Dejurnal.com, Sukabumi – Curug Betem Sentral Kabandungan menyimpan beragam informasi yang beredar di kalangan masyarakat luas terkhususnya masyarakat di wilayah kecamatan Kabandungan juga kecamatan Kalapa Nunggal.
Pasca memakan korban tenggelam dan meninggal dunia, Curug Betem Sentral menjadi sorotan publik, mengapa harus ada salah satu warga lain yang tengelam dan meninggal hingga memakan waktu pencarian satu hari lamanya.
Asal mula penamaan Curug Sentral ialah terjadi pada waktu Pemerintahan Belanda yang sempat mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di daerah tersebut.
PLTA tersebut sering disebut sentral, sehingga Curug yang berada di lokasi ini pun disebut dengan Curug Sentral.
Curug Sentral sendiri sebenarnya ada 7 buah, semuanya bernama Curug Sentral yang membedakan adalah penomoran dibelakangnya, yakni Curug Sentral 1 sampai dengan Curug Sentral 7.
Pada peristiwa meninggalnya seorang remaja tenggelam di Curug Betem Sentral 2, ada yang di anggap nyeleneh bagi para relawan yang saat itu turun lakukan bantuan pencarian.
Melalui rekaman kamera ponsel yang memang mengabadikan momen momen itu, tak disadari adanya penangkapan hasil dari pemotretan adanya sosok seperti yang di bayangkan semua orang dari fitur yang di lingkari seakan akan menyerupai beberapa sosok,
Kabut tebal menyelimuti malam dalam proses pencarian korban itu sehingga semua crew BPBD dan Tagana juga stakeholder yang lainnya merasakan dingin nya di waktu itu,dan gemuruh suara pantulan air terjun yang menimpa.
Rasa penasaran semua pihak agar bisa menemukan kembali korban baik dalam kondisi baik atau pun sebaliknya, menjadikan mereka tetap semangat untuk terus monitor wilayah tersebut, hingga pencarian pun di lanjutkan ke hari selanjutnya karena melewati malam yang gelap gulita di lokasi kejadian.***Aldy