• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Januari 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Sedih! Cagar Budaya Garut Baru Tiga, Satria Ratna : Masyarakat Harus Diberi Pemahaman Tentang Cagar Budaya

bydejurnalcom
Minggu, 16 Juli 2023
Reading Time: 2 mins read
Penggiat Budaya : Saweran Jadi Dipandang Negatif Ketika Dilakukan Salah Titi Mangsa
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Penggiat Budaya, Satria Ratna menandaskan bahwa masyarakat Kabupaten Garut terutama generasi mudanya harus diberi pemahaman dan peduli terhadap budaya, apalagi Garut dikenal kaya akan cagar budaya.

“Saya merasa sedih ketika mendengar cagar budaya di kabupaten Garut baru tercatat tiga buah,” ujar Satria Ratna yang akrab dipanggil Neng Satri, saat ditemui dejurnal.com di Sekretariat Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, Minggu (16/7/2023).

Baca juga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah Belum Bisa Disebut Cagar Budaya, Ini Alasan Disparbud Garut

BacaJuga :

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Padahal menurut Neng Satri, Kabupaten Garut dikenal dengan daerah yang kaya akan budaya termasuk situs dan bangunan bersejarah yang bisa menjadi cagar budaya.

“Ketidakpedulian kita akan menjadikan daerah ini miskin dengan situs cagar budaya karena lambat laun bakal tergerus pembangunan, padahal kita memiliki perda tentang cagar budaya sejak tahun 2019,” tandasnya.

Menurut Neng Satri, Kabupaten Garut
tertinggal jauh dengan kabupaten atau kota lainnya, contohnya Bogor yang sudah memiliki puluhan cagar budaya.

Baca juga : Makam Bupati Bandung di Garut Belum Bisa Disebut Cagar Budaya, YKSTB : Karena Tidak Tahu Sejarah?

“Terlebih untuk mampu mendongkrak PAD dari Cagar Budaya karena jika sudah menjadi Cagar Budaya tentunya terpelihara secara maksimal dan akan mengundang wisatawan untuk mengunjunginya ini secara tidak langsung akan memberi efek positif untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Perempuan yang menjadi calon legislatif dari Dapil 3 Kabupaten Garut ini menyesalkan, Perda tentang Cagar Budaya minim disosialisasikan Pemkab Garut.

“Wajar jika kami selalu Praktisi Budaya sosial masyarakat, berasumsi Pemerintah tidak serius mengenai pemajuan kebudayaan terbalik dengan support terhadap pariwisata yang saya rasa PADnya sangat kecil dibandingkan anggaran yang dikucurkan pemerintah kabupaten ataupun propinsi dan pusat,” tandasnya.

Timbul satu pertanyaan kenapa kecil PAD dari Pariwisata? Jawabnya pariwisata tanpa dasar budaya apa yang akan dijual? Selain pengkondisian pemafaatan segelintir golongan orang, ini yang harus kita bangun yaitu penerapan Nilai Budaya.

Baca juga : Upaya Tingkatkan IPM, DKKG Dorong Pemkab Garut Buat Perda Pemajuan Kebudayaan

“Saya secara pribadi ataupun melalui lembaga, paguyuban komunitas kebudayaan selalu berusaha bergerak untuk mengajak para generasi muda terutama generasi milenial untuk peduli terhadap cagar budaya dengan mensosialisasikan Perda Cagar Budaya, agar masyarakat dapat ikut berperan serta mengusulkan dan memelihara cagar budaya,” terangnya.

Neng Satri berkeyakinan, banyak desa di Kabupaten Garut yang memiliki bangunan peninggalan sejarah ataupun heritage dan budaya kearifan lokal yang unik dan patut untuk dipelihara.

Salah satunya di Kp. Cijoho Karangpawitan di sana banyak rumah peninggalan masa belanda yang masih ditempatin ataupun yang terbengkalai.

Di desa Suci pun ada beberapa rumah masa lampau yang jika kita pelihara akan menjadi kekayaan Garut bahkan bisa menjadikan destinasi pariwisata berbasis budaya.

“Namun karena miskinnya informasi dan pemahaman yang diberikan kepada masyarakat di desa, hal itu terkadang menjadi terabaikan,” tegasnya.

Neng Satri mengungkapkan, tak sedikit bangunan peninggalan yang merupakan sejarah hilang baik disengaja ataupun tidak, contohnya terowongan bawah tanah bangunan PTG telah musnah hilang yang kini dijadikan sebuah Mall.

“Jika pemerintah dalam hal ini dinas terkait cepat tanggap dan ada perhatian khusus untuk Budaya mungkin akan lahir cagar budaya tanpa ada lagi alasan, bukan hanya 3, yang pastinya Budaya hasil karya pendahulu akan terselamatkan, seperti sekarang yang hangat mengenai Makam Astana Kalong agar di selamatkan sesuai janji Bupati,” tandasnya.***Yo/Raesha

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: cagar budayaGarutSatria Ratna
Previous Post

Lepas Sambut Kapolres Garut Di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Garut

Next Post

Majalaya Waterpark Dibuka Ikon Baru Destinasi Wisata Kecamatan Majalaya

Related Posts

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras
Hukum dan Kriminal

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras

Kamis, 1 Januari 2026
deNews

Proyek Rekonstruksi Jalan Pasirwangi-Darajat Senilai Rp 1,9 Milyar Disoal, 2025 Berlalu Pekerjaan Belum Tuntas?

Kamis, 1 Januari 2026
Parlementaria

Di Penghujung Tahun, DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Laporan Kinerja 2025

Kamis, 1 Januari 2026
Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan
dePolitik

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Rabu, 31 Desember 2025
Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?
deNews

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Rabu, 31 Desember 2025
Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga
GerbangDesa

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Rabu, 31 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

KabarDaerah

Foto : STIKes Muhammadiyah gelar wisuda Tahun Ajaran (TA) 2023-2024 di Gedung KH. Irfan Hielmy kompleks Islamic Center Ciamis, Pada Selasa (03/12/2024)

Lepas 381 Wisudawan STIKes Muhammadiyah Ciamis Bukti Keberhasilan Pendidikan Kesehatan

Selasa, 3 Desember 2024

Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat

Rabu, 31 Desember 2025

Aksi Bejad Pelaku Pencabulan Terhadap Anak di Pagaden Barat Diringkus Polres Subang

Kamis, 11 Desember 2025
Anggota DPKG, Dedi Kurniawan (kanan)

Tiga “PR” Besar Ini Menanti Sentuhan Kadisdik Garut Kedepan

Jumat, 24 Desember 2021

Bawaslu Ciamis Perkuat Kelembagaan, Tegaskan Kesiapan Awasi Pemilu dan Pilkada 2029

Sabtu, 27 September 2025

Sekda Garut : Rotasi Mutasi Dilakukan Pasca Rekomendasi Kemendagri Keluar

Kamis, 19 Juni 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste