Ciamis, deJurnal,- Ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kabupaten Ciamis kembali menjadi perhatian.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis menginformasikan stok blanko KTP-el saat ini sangat terbatas akibat belum tersalurkannya distribusi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang masih dalam proses pengadaan awal tahun.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan M. Supyan, mengungkapkan sebelumnya pihaknya sempat memperoleh tambahan blanko melalui mekanisme pinjam pakai antar daerah. Namun, stok tersebut kini hampir habis.
“Kemarin, Senin, kami sempat mendapatkan sekitar 1.000 blanko dari hasil meminjam ke Kota Banjar. Namun sekarang kondisinya tinggal sekitar 200 keping, dan itu pun di kecamatan-kecamatan sudah habis,” ujar Yayan, Selasa (13/1/2026).
Yayan menjelaskan, keterbatasan blanko terjadi karena proses pengadaan di tingkat pusat memang kerap mengalami keterlambatan pada awal tahun anggaran.
“Hingga saat ini, Disdukcapil Ciamis masih menunggu distribusi resmi dari Ditjen Dukcapil Kemendagri,”jelasnya.
Seiring kondisi tersebut, Yayan mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berdomisili jauh dari pusat layanan, untuk menunda kedatangan jika keperluan pencetakan KTP-el tidak bersifat mendesak.
“Kami sampaikan kepada masyarakat agar yang jaraknya jauh tidak perlu datang dulu. Solusi sementara, kami mencetak biodata penduduk. Prioritas pencetakan KTP-el kami berikan untuk kondisi urgent, seperti keperluan pengobatan, kepesertaan BPJS, umroh, dan kebutuhan mendesak lainnya,” ucapnya.
lebih lanjut Yayan menuturkan permohonan KTP-el untuk perubahan elemen data, rusak, ganti foto, atau tanda tangan sementara belum dapat dilayani pencetakan dan akan diarahkan pada aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Meski blanko terbatas, Yayan menegaskan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan. Strategi jemput bola masih menjadi andalan, terutama untuk perekaman data penduduk yang membutuhkan layanan mendesak.
“Rekam data tetap kami lakukan apalagi jika urgent, untuk lainnya sementara kami terbitkan biodata sebagai pengganti,” tambah Yayan.
Yayan memastikan untuk layanan Kartu Identitas Anak (KIA) masih aman dan tidak terdampak, karena permasalahan utama hanya terjadi pada KTP-el yang menggunakan chip dan sepenuhnya bergantung pada distribusi dari Kemendagri.
Sebagai langkah percepatan, Disdukcapil Ciamis berencana melakukan koordinasi langsung ke Jakarta dalam waktu dekat untuk memastikan ketersediaan blanko KTP-el.
Di sisi lain, pelayanan dokumen kependudukan lain seperti akta kelahiran tetap berjalan optimal. Bahkan, peran kader Posyandu terus diperkuat untuk membantu memfasilitasi masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran di tingkat desa.
“Kader-kader Posyandu sangat membantu, terutama dalam mendampingi masyarakat membuat akta kelahiran. Ini bagian dari pelayanan kolaboratif yang terus kami dorong,” imbuhnya
Yayan berharap masyarakat dapat memahami kondisi saat ini dan tetap memanfaatkan layanan alternatif yang tersedia hingga distribusi blanko KTP-el kembali normal.( Nay Sunarti)














