• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

“Dukun-dukunan Pedal”, Keikhlasan dan Kebersahajaan Anak Pesantren

bydejurnalcom
Rabu, 12 Juli 2023
Reading Time: 2 mins read
“Dukun-dukunan Pedal”, Keikhlasan dan Kebersahajaan Anak Pesantren
ShareTweetSend

Oleh : Abah Zaenal *)

Pagi itu, Selasa 11 Juli 2023, di sebuah rumah baca Al Quran di pinggir kali Ciliwung kawasan Kober Margonda Depok Jawa Barat, mak Ayu Snow White, panggilan akrab dari nyonya Rahma Dona Wahyu Ningrum (33), istrinya pak kiyai pendiri Pondok Pesantrèn al Quran Dar El Furqan, begitu khusu’ memberi arahan kepada anak santrinya, tentang “keikhlasan” dan “penguatan niat” dalam berdakwah.

Selesai berdo’a ketujuh santri itu pun berangkat dengan menggunakan motor menuju sebuah gedung pertunjukan yang legendaris di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, gedung kesenian mis Tjitjih, hehehehe mau ngapain ini santri kok ke gedung kesenian ?

BacaJuga :

Ungkap Kasus Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Polres Garut Gelar Konferensi Pers

Debit Air Baku Menurun, PDAM Imbau Pelanggan Hemat Air dan Siap Distribusi Bantuan

Meriahkan HUT RI, Kecamatan Leles Adakan Turnamen Bola Voli dan Toktak Ceria

hehehehe, santai, mereka hendak menampilkan sebuah pertunjukan teater dalam sebuah kurasi Festival Teater Jakarta yang diselenggarakan setiap tahun oleh ATAP, Asosiasi Teater Jakarta Pusat.

Panggung gelap dan tanpa properti apapun, enam orang santri dan mak Ayu Snow White masuk berlenggang lenggok dalam temaram dan kemudian duduk sejenak membelakangi penonton, dan “Ikaan paiiis, kelaponyo mudo, dibungkus daun talas rapi-rapi, dikebek tali mesiang………”, penonton pun terkesiap sejenak, tapi kemudian ada yang perlahan bergumam ikut berdendang dan bahkan ikut bergoyang di kursinya, sungguh ini opening yang menawarkan keterlibatan penonton masuk kedalam pentas mereka, apalagi disusul dengan tampilan dialog suami istri yang nyerocos, berperang lidah hingga perang perabot rumahtangga memukau penonton untuk turut serta menertawakan fenomèna fakta objective kemiskinan dan mental miskin sebagian masyarakat.

Sekalipun dialog yang disajikan menggunakan bahasa dan dialek asli bahasa Bengkulu, bahkan tetiba muncul sosok yang berbahasa Sunda, dialog itu kedua tokoh yang saling tak mengerti bahasa ini justru menyeret penonton untuk semakin dalam memahami substansi dialog para pemeran dalam gelak tawa yang renyah, mengalir dengan riang gembira tanpa beban, sekalipun di akhir cerita dengan acting dan gestur yang nyaris sempurna sang dokter dan sang putri mengakhiri dengan menggantung cerita entah kemana, dan inilah ènding yang sangat hebat.

Sungguh, menyaksikan pementasan “Dukun-dukunan” yang dipentaskan oleh teater Pedal ini sebuah pengalaman baru, penonton tak terbebani oleh pernak-pernik property, musik dan hal lain yang terkadang membuat multi tafsir pada latar belakang cerita, penonton hanya dihipnotis olèh kepiawaian acting yang ikhlas dari para pemeran dan sajian pencahayaan yang nyaris sempurna..

“Kepiawaian acting yang Ikhlas” ya, terpaksa kalimat itu harus ditekankan, karena sajian pementasan ini benar-benar hanya diperankan olèh para pemula yang baru pertama kali mementaskan sebuah pementasan, Irvan dipentas yang ditonton oleh para maestro teater di Jakarta, sang sutradara, mak Ayu Snow White Rahma Dona Wahyu Ningrum, adalah sutradara dadakan yang baru pertama kali menyutradarai sebuah pementasan teater, tapi beliau sangat berusaha keras menafsirkan naskah “Dukun-dukunan” sebuah karya Adaftatif “Puthut Bukhari” dari “Le medecin malgre lui” karya Jean Baptise Paquelin dengan nama panggung Moliere hingga menghasilkan sebuah tontonan yang diluar dugaan, memukau penonton bahkan menggiring gelak tawa penonton.

Sajian renyah pertunjukan ini, ditampilkan oleh para aktor pemula, yang berlatar belakang santri tahfidz Quran, Irvan Ardiansyah sebagai pak Kasdi Dukun eyang progo, Fella Valentine sebagai Istri pak Asdi, ifra al Zahra sebagai Putri Gagu, Kenken Firdaus sebagai Perawat, Anggit Siti Fatimah sebagai Fajri Asisten Rumah Tangga, dan Azriel sang penata musik yang cerdas.

Mak Ayu Snow White sebagai sutradara dan kak Mulya Elha sebagai asisten Sutradara bener-bener memberikan kebèbasan eksplorasi acting kepada para pemeran, hingga tafsir naskah Dukun-dukunan menjadi lebih renyah dan bersahaja. Good Luck Pedal.(*)

*) Penulis salah satu praktisi budaya, berdomisili di Kabupaten Garut

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polres Purwakarta Tangkap Enam Anggota Geng Motor Namakan Diri Wisata Malam Serta Serang Warga

Next Post

Sertijab Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jabar

Related Posts

Ketua DKKG : Konsistensi Legislator H. Ferdiansyah Terhadap Pemajuan Kebudayaan Menumbuhkembangkan Semangat Berkebudayaan dalam Gotong Royong
deNews

Ketua DKKG : Konsistensi Legislator H. Ferdiansyah Terhadap Pemajuan Kebudayaan Menumbuhkembangkan Semangat Berkebudayaan dalam Gotong Royong

Kamis, 6 Agustus 2026
Forkopimcam Cigedug, Tagana Dinsos dan BPBD Kabupaten Garut Suplai Air Bersih Bagi Warga Desa Cinta Nagara
deNews

Forkopimcam Cigedug, Tagana Dinsos dan BPBD Kabupaten Garut Suplai Air Bersih Bagi Warga Desa Cinta Nagara

Kamis, 6 Agustus 2026
AKBP Eko Iskandar Sambangi Sekretariat IWO, Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri
deNews

AKBP Eko Iskandar Sambangi Sekretariat IWO, Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri

Kamis, 6 Agustus 2026
Ungkap Kasus Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Polres Garut Gelar Konferensi Pers
deNews

Ungkap Kasus Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Polres Garut Gelar Konferensi Pers

Kamis, 6 Agustus 2026
Debit Air Baku Menurun, PDAM Imbau Pelanggan Hemat Air dan Siap Distribusi Bantuan
deNews

Debit Air Baku Menurun, PDAM Imbau Pelanggan Hemat Air dan Siap Distribusi Bantuan

Kamis, 6 Agustus 2026
Meriahkan HUT RI, Kecamatan Leles Adakan Turnamen Bola Voli dan Toktak Ceria
deNews

Meriahkan HUT RI, Kecamatan Leles Adakan Turnamen Bola Voli dan Toktak Ceria

Kamis, 6 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

PPI Wilayah Priangan Timur Teguhkan Komitmen Kebangsaan di Usia ke-36 Tahun

Sabtu, 27 Desember 2025

SMK Aria Cendikia Cikalong Kulon Cetak Calon Asisten Apoteker Handal

Sabtu, 10 Oktober 2020

Ribuan Buruh Garut Berangkat ke Monas untuk Peringati May Day 2025

Kamis, 1 Mei 2025
KH. Ibnu Athaillah, Rois Syuriah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Bandung.

Rois Syuriah Jatman Sesalkan PCNU Dukung Salah Satu Paslon Bupati-Wakil Bupati

Rabu, 11 November 2020

Bah Nanu Ciptakan Tari Goyang Mamarung Untuk Peringati Tari Sedunia

Minggu, 16 Agustus 2020

Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis Gelar Seminar Internasional, Perluas Jejaring Global Melalui Graduate Madrasah

Sabtu, 17 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste