• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Januari 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Kenangan Bupati Garut ke 26 di Mata Mak Solehah

bydejurnalcom
Senin, 21 Juli 2025
Reading Time: 2 mins read
Kenangan Bupati Garut ke 26 di Mata Mak Solehah
ShareTweetSend

Dejurnal.com , Garut — Di antara riuhnya geliat perkotaan Garut, terdapat sekelumit kisah sederhana namun penuh makna.

Seorang perempuan renta, Mak Solehah namanya, tetap setia berjalan kaki setiap hari Jumat menuju Jalan Kabupaten. Di tangan kirinya tergantung bakul berisi kacang suuk, camilan khas Sunda yang menjadi sumber penghidupannya selama puluhan tahun.

Di hatinya, tertanam kuat sosok yang tak pernah ia lupakan: Dr. H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP — Bupati Garut ke-26, Senin (21/7/2025)

BacaJuga :

Pemkab Ciamis Apresiasi Konsistensi Persatean Pesantren Ortodok dalam Peringatan Isra Mi’raj

BPN Kabupaten Bandung Siapkan Kuota 40 Ribu Sertipikat PTSL Tahun Ini

Gotong Royong Kebersihan Jadi Budaya Identitas Warga Kabupaten Ciamis

Mak Solehah bukanlah tokoh masyarakat, bukan pula pejabat atau orang terkenal. Ia hanyalah seorang penjual keliling yang kerap menjajakan dagangan di sekitar Kantor Bupati Garut dan Pendopo.

Namun di balik kesederhanaannya, ia menyimpan kenangan mendalam tentang seorang pemimpin yang menurutnya sangat luar biasa. Bukan karena kekuasaan, tetapi karena hatinya yang lembut dan perhatian tulus kepada rakyat kecil.

“Pak Rudy téh, bupati nu teu ngabédakeun jalma. Abdi mah ngan ukur tukang suuk, tapi anjeunna sok borong dagangan abdi. Kadang di Pendopo, kadang di kantor bupati,” tutur Mak Solehah, matanya berkaca-kaca, mengenang masa-masa ketika suuk dagangannya habis terjual hanya karena satu sosok: Pak Rudy.

Namun bukan hanya soal dagangan yang diborong. Setiap kali bertemu, Pak Rudy hampir tak pernah lupa menyelipkan selembar uang receh — seratus ribu rupiah — ke tangan Mak Solehah. Nominal yang barangkali dianggap tak berarti bagi banyak orang, namun bagi Mak Solehah, uang kecil itu adalah lambang perhatian dan kasih seorang pemimpin kepada rakyatnya.

“Unggal papanggih, anjeunna sok masihan duit saratus. Tapi éta téh tanda yén anjeunna henteu hilap ka urang leutik sapertos abdi,” ujarnya, tersenyum lirih.

H. Rudy Gunawan dikenal sebagai pemimpin dua periode yang tak pernah menjauh dari masyarakat bawah. Ia sering kali muncul tanpa iring-iringan, menyapa pedagang kecil, membeli jajanan pinggir jalan, bahkan berbagi tanpa publikasi. Sosoknya tak hanya hadir sebagai birokrat, tapi sebagai manusia yang memiliki nurani sosial tinggi.

Meski masa jabatan Pak Rudy telah usai, kebiasaan Mak Solehah belum berubah. Ia masih rutin mendatangi kediaman beliau setiap hari Jumat. Bukan sekadar untuk berdagang, tetapi karena rasa rindu dan syukur. Ia merasa kehilangan, seakan ada kekosongan setelah Pak Rudy tak lagi menjabat sebagai bupati.

“Hampir tiap Jumat abdi angkat ka bumi Pak Rudy. Henteu kusabab hoyong jualan, tapi kusabab aya rasa kangen sareng syukur ka anjeunna. Asa aya nu leungit dina hirup abdi saatos anjeunna henteu janten bupati deui,” kata Mak Solehah dengan suara nyaris tak terdengar.

Bagi Mak Solehah, Pak Rudy bukan hanya seorang bupati. Ia adalah pelindung, sahabat, dan penyemangat hidup. Seseorang yang membuatnya merasa dihargai meski hanya berjualan suuk. Sosok yang melihatnya bukan sekadar pedagang kecil, tapi manusia seutuhnya dengan martabat yang sama.

“Abdi mah mung tiasa ngadoakeun. Mugia anjeunna salawasna séhat, dipanjangkan umur, sareng diberkahan ku Gusti Allah. Kahadean anjeunna moal abdi hilap, salamina,” ucapnya tulus.

Kisah Mak Solehah dan Pak Rudy Gunawan adalah pengingat bagi kita semua bahwa pemimpin sejati tak hanya dikenang karena kebijakannya, tapi karena sentuhan kecil yang membekas di hati rakyat. Di tengah dunia yang makin sibuk dengan ambisi, kenangan sederhana seperti ini menjadi pelajaran abadi: bahwa cinta dan perhatian kepada sesama adalah warisan yang tak akan pernah usang.**Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ratusan Pejabat Pemkab Bandung Dilantik Bupati di KM 0 Situ Cisanti Kertasari

Next Post

Dari Kasi Pembinaan dan Pengembangan SD Disdik Kini Jadi Kabid Rehabsos Dinsos H. Amim Meriatna Subhan, S.Pd M.Pd : Yang Penting IKCT

Related Posts

Kado Akhir Tahun Bupati Herdiat, 3.554 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Ciamis Terima SK
deNews

Sesuai Nomenklatur Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Ciamis 2026 Dibayarkan Akhir Bulan

Selasa, 20 Januari 2026
Disdukcapil Ciamis Tegaskan Mekanisme Penerbitan NIK Baru Warga, Wajib Verifikasi Biometrik di Disdukcapil
deNews

Disdukcapil Ciamis Tegaskan Mekanisme Penerbitan NIK Baru Warga, Wajib Verifikasi Biometrik di Disdukcapil

Selasa, 20 Januari 2026
Di Hari Jadi ke 25 BAZNAS Kabupaten Bandung Luncurkan Z-Kosmetika
deNews

Di Hari Jadi ke 25 BAZNAS Kabupaten Bandung Luncurkan Z-Kosmetika

Selasa, 20 Januari 2026
Pemkab Ciamis Apresiasi Konsistensi Persatean Pesantren Ortodok dalam Peringatan Isra Mi’raj
deNews

Pemkab Ciamis Apresiasi Konsistensi Persatean Pesantren Ortodok dalam Peringatan Isra Mi’raj

Selasa, 20 Januari 2026
BPN Kabupaten Bandung Siapkan Kuota  40 Ribu Sertipikat PTSL Tahun Ini
deNews

BPN Kabupaten Bandung Siapkan Kuota 40 Ribu Sertipikat PTSL Tahun Ini

Selasa, 20 Januari 2026
Gotong Royong Kebersihan Jadi Budaya Identitas Warga Kabupaten Ciamis
deNews

Gotong Royong Kebersihan Jadi Budaya Identitas Warga Kabupaten Ciamis

Selasa, 20 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

LI Garut : Kriteria Direksi PDAM Harus Memiliki Tiga Syarat

Selasa, 25 Juni 2019

dr. Helmi Budiman : Bertemu Bulan Ramadhan Dimasa Pandemi, Tetaplah Bersyukur

Minggu, 25 April 2021
Salah satu cuplikan bentrok pemuda yang memakai sajam dan bambu, beredar di grup whatsapp, Minggu (1/11/2020). (Foto : Istimewa)

Bentrok Dua Ormas, Suasana Jalan Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Mencekam

Minggu, 1 November 2020
Dra. Eryanti, M. Pd di galeri batik kina miliknya di kawasan Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. (Dejurnal.com/ Sopandi).

Motif Batik Kina Bandung Bedas dari Eryanti Glory Margahayu untuk Kabupaten Bandung

Rabu, 30 Agustus 2023

Operasi Razia Gabungan Polisi Militer Denpom III/5 Bandung Di Tempat Hiburan Ciduk 16 Orang

Minggu, 20 September 2020

Jaring Ratusan Ribu Wisatawan Lebaran, Purwakarta Siapkan 67 Destinasi Wisata Unggulan

Jumat, 22 Maret 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste