• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, September 25, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

‘Riksa Diri’ Paguron Pencak Silat Warisan Berharga Sang Ayah untuk Apih Cucun

bydejurnalcom
Senin, 26 Januari 2026
Reading Time: 3 mins read
‘Riksa Diri’ Paguron Pencak Silat Warisan Berharga Sang Ayah untuk  Apih Cucun
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – H.Cuncun Ahmad Hudaya, S.Pd., M.Si sudah tidak muda lagi. Pangsiun dari jabatan terakhirnya sebagai Kabid Kebudayaan di Disbudpar Kabupaten Bandung sudah lama. Tapi semangat dalam melestarikan keasenian, utamana pencak silat tetap menggebu dalam dirinya.

Nama besar sang ayah, Rd. Nunung Achmad Hudaya (alm) yang terbilang tokoh seni di bidang pencak, seolah terus memotipvasi Apih Cuncun, demikian Cuncun Anggraeni Ahmad Hudaya disapa akrab untuk terus mengembangkan Paguron Pencak Silat Riksa Diri yang didirikan oleh sang ayah pada tanggal 31 Agustus 1957.

“Ayah saya tertarik pencak silat hingga membesarkan Paguron Riksa Diri, karena termotivasi oleh salah satu tokoh silat Mbah Khair yang menciptakan Cimande Bogor,” kata Apih Cuncun di kediamannya, Komplek Tanam Kopo Katapang Blok O 1 – 23, Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Senin ,26 Januari 2026.

BacaJuga :

Disdukcapil Ciamis Kembali Berprestasi, Peringkat II Adminduk PRIMA 2026

DLH Purwakarta Terima Bantuan Mobil Pengangkut Sampah dari HWB

1.039 PBP Sukasenang Terima 30 Kg Beras Bantuan Bulog

Apih Cuncun menceritakan sekilas kiprah Mbah Khair yang menurutnya besar jasanya dalam bidang pencak silat. Konon pengalaman hidup Mbah Khair yang jika mengunjungi satu tempat yang jauh biasa jalan kaki meski harus meléwati hutan. Ketemu dengan macan, ular, atau monyet menjadi inspirasi menciptakan jurus pamacan atau monyet.

R. Nunung ayah Apih Cuncun selain berguru kepada Mabah Khair juga ke sejumlah tokoh pencak silat waktu itu antara taun lima puluhanan.

“Ayah saya lahir di Lembang, kemudian tinggal di daerah Babakantarogong, Bojonggaok, Bojong asih. Saya juga lahir disana. Paguron Riksa Diri didirikan di di sana, waktu usia bapa saya 40 taun. Saat itu di sana daerahnya rawan,” kata Apih Cuncun.

Nama Riksa Diri, kata Apih Cuncun hasil musyawarah para tokoh silat waktu itu. Sejalan dengan waktu, pada tahun 80 an Rd. Nunung berkeinginan pencak silat tidak hanya sekedar seni ibing, tapi harus ada pertandingkan olah raga tarungnya. “Kalau pertandingan tarungnya kan olah raga, sedangkan seni masuknya dalam pasang pasang giri,” katanya.

Waktu itu menurut Apih Cuncun pusat Kabupaten Bandung masihdi Balonggede. Ayah Apih Cuncun mengumpulkan para jawara yang ada di Kabupaten Bandung. Dalam kumpulan tersebut dicetuskanlah Olahraga Pencasikat Seluruh Indonesia (Orpesi).

Terwujudlah satu kegiatan pertandingan silat yang digagas oleh Orpesi. Tetapi, kata Apih Cuncun waktu itu belum ada aturan yang mengikat, sehingga tarungngnya bebas. Satiap kecamatan siapa saja yang merasa sebagai jawara, yang senang pencak silat bisa ikut pertandingan di setiap alun-alun.

“Meskipun belum ada aturan tapi kegiatan ini resmi. Aya keamanannya, tim kesehatananya. Tetapi saat akan dimulai agak kesulitan mencari wasit, karena pada tidak mau oleh karena tarung bébas itu. Waktunya juga tidak dibatas berapa menit, sa sanggupna tarung. Ada yang kalah ya selesai,” katanya.

Karenanya, tidak sedikit yang mengalami cidera, pata kaku atau patah tangan. Karena Orpesi dianggap membahayakeun antukna para tokoh pencak silat itu berkumpul lagi menentukan aturan, sampai terbentuk Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI).

“Jadi yang mendirikan Orpesi ayah saya. Anak-anak sekarang kemungkinan besar tidak tahu hal itu. Terkait paguron malahan banyak tokoh kadang-kadang tidak mengingat hal ini. Sesudah pencak silat, hususnya Riksa Diri ikut pertandingan di PON, Porda, baru banyak yang melirik,” kata Apih Cuncun.

Sesudah nama Riksa Diri melambung, banyak yang ikut latihan silat. Dari Itali, Prancis, Belanda. Malahan waktu Pak Prabowo masih dinas di TNI, jadi Ketua IPSI para ajudannya pernah latihan di Riksa Diri. Cuncun sebagai yang jadi anak dari tokoh Riksa Diri merasa ditiipi oleh sang ayah yang katanya punya jurus munggaran penca silat tarung.

Menurt Apih Cuncun, tahun 80-an, Rd Nunu juga ikut andil akun dalam menciptakan jaipongan. Waktu itu Gugum Gumbira , di Bojongloa yang mempunyai Jugala itu latihanana di Rd. Nunung.

“Karena dasarnya jaipongan itu perpaduan ketuk tilu dengan penca silat. Kang Gugum waktu itu menyukai ketuk tilu, dipadukan dengan penca, ya lahir jaipong. Belum menggunakan nama jaipongan waktu itu mah. Ya sesudah studi banding di Karawang bagaimana di Karawang, sehingga saat itu ada tiga 3 G: geol, gitek, goyang. Oleh paapayung agung Wali Kota saat itu akhirnya dicetuskeun we penciptaan jaipongan itu Gugum Gumbira.

“Alhamdulillah khusus saya dengan ikhtiar, giat di paguron Riksa Diri akhirnya banyak yang mengaku. Saya sampai diaku oleh salah satu organisasi waktu itu Bupatinnya Pak Obat Sobarna. Terus diganti oleh Dadang Naser. Saya pernah jadi Ketua Barisan Muda Kosgoro, karena sacara politik itu tetep siapa saja orangnya pasti oleh politik mah diaku siapa saja,” kata Apih Cuncun.

Sebagé anak, kata Apih Cuncun waktu ayahnya jadi tokoh, banyak yang menyayangi, dan banyak saudara.

Visi misi Riksa Diri

Visi Misi Riksa Diri: Ngaji diri jasmani jeung rohani. Kata Apih Cuncun, dalam olahraga itu pemula itu minimal kelas 4 -5 , oleh Apih Cuncun diwajibkan bisa nalar ngaji Al- quran , sebelum latihan.

Sebelum pensiun, Apih Cuncun bertugas di Pemda Kabupaten Bandung pernah di PUTR, Perizinan, Dinas Perdagangan, BPBD. Setelah pangsiun Apih Cuncun lebih fokus dalam kegiatan mengembangkan Paguron Riksa Diri. Kalau jaman dulu mendirikan paguron itu tidak terlalu memperhatikan urusan ijin, tapi sekarang perlu ada pangakuan legalitasnya.

Karenanya, Riksa Diri didaftarkan oleh Apih Cuncun dengan Akta Perubahan Rikesan Satria Digjaya Kiwari “Riksa Diri” 22 Desember 2022.

“Terus terang saja Apih bangga kepada sang ayah. Walaupun sebagai putranya meneruskan ngamumulé kasenian Sunda. Oleh karenanya bapa saya sabagé tokoh juga Apih banyak saudara,” kata Apih Cuncun yang pernah dianugrahi penghargaan sebagai tokoh kebahasaan dan kesastraan/ budayawan tingkat Kabupaten Bandung 2024.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pengangkatan PPPK SPPG Ramai Dibahas, Korwil BGN RI Kabupaten Ciamis Berikan Penjelasan

Next Post

Musrenbang RKPD 2027 Tarogong Kidul Fokuskan Program Prioritas pada Kemiskinan, Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Related Posts

Menpora Erick Thohir Tinjau SJH,  Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik FIFA Asian Cup 2026
deNews

Menpora Erick Thohir Tinjau SJH, Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik FIFA Asian Cup 2026

Kamis, 24 September 2026
Menteri Lingkungan Hidup Dijadwalkan Hadir ke Garut, Bertemu Tokoh Adat dan Aktivis Lingkungan Jawa Barat
deNews

Menteri Lingkungan Hidup Dijadwalkan Hadir ke Garut, Bertemu Tokoh Adat dan Aktivis Lingkungan Jawa Barat

Kamis, 24 September 2026
Hadapi Kemarau Panjang, Polsek Jatiluhur dan PJT II Bersinergi Salurkan Air Bersih untuk Warga Cilegong
deHumaniti

Hadapi Kemarau Panjang, Polsek Jatiluhur dan PJT II Bersinergi Salurkan Air Bersih untuk Warga Cilegong

Kamis, 24 September 2026
Disdukcapil Ciamis Kembali Berprestasi, Peringkat II Adminduk PRIMA 2026
deNews

Disdukcapil Ciamis Kembali Berprestasi, Peringkat II Adminduk PRIMA 2026

Kamis, 24 September 2026
DLH Purwakarta Terima Bantuan Mobil Pengangkut Sampah dari HWB
depemerintahan

DLH Purwakarta Terima Bantuan Mobil Pengangkut Sampah dari HWB

Kamis, 24 September 2026
1.039 PBP Sukasenang Terima 30 Kg Beras Bantuan Bulog
deNews

1.039 PBP Sukasenang Terima 30 Kg Beras Bantuan Bulog

Kamis, 24 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

PUPR Garut : Saluran Irigasi Dapat Dimanfaatkan Dukung Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 6 Desember 2025

DPRD Purwakarta Gelar Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Purwakarta Tahun 2021

Kamis, 22 Juli 2021

Majelis Hijrah Ponpes Al Mubasir Lahirkan Rambo

Rabu, 8 Oktober 2025

Tekan Angka Pengangguran Pemkab Bandung Dorong Pelatihan dan Magang ke Jepang

Selasa, 30 September 2025

68 Warga Desa Margahayu Tengah Terima Bantuan Sosial Covid-19

Rabu, 21 April 2021

Jalan Sehat Akbar Warnai Musda VIII Persatuan Islam Ciamis, Bupati Herdiat Lepas Ribuan Peserta

Minggu, 21 September 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste