• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Mei 15, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Hadiri Sidang Paripurna DPRD Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Gubernur KDM Sebut Tata Ruang Bandung Ada Yang Salah

bydejurnalcom
Senin, 20 April 2026
Reading Time: 2 mins read
Hadiri Sidang Paripurna DPRD  Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Gubernur KDM Sebut Tata Ruang Bandung Ada Yang Salah
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) blak-blakan menyebut bahwa tata ruang Bandung itu salah, sehingga kerap terjadi banjir.

“Jujur saja tata ruang Bandung ini salah. Sawah dibuat pabrik jadi banjirnya segini,” kata KDM seraya memeta tangannya menunjukan setinggi badan.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi kepada wartawan yang mencegatnya di teras Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, seusai dirinya menghadiri rapat paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin 20 April 2026.

BacaJuga :

OTK Diduga Melakukan Aksinya Dengan Brutal, Menodong dan Menjambret Mahasiswi Unpad Jatinangor

PKBM Bina Pandu Mandiri Gelar Ujian Paket B, Buka Harapan Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

Dispabud Garut Dorong Perda Pemajuan Kebudayaan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Menurut Dedi Mulyadi, Bandung itu asal kata dari bendungan, jadi harus banyak danau. Karenanya sudah ada pembahasan kolaboratif dengan Bupati Bandung.

KDM yang didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyebut sudah ada pembebasan tanah di Kabupaten Bandung 3 hektar. “Biar nanti dibangun danaunya oleh provinsi ,termasuk jalan yang di Tegalluar, rumah Pak Bupati banjir biar nanti ditingkatkan kualitas jalannya dan tanahnya yang sudah dibebaskan oleh perusahaan akan dibangun danaunya,” katanya.

Terkait momentum Hari Jadi ke -385 Kabupaten Bandung, menurut KDM yang paling utama adalah mengingatkan kepada Bandung sebagai nama, ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga.

“Tadi sudah disampaikan, nanti dengan kolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung Selatan, termasuk mengalihfungsikan pekerjaan yang tadinya kuli buruh nanam sayur menjadi buruh menanam kopi, téh ,dan tanaman keras lainnya. Tetapi mereka tetap tidak kehilangan penghasilannya malah ditambah,” katanya.

Secara variabelnya, terang KDM sedang berjalan sekarang, tinggal nanti jumlah dan kolaboratifnya ditambah, termasuk tahun ini bupati sudah plapon tata ruang.

Sebelumnya, dalam sambutan pada sidang paripurna tersebut Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa tugas gubernur itu mengatur peran, karena gubernur itu tidak punya wilayah.

“Karena gubernur itu tidak punya wilayah, yang punya wilayah itu bupati/wali kota. Karena tidak punya wilayah tugas gubernur itu ‘ngokolotan’. Kata bahasa seni itu mengorkestrasi, kata Bah Asep dalang itu tugas gubernur mendalang, mengatur téma,” kata KDM.

KDM pun menjabarkan tema Hari Jadi ke 385 Kabupaten Bandung “Ngarawat Lembur ,Ngaronjatkeun Zaman”. Meski Dedi Mulyadi menyebut “lieur” dengan tema tersebut, tapi kemudian ia memaparkannya.

“Ngarawat?.Oh ngaruwat, miara lembur. Ngaronjatkeun, ningkatkeun, ngigelan zaman.
Kenapa “ngigelan zaman?” Kan zaman itu bukan milik kita, zaman itu kalimat subjek kita itu objek, kita itu tidak bisa merubah zaman.. Karenanya kita “ngigelan” (menyesuaikan diri) dengan zaman.
Karena itu, apa yang harus diubah, yaitu tata kelola lingkungan,” katanya.

“Bandung harus kembali ka Indung, indung kita itu gunung. Di gunung itu ada pertama “sirah cai” atau mata air, dari mata air manjadi kulung-kulungan, dari kulung-kulungan lahir susukan, dari susukan jadi walungan,.jadi bendungan, bandung. Bendungan . Karenanya peradabannya bendungan. diwengku ku Bung Karno, diteruskan Pak Harto, yaitu Bendungan Saguling,” kata KDM.

Menurut KDM, kalimat saguling itu kalimat tunggal jadi jama, jama jadi tunggal, kalau orang Sunda itu nauhid. Kalau orang Sunda nauhid ( bertauhid) menceritakan Tuhan itu tidak boleh diucap-ucap, tidak boleh disebut-sebut, Tuhan itu ada dalam diri. Saguling itu manunggal.

Inti dari sambutan KDM itu bahwa kita harus memelihara alam dan lingkungan, yang disebut KDM kembali ka Indung.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

FAGAR Garut Dorong Status PPPK Penuh Waktu, Terkendala Regulasi Pusat dan Nasib Honorer Non-Database

Next Post

Gubernur Jabar KDM Nampak Haru, “Rindu Purnama” Dilantunkan Penyanyi Maliq

Related Posts

Bukan Sekadar Warga Belajar, Kepala Desa hingga RT Ikut Lulus Paket C di PKBM Hidayah Galuh Ciamis
deNews

Bukan Sekadar Warga Belajar, Kepala Desa hingga RT Ikut Lulus Paket C di PKBM Hidayah Galuh Ciamis

Jumat, 15 Mei 2026
178 Warga Belajar PKBM Hidayah Galuh Ciamis Lulus 100 Persen, Siap Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja
deNews

178 Warga Belajar PKBM Hidayah Galuh Ciamis Lulus 100 Persen, Siap Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja

Jumat, 15 Mei 2026
Libur Kenaikan Isa Almasih, Kapolsek Sukasari Turun Langsung Pantau Keamanan Wisata Parang Gombong
Budaya

Libur Kenaikan Isa Almasih, Kapolsek Sukasari Turun Langsung Pantau Keamanan Wisata Parang Gombong

Jumat, 15 Mei 2026
OTK Diduga Melakukan Aksinya Dengan Brutal, Menodong dan Menjambret Mahasiswi Unpad Jatinangor
deNews

OTK Diduga Melakukan Aksinya Dengan Brutal, Menodong dan Menjambret Mahasiswi Unpad Jatinangor

Jumat, 15 Mei 2026
PKBM Bina Pandu Mandiri Gelar Ujian Paket B, Buka Harapan Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
deNews

PKBM Bina Pandu Mandiri Gelar Ujian Paket B, Buka Harapan Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

Kamis, 14 Mei 2026
Dispabud Garut Dorong Perda Pemajuan Kebudayaan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya
deNews

Dispabud Garut Dorong Perda Pemajuan Kebudayaan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Kamis, 14 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Warga Dapil 2 Kabupaten Sukabumi Antusias Hadiri Reses Legislator Fraksi Partai Demokrat Bertajuk Pembangunan Ke Depan

Minggu, 9 Februari 2025

Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Bencana di Kabupaten Ciamis, Ini Pesan Herdiat

Jumat, 4 April 2025
Suasana Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jumat (28/11/2025)

Kehadiran Legislator Dalam Sidang Paripurna DPRD Garut Disorot, Ahmad Bajuri : Pimpinan Lalai Jalankan Fungsi Pengendalian Presensi

Jumat, 5 Desember 2025

Kunker Dandim 0624/Kabupaten Bandung ke Koramil 2415/Margahayu : Sinergi Terjalin Baik di Margahayu dan Margaasih

Rabu, 15 Oktober 2025

Diringkus Polisi Saat Nyabu, Ketua Bawaslu KBB : Ini yang Kedua, Intinya Ini Kebodohan Saya

Jumat, 7 Maret 2025

Walau Jauh Dari Pusat Kota Garut, Polsek Bungbulang Rutin Ops Yustisi Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan

Selasa, 22 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste