• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Juni 26, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

‘Riksa Diri’ Paguron Pencak Silat Warisan Berharga Sang Ayah untuk Apih Cucun

bydejurnalcom
Senin, 26 Januari 2026
Reading Time: 3 mins read
‘Riksa Diri’ Paguron Pencak Silat Warisan Berharga Sang Ayah untuk  Apih Cucun
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – H.Cuncun Ahmad Hudaya, S.Pd., M.Si sudah tidak muda lagi. Pangsiun dari jabatan terakhirnya sebagai Kabid Kebudayaan di Disbudpar Kabupaten Bandung sudah lama. Tapi semangat dalam melestarikan keasenian, utamana pencak silat tetap menggebu dalam dirinya.

Nama besar sang ayah, Rd. Nunung Achmad Hudaya (alm) yang terbilang tokoh seni di bidang pencak, seolah terus memotipvasi Apih Cuncun, demikian Cuncun Anggraeni Ahmad Hudaya disapa akrab untuk terus mengembangkan Paguron Pencak Silat Riksa Diri yang didirikan oleh sang ayah pada tanggal 31 Agustus 1957.

“Ayah saya tertarik pencak silat hingga membesarkan Paguron Riksa Diri, karena termotivasi oleh salah satu tokoh silat Mbah Khair yang menciptakan Cimande Bogor,” kata Apih Cuncun di kediamannya, Komplek Tanam Kopo Katapang Blok O 1 – 23, Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Senin ,26 Januari 2026.

BacaJuga :

Polres Garut Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Medika Optikal Bersama DKKG Hadirkan Layanan Kesehatan Mata Gratis, 200 Warga Terima Bantuan Kacamata pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

BKMM DMI Purwakarta Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Perkuat Ukuwah dan Maslahat

Apih Cuncun menceritakan sekilas kiprah Mbah Khair yang menurutnya besar jasanya dalam bidang pencak silat. Konon pengalaman hidup Mbah Khair yang jika mengunjungi satu tempat yang jauh biasa jalan kaki meski harus meléwati hutan. Ketemu dengan macan, ular, atau monyet menjadi inspirasi menciptakan jurus pamacan atau monyet.

R. Nunung ayah Apih Cuncun selain berguru kepada Mabah Khair juga ke sejumlah tokoh pencak silat waktu itu antara taun lima puluhanan.

“Ayah saya lahir di Lembang, kemudian tinggal di daerah Babakantarogong, Bojonggaok, Bojong asih. Saya juga lahir disana. Paguron Riksa Diri didirikan di di sana, waktu usia bapa saya 40 taun. Saat itu di sana daerahnya rawan,” kata Apih Cuncun.

Nama Riksa Diri, kata Apih Cuncun hasil musyawarah para tokoh silat waktu itu. Sejalan dengan waktu, pada tahun 80 an Rd. Nunung berkeinginan pencak silat tidak hanya sekedar seni ibing, tapi harus ada pertandingkan olah raga tarungnya. “Kalau pertandingan tarungnya kan olah raga, sedangkan seni masuknya dalam pasang pasang giri,” katanya.

Waktu itu menurut Apih Cuncun pusat Kabupaten Bandung masihdi Balonggede. Ayah Apih Cuncun mengumpulkan para jawara yang ada di Kabupaten Bandung. Dalam kumpulan tersebut dicetuskanlah Olahraga Pencasikat Seluruh Indonesia (Orpesi).

Terwujudlah satu kegiatan pertandingan silat yang digagas oleh Orpesi. Tetapi, kata Apih Cuncun waktu itu belum ada aturan yang mengikat, sehingga tarungngnya bebas. Satiap kecamatan siapa saja yang merasa sebagai jawara, yang senang pencak silat bisa ikut pertandingan di setiap alun-alun.

“Meskipun belum ada aturan tapi kegiatan ini resmi. Aya keamanannya, tim kesehatananya. Tetapi saat akan dimulai agak kesulitan mencari wasit, karena pada tidak mau oleh karena tarung bébas itu. Waktunya juga tidak dibatas berapa menit, sa sanggupna tarung. Ada yang kalah ya selesai,” katanya.

Karenanya, tidak sedikit yang mengalami cidera, pata kaku atau patah tangan. Karena Orpesi dianggap membahayakeun antukna para tokoh pencak silat itu berkumpul lagi menentukan aturan, sampai terbentuk Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI).

“Jadi yang mendirikan Orpesi ayah saya. Anak-anak sekarang kemungkinan besar tidak tahu hal itu. Terkait paguron malahan banyak tokoh kadang-kadang tidak mengingat hal ini. Sesudah pencak silat, hususnya Riksa Diri ikut pertandingan di PON, Porda, baru banyak yang melirik,” kata Apih Cuncun.

Sesudah nama Riksa Diri melambung, banyak yang ikut latihan silat. Dari Itali, Prancis, Belanda. Malahan waktu Pak Prabowo masih dinas di TNI, jadi Ketua IPSI para ajudannya pernah latihan di Riksa Diri. Cuncun sebagai yang jadi anak dari tokoh Riksa Diri merasa ditiipi oleh sang ayah yang katanya punya jurus munggaran penca silat tarung.

Menurt Apih Cuncun, tahun 80-an, Rd Nunu juga ikut andil akun dalam menciptakan jaipongan. Waktu itu Gugum Gumbira , di Bojongloa yang mempunyai Jugala itu latihanana di Rd. Nunung.

“Karena dasarnya jaipongan itu perpaduan ketuk tilu dengan penca silat. Kang Gugum waktu itu menyukai ketuk tilu, dipadukan dengan penca, ya lahir jaipong. Belum menggunakan nama jaipongan waktu itu mah. Ya sesudah studi banding di Karawang bagaimana di Karawang, sehingga saat itu ada tiga 3 G: geol, gitek, goyang. Oleh paapayung agung Wali Kota saat itu akhirnya dicetuskeun we penciptaan jaipongan itu Gugum Gumbira.

“Alhamdulillah khusus saya dengan ikhtiar, giat di paguron Riksa Diri akhirnya banyak yang mengaku. Saya sampai diaku oleh salah satu organisasi waktu itu Bupatinnya Pak Obat Sobarna. Terus diganti oleh Dadang Naser. Saya pernah jadi Ketua Barisan Muda Kosgoro, karena sacara politik itu tetep siapa saja orangnya pasti oleh politik mah diaku siapa saja,” kata Apih Cuncun.

Sebagé anak, kata Apih Cuncun waktu ayahnya jadi tokoh, banyak yang menyayangi, dan banyak saudara.

Visi misi Riksa Diri

Visi Misi Riksa Diri: Ngaji diri jasmani jeung rohani. Kata Apih Cuncun, dalam olahraga itu pemula itu minimal kelas 4 -5 , oleh Apih Cuncun diwajibkan bisa nalar ngaji Al- quran , sebelum latihan.

Sebelum pensiun, Apih Cuncun bertugas di Pemda Kabupaten Bandung pernah di PUTR, Perizinan, Dinas Perdagangan, BPBD. Setelah pangsiun Apih Cuncun lebih fokus dalam kegiatan mengembangkan Paguron Riksa Diri. Kalau jaman dulu mendirikan paguron itu tidak terlalu memperhatikan urusan ijin, tapi sekarang perlu ada pangakuan legalitasnya.

Karenanya, Riksa Diri didaftarkan oleh Apih Cuncun dengan Akta Perubahan Rikesan Satria Digjaya Kiwari “Riksa Diri” 22 Desember 2022.

“Terus terang saja Apih bangga kepada sang ayah. Walaupun sebagai putranya meneruskan ngamumulé kasenian Sunda. Oleh karenanya bapa saya sabagé tokoh juga Apih banyak saudara,” kata Apih Cuncun yang pernah dianugrahi penghargaan sebagai tokoh kebahasaan dan kesastraan/ budayawan tingkat Kabupaten Bandung 2024.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pengangkatan PPPK SPPG Ramai Dibahas, Korwil BGN RI Kabupaten Ciamis Berikan Penjelasan

Next Post

Musrenbang RKPD 2027 Tarogong Kidul Fokuskan Program Prioritas pada Kemiskinan, Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Related Posts

PNM Optimis Hadirkan Pembiayaan Syariah yang Inklusif untuk Perempuan Prasejahtera
deNews

PNM Optimis Hadirkan Pembiayaan Syariah yang Inklusif untuk Perempuan Prasejahtera

Jumat, 26 Juni 2026
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pengelola MBG di Purwakarta
deHumaniti

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pengelola MBG di Purwakarta

Jumat, 26 Juni 2026
Momentum HANI 2026, BNNK Ciamis Resmikan Saka Anti Narkoba dan Perkuat Sinergi dengan Pramuka
deNews

Momentum HANI 2026, BNNK Ciamis Resmikan Saka Anti Narkoba dan Perkuat Sinergi dengan Pramuka

Jumat, 26 Juni 2026
Polres Garut Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80
deNews

Polres Garut Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 26 Juni 2026
Medika Optikal Bersama DKKG Hadirkan Layanan Kesehatan Mata Gratis, 200 Warga Terima Bantuan Kacamata pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
deNews

Medika Optikal Bersama DKKG Hadirkan Layanan Kesehatan Mata Gratis, 200 Warga Terima Bantuan Kacamata pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 26 Juni 2026
BKMM DMI Purwakarta Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Perkuat Ukuwah dan Maslahat
deHumaniti

BKMM DMI Purwakarta Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Perkuat Ukuwah dan Maslahat

Jumat, 26 Juni 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Akibat Minuman Keras, Tiga Pelaku di Subang Aniaya Korban Hingga Tewas

Minggu, 5 Oktober 2025

GNPK RI Garut : Ada Bau Tak Sedap Dalam Pelaksanaan Proyek Penataan Wisata Situ Bagendit

Jumat, 19 Maret 2021

Wakil Bupati Purwakarta : Oknum Kades dan Karang Taruna Lakukan Pungli Tenaga Kerja Bakal Disikat Habis

Sabtu, 8 Maret 2025
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bandung, Ir. Aep Dedi

Reses di Mekarrahayu Margaasih Anggota DPRD Ir. Aep Dedi Terima Keluhan Kekecewaan Pasien BPJS

Kamis, 6 November 2025

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi Indeks Desa, Ini Tujuannya

Rabu, 21 Mei 2025

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Dekat Jalan Tol Kopo Sukamenak

Sabtu, 30 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste