• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, April 4, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Cerita Pilu Yadi Saat Mendatangi Kantor Bupati Garut

bydejurnalcom
Selasa, 30 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read

Yadi (tengah) saat berkumpul sebagai tim sukses Syakur-Putri. (Foto Istimewa)

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Seorang pria berjalan gontai keluar dari Kantor Bupati Garut, matahari yang terasa begitu terik mengundang peluh tidak dipedulikan. Matanya terlihat sembab dengan wajah yang memancar rasa kecewa.

Pria yang bernama Yadi, warga Margawati Kelurahan Cimuncang, Garut Kota ini mengaku datang ke Kantor Bupati Garut untuk menemui Bupati Abdusyi Syakur Amin, namun yang diterimanya hanyalah keheningan.

“Saya datang ke kantor Pemerintah Daerah berharap bertemu dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, tapi malah disuruh keluar oleh ajudannya. Ditanya ada keperluan apa ke Bapak, saya tunjukkan juga bahwa sudah WhatsApp ke Bapak,” ujarnya dengan suara lirih menahan tangis saat ditemui dejurnal.com, Senin (29/12/2025).

BacaJuga :

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf

Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku

Narasi Sengketa Wakaf YBHM Garut Dinilai Sarat Politisasi Serta Berpotensi Menjadi Isu SARA

Yadi mengaku dirinya merupakan salah satu tim sukses Syakur-Putri yang ikut berjibaku bertarung memenangkan pasangan urut nomor dua. Namun kedatangannya ke Kantor Bupati bukan terkait hal itu. Ia ingin mencari solusi bagi ketiga anaknya yang sedang bermimpi ingin mengenyam jenjang pendidikan perguruan tinggi.

“Sudah tiga kali anak saya kandas di UNIGA, bukan disebabkan kurangnya kemampuan akademik atau tak ada kemauan belajar, namun karena keterlambatan membayar biaya kuliah,” ungkapnya.

Dalam kondisi terdesak, Yadi memberanikan diri mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Garut. Ia berharap bisa bertemu langsung dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, untuk menyampaikan keluh kesah dan memohon solusi.

“Saya tidak akan meminta fasilitas, hanya kebijakan dan kepedulian agar anak-anak saya tetap bisa kuliah,” ujarnya lirih dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Yadi, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar agar anak-anaknya tidak mengulangi kehidupan sulit yang selama ini ia jalani. Ia bekerja sekuat tenaga, menahan rasa lelah, bahkan kerap mengorbankan kebutuhan pribadi demi menyiapkan biaya pendidikan. Namun keterbatasan ekonomi terus menjadi bayang-bayang yang menutup langkah mereka. Setiap kali harapan hampir tergapai, kenyataan kembali menjatuhkan.

“Jangankan menerima solusi, bertemu saja tidak boleh,” keluhnya.

Perlakuan tersebut meninggalkan luka yang dalam Yadi. Ia merasa dipinggirkan, seolah keberadaannya tak berarti. Hatinya hancur bukan hanya karena anak-anaknya gagal kuliah, tetapi juga karena jeritannya seakan tak pernah sampai ke telinga para pemangku kebijakan.

“Hancur rasanya sebagai orang tua,” ucapnya pelan.

Perasaan gagal, hati yang remuk redam, tak berdaya dan merasa bersalah sepertinya bercampur menjadi satu dalam hati dan pikiran Yadi.

“Saya merasa kecewa sekali, tapi ya sudahlah,” katanya sambil melangkah gontai meninggalkan halaman Kantor Pemkab Garut.

Kisah Yadi menjadi cermin buram tentang wajah pendidikan yang belum sepenuhnya ramah bagi rakyat kecil. Di balik aturan, angka, dan prosedur administrasi, ada manusia-manusia yang menggantungkan harapan besar. Ketika pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan masa depan justru tertutup rapat oleh keterbatasan ekonomi, maka yang tersisa hanyalah luka dan kekecewaan. Ini bukan sekadar cerita satu keluarga, melainkan jeritan sunyi banyak rakyat kecil yang berharap negara benar-benar hadir, mendengar dan peduli.***Wil

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Garutkantor bupati garut
Previous Post

Aksi ‘Ngacir’ Anggota DPRD Garut Saat Sidang Paripurna Dilaporkan ke Badan Kehormatan, Diproses?

Next Post

Bupati Berharap Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 Bukan Sekedar Kata-kata

Related Posts

Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers
dePraja

Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers

Jumat, 6 Maret 2026
Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional
dePraja

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Jumat, 20 Februari 2026
Pesisir Pantai Garut Ditetapkan Sebagai Kawasan Rawan Bencana Tsunami, Kalak BPBD : Upaya Mitigasi Aktif dan Berkelanjutan Terus Dilakukan
deNews

Pesisir Pantai Garut Ditetapkan Sebagai Kawasan Rawan Bencana Tsunami, Kalak BPBD : Upaya Mitigasi Aktif dan Berkelanjutan Terus Dilakukan

Rabu, 21 Januari 2026
Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf
deNews

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf

Kamis, 15 Januari 2026
Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku
deNews

Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku

Kamis, 15 Januari 2026
Narasi Sengketa Wakaf YBHM Garut Dinilai Sarat Politisasi Serta Berpotensi Menjadi Isu SARA
deNews

Narasi Sengketa Wakaf YBHM Garut Dinilai Sarat Politisasi Serta Berpotensi Menjadi Isu SARA

Kamis, 15 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

PerumDAM Tirta Galuh Dukung Penanaman 2.025 Pohon di Bendungan Leuwi Keris, Jaga Sumber Air untuk Generasi Mendatang

Selasa, 19 Agustus 2025
Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan saat Launching UMKM Kabupaten Bandung.

Sahrul Gunawan : UMKM Penggerak Ekonomi di Tengah Pandemi

Rabu, 28 April 2021

Wagub Jabar Erwan Setiawan Resmi Buka SPPG Sukamulya Cihaurbeuti

Jumat, 19 Desember 2025

Hadapi Musim Kemarau, Pemdes Sukabakti Bersama Mitra Cai Bahas Strategi Pengelolaan Air

Selasa, 22 Juli 2025
Ilustrasi pencabulan.

Jelang Ramadan, Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli Enam Muridnya

Senin, 12 April 2021

DPRD dan Bupati Purwakarta Sepakat Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2026 Sebesar Rp 2,4 T Ditandatangani

Senin, 20 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste