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Sabtu, 21 Februari 2026
Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎
deNews

Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎

Jumat, 20 Februari 2026
deNews

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Jumat, 20 Februari 2026
Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa
deNews

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Jumat, 20 Februari 2026
Polres Subang Ungkap  Ibu bunuh anak kandung
Hukum dan Kriminal

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Jumat, 20 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Ini Pesan Asda I Kepada Kepala Dinas Pendidikan Garut di Gelaran Sertijab

Senin, 27 Desember 2021

8 Ekor Domba Berhasil Digondol Maling Dari Tambaksari

Selasa, 5 Mei 2020

Baznas Garut Lakukan Bedah Rumah Seorang Guru Ngaji

Sabtu, 1 September 2018

Evaluasi Pemilu, KAMMI Audiensi Dengan KPU Garut

Selasa, 21 Mei 2019

Si Jago Merah Lalap Pabrik Lem di Desa Rahayu Margaasih Bandung, 10 Armada dan 40 Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Kamis, 30 Januari 2025

Legislator PKS Dasep Heran Pemda Keukeuh Revitalisasi Pasar Banjaran

Minggu, 21 Mei 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste