Dejurnal.com, Bandung – Jajang Fauzan, salah satu personil kesenian reak kuda renggong menceburkan diri ke Sungai Citarum, Minggu (7 /5/2023) pukul 14.00 siang.
Pria 22 tahun warga Kampung Bojongwaru RT 03 RW 06 Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung ini diduga kerasukan saat melakukan atraksi lompat ke Citarum itu.
Jajang ikut main dalam grup kesenian yang mengadakan latihan Kombinasi Seni Reak Kuda Renggong dengan Kuda Lumping yang diadakan grup Jati Nuralam. Melakukan arak-arakan dengan rute dari Kampung Bojongrangkas – Bojongjati yanh berjarak jarak sekitar 500 meter.
Dari keterangan beberapa saksi mata di lokasi, di antaranya Ketua grup kesenian Jati Nuralam, Ahmad Rukajan (32 taun) warga Bojongjati Rt. 03/ 06 Desa Bojongemas Kecamatan setempat. Roni (25 taun) warga Babakan RT 03/07 Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya teman korban dari grup kesenian Jaya Melati. Hadi (20 taun) warga Bojongjati Rt. 03/ 06 Desa Bojongemas Kecamatan Solokanjeruk kru grup kasenian Jati Nuralam, katut saksi Ita (55 taun) warga Bojongrangkas Rt. 03/12 Desa Rancakasumba Solokanjeruk.
Di penghujung kegiatan latihan, Jajang melompat ke Citarum yang airnya sedang tinggi dan deras. Warga sekitar yamg menyaksikan atraksi Jajang nampak tegang dan cemas. Apa lagi dalam melakukan aksinya Jajang dalam keadaan kerasukan, memakai kostum reak Hanoman.
Yang menyaksikan sempat lega ketika pada lompatan yang pertama Jajang bisa muncul dan naik lagi ke tepi sungai. Tapi, waktu loncat yang kadua kalinya Jajang tidak bisa naik, terus hanyut terbawa arus air. Beberapa orang warga berusaha menolong Jajang. Sempat bisa ditarik, tapi tidak bisa dievakuasi yang akhirnya Jajang tenggelam.
Saksi dan warga masarakat sekitar lokasi mencoba menyisir bantaran Sungai Citarum hingga Jambatan Paris perbatasan Desa Tegalluar. Tetapi korban tetap tidak ditemukan. Kemudian warga melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Solokanjeruk dan Tim Basarnas.
Kapolsek Solokanjeruk AKP Asep Dedi menyebutkan, karena laporan warga pihaknya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu juga, mengumpulkan barang bukti, meminta katerangan saksi, kemudian memcari korban. Kepolisian menurunkan Kanit Binmas, Porsonel Piket Fungsi Solokanjeruk kerjasama dengan personil TNI, Basarnas Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, dengan Pemadam Kebakaran Unit Ciparay.
Namun, kondisi air sungai Citarum sedang tinggi dan deras arusnya, upaya mencari korban tidak bisa maksimal. Pencarian korban dilakukeun sesudah air sungai tidak tetlalu deras.
Pada hari Senin tanggal 8 Mei 2023, gabungan Polsek, Koramil, Satpol PP, Basarnas, BPBD dan Damkar mencari korban. Tapi, sampai berita ini turun korban belum ditemukan. *** Sopandi