Selasa, 16 Juli 2024
BerandadeNewsGeger! Anak SD di Sukaresmi Jadi Korban Dicekoki Minuman Suplemen Campur Alkohol,...

Geger! Anak SD di Sukaresmi Jadi Korban Dicekoki Minuman Suplemen Campur Alkohol, Ceng Mujib : Ini Harus Diusut

Dejurnal.com, Garut – Warga Sukaresmi Kabupaten Garut geger dengan adanya peristiwa dua orang anak SD yang dicekoki minuman berenergi yang dicampur 70% oleh seseorang yang diduga tukang ikan hias yang biasa berjualan di sekolah dimana korban berjualan.

Kejadian yang menimpa anak SD di wilayah Sukaremi tersebut tentu saja membuat geram orang tua dan tokoh setempat karena hal tersebut terjadi dekat dengan Pesantren Fauzan Sukaresmi yang notabene daerah ini cukup dikenal agamis dan tempat menuntut ilmu.

Salah satu orang tua korban menuturkan, dirinya sebagai orang tua, merasa kecolongan terhadap kejadian ini. “Bagaimana tidak kecolongan, anaknya yang selama ini dikenal baik dan tidak berlaku aneh, tiba-tiba ada keanehan yang menimpa anaknya, selama 2 hari anaknya di suruh makan tidak mau dan seperti yang kebingungan dan katanya merasa sakit di perutnya,” terang orang tua korban yang diminta namanya tidak dipublikasi.

Ia pun melanjutkan ketika dirinya mendapat laporan dari tetangganya yang juga biasa berjualan di sekitar sekolah, bahwa anaknya di cekokin pil dan minuman energi yang dicampur alkohol 70% oleh Pedagang Ikan hias. “Tentu saja saya kaget dan khawatir bagaimana ini bisa terjadi,” tandasnya.

Terkait hal ini, tokoh masyarakat Sukaresmi yang juga pimpinan Pondok Pesantren Fauzan, KH. Aceng Abdul Mujib membenarkan adanya peristiwa anak SD yang dicekoki minuman berenergi campur alkohol, dan dirinya pun merasa geram atas kejadian ini.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran dan perhatian berbagai pihak terutama aparat terkait, apalagi ini menimpa anak-anak di bawah umur, beruntung kejadian ini cepat terbongkar dan tidak ada korban jiwa,” ujarrnya kepada dejurnal.com, Selasa (17/6/2024)

Kyai yang dikenal dengan panggilan Ceng Mujib menyebutkan bahwa pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian. “Saya berharap kepada pihak aparat terkait untuk membongkar apa motif dibalik kejadian ini, apalagi 1ilayah Sukaresmi selama ini menjadi wilayah yang dianggap daerah pesantren,” pungkasnya.***Red

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI