• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Januari 1, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Cerita Pilu Yadi Saat Mendatangi Kantor Bupati Garut

bydejurnalcom
Selasa, 30 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read

Yadi (tengah) saat berkumpul sebagai tim sukses Syakur-Putri. (Foto Istimewa)

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Seorang pria berjalan gontai keluar dari Kantor Bupati Garut, matahari yang terasa begitu terik mengundang peluh tidak dipedulikan. Matanya terlihat sembab dengan wajah yang memancar rasa kecewa.

Pria yang bernama Yadi, warga Margawati Kelurahan Cimuncang, Garut Kota ini mengaku datang ke Kantor Bupati Garut untuk menemui Bupati Abdusyi Syakur Amin, namun yang diterimanya hanyalah keheningan.

“Saya datang ke kantor Pemerintah Daerah berharap bertemu dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, tapi malah disuruh keluar oleh ajudannya. Ditanya ada keperluan apa ke Bapak, saya tunjukkan juga bahwa sudah WhatsApp ke Bapak,” ujarnya dengan suara lirih menahan tangis saat ditemui dejurnal.com, Senin (29/12/2025).

BacaJuga :

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Yadi mengaku dirinya merupakan salah satu tim sukses Syakur-Putri yang ikut berjibaku bertarung memenangkan pasangan urut nomor dua. Namun kedatangannya ke Kantor Bupati bukan terkait hal itu. Ia ingin mencari solusi bagi ketiga anaknya yang sedang bermimpi ingin mengenyam jenjang pendidikan perguruan tinggi.

“Sudah tiga kali anak saya kandas di UNIGA, bukan disebabkan kurangnya kemampuan akademik atau tak ada kemauan belajar, namun karena keterlambatan membayar biaya kuliah,” ungkapnya.

Dalam kondisi terdesak, Yadi memberanikan diri mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Garut. Ia berharap bisa bertemu langsung dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, untuk menyampaikan keluh kesah dan memohon solusi.

“Saya tidak akan meminta fasilitas, hanya kebijakan dan kepedulian agar anak-anak saya tetap bisa kuliah,” ujarnya lirih dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Yadi, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar agar anak-anaknya tidak mengulangi kehidupan sulit yang selama ini ia jalani. Ia bekerja sekuat tenaga, menahan rasa lelah, bahkan kerap mengorbankan kebutuhan pribadi demi menyiapkan biaya pendidikan. Namun keterbatasan ekonomi terus menjadi bayang-bayang yang menutup langkah mereka. Setiap kali harapan hampir tergapai, kenyataan kembali menjatuhkan.

“Jangankan menerima solusi, bertemu saja tidak boleh,” keluhnya.

Perlakuan tersebut meninggalkan luka yang dalam Yadi. Ia merasa dipinggirkan, seolah keberadaannya tak berarti. Hatinya hancur bukan hanya karena anak-anaknya gagal kuliah, tetapi juga karena jeritannya seakan tak pernah sampai ke telinga para pemangku kebijakan.

“Hancur rasanya sebagai orang tua,” ucapnya pelan.

Perasaan gagal, hati yang remuk redam, tak berdaya dan merasa bersalah sepertinya bercampur menjadi satu dalam hati dan pikiran Yadi.

“Saya merasa kecewa sekali, tapi ya sudahlah,” katanya sambil melangkah gontai meninggalkan halaman Kantor Pemkab Garut.

Kisah Yadi menjadi cermin buram tentang wajah pendidikan yang belum sepenuhnya ramah bagi rakyat kecil. Di balik aturan, angka, dan prosedur administrasi, ada manusia-manusia yang menggantungkan harapan besar. Ketika pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan masa depan justru tertutup rapat oleh keterbatasan ekonomi, maka yang tersisa hanyalah luka dan kekecewaan. Ini bukan sekadar cerita satu keluarga, melainkan jeritan sunyi banyak rakyat kecil yang berharap negara benar-benar hadir, mendengar dan peduli.***Wil

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Garutkantor bupati garut
Previous Post

Aksi ‘Ngacir’ Anggota DPRD Garut Saat Sidang Paripurna Dilaporkan ke Badan Kehormatan, Diproses?

Next Post

Bupati Berharap Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 Bukan Sekedar Kata-kata

Related Posts

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras
Hukum dan Kriminal

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras

Kamis, 1 Januari 2026
deNews

Proyek Rekonstruksi Jalan Pasirwangi-Darajat Senilai Rp 1,9 Milyar Disoal, 2025 Berlalu Pekerjaan Belum Tuntas?

Kamis, 1 Januari 2026
Parlementaria

Di Penghujung Tahun, DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Laporan Kinerja 2025

Kamis, 1 Januari 2026
Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan
dePolitik

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Rabu, 31 Desember 2025
Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?
deNews

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Rabu, 31 Desember 2025
Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga
GerbangDesa

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Rabu, 31 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

KabarDaerah

PKBM di Garut : Terima BOPK Puluhan Milyar, Indeks Pendidikan Tak Terdongkrak

Rabu, 22 Oktober 2025

Update Covid 19 Purwakarta : Penambahan Warga Dengan Status ODP

Rabu, 29 April 2020

Menteri Desa PDTT dan Dubes Tiongkok Kunjungi Sukabumi, Bupati Paparkan Potensi Unggulan

Selasa, 21 Januari 2020

Polemik Klaim Jaminan Kematian, BPJS Ketenagakerjaan Cianjur Dituding Sepihak Tafsirkan Aturan

Jumat, 9 April 2021
Kolase foto emak-emak yang mengaku korban begal dan saat ditetapkan jadi tersangka laporan palsu.

Terjerat Hutang Rentenir, Emak-emak di Garut Merekayasa Cerita Dibegal 1,3 Miliar

Selasa, 12 Oktober 2021

Warga Mengeluh, Peternakan Sapi Tanpa Izin Dibiarkan Tetap Beroperasi

Kamis, 7 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste