• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Juni 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Mieling Ngadegna Sasak Cirahong 1894: Merawat Sejarah, Menguatkan Gotong Royong

bydejurnalcom
Minggu, 26 April 2026
Reading Time: 2 mins read
Mieling Ngadegna Sasak Cirahong 1894: Merawat Sejarah, Menguatkan Gotong Royong
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Sasak Cirahong bukan sekadar jembatan penghubung wilayah. Lebih dari itu, ia menjadi simbol sejarah, kebersamaan, dan nilai spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan Rumat Sasak Purwakala 1894: Mieling Ngadegna Sasak Cirahong, warga diajak kembali memahami dan merawat jejak masa lalu sebagai bagian dari identitas bersama.

Kegiatan yang digelar Sabtu (25/4/2026) di kawasan Jembatan Cirahong sisi Ciamis (eks RM Batu Hitam) ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.

BacaJuga :

Kepala SMAN 1 Garut Tegaskan Uji Kompetensi Jadi Penentu Kelulusan Jalur Non Akademik SPMB Maung 2026

Priyatna Kusumah Terpilih Secara Aklamasi Ketua Kadin Purwakarta

Katua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar: Kemegahan RSUD Bedas Pacira Harus Dibarengi Kualitas Pelayanan

Warga dari Ciamis dan Tasikmalaya hadir dengan antusias, bahkan tanpa undangan resmi.

Kehadiran spontan ini menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat terhadap sejarah jembatan tersebut.

Acara ini diinisiasi Persatuan Pesantren Ortodok, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, dan Yayasan Kusumah Diningrat Jambansari dengan mengusung tema “Ngarumat Tapak, Ngageuing Rasa, Mapag Cirahong Digjaya”.

Tema tersebut mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasulan kepada para leluhur dan tokoh pendiri Sasak Cirahong. Suasana berlangsung khidmat, diperkuat dengan lantunan salawat yang menggema dari arah Tasikmalaya menuju Ciamis.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr. Yat Rospia Brata, M.Si., menjelaskan bahwa Sasak Cirahong memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

“Berdasarkan manuskrip Eyang Kusumasubrata, jembatan ini diresmikan pada 1 November 1894. Ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi bagian dari perjalanan peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut melibatkan negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, dan Jerman.

Hal ini menunjukkan bahwa Sasak Cirahong memiliki nilai sejarah hingga tingkat internasional dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Nuansa spiritual semakin terasa melalui prosesi Adzan Vitu, yakni tujuh orang melantunkan adzan dari titik berbeda di sekitar lokasi.

Tokoh Agama Kang Ujang Abdussalam menyebut prosesi ini sebagai simbol keseimbangan hidup.

“Adzan Vitu mengingatkan kita bahwa hubungan manusia tidak hanya dengan sesama, tetapi juga dengan Tuhan. Keduanya harus seimbang,” katanya.

Selain itu, ditampilkan pula tradisi Adan Vitu sebagai simbol penyangga jembatan.

Tujuh orang berdiri dalam formasi dua di utara, tiga di tengah, dan dua di selatan, melambangkan pentingnya kebersamaan dalam menopang sesuatu yang besar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mushofahah atau saling bersalaman antar peserta. Momen ini menjadi sarana mempererat persaudaraan warga dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M., menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga identitas daerah.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sejarah masih hidup. Ini bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi gerakan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan agar generasi muda terus mengenal sejarah daerahnya.

“Kami juga berharap ke depan ada museum Sasak Cirahong sebagai pusat edukasi sejarah,” tambahnya.

Sebagai situs cagar budaya nasional, Sasak Cirahong tidak hanya memiliki nilai lokal, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah yang lebih luas.

Keberadaannya menjadi bukti perpaduan antara teknologi, budaya, dan nilai spiritual.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diingatkan bahwa sejarah tidak cukup hanya dikenang.

Tapi harus dijaga dan dirawat bersama agar tetap hidup dan menjadi pijakan bagi generasi mendatang. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sadudulur Cilokotot Tepung Lawung Halbi Besok Mengenang Masa Lalu di Rumah H. Oos Rahmat Kosasih

Next Post

Bertemu Bupati Herdiat, Irfan Hakim Kagum Sistem Sampah Ciamis yang Berbasis Warga

Related Posts

Wisuda ke-44 Unigal Ciamis 480 Lulusan Siap Mengabdi 
deNews

Wisuda ke-44 Unigal Ciamis 480 Lulusan Siap Mengabdi 

Selasa, 9 Juni 2026
Audiensi dengan DPRD, P3UKDK Ciamis Dorong Perda untuk Perkuat Legalitas dan Peran Amil di Desa
deNews

Audiensi dengan DPRD, P3UKDK Ciamis Dorong Perda untuk Perkuat Legalitas dan Peran Amil di Desa

Selasa, 9 Juni 2026
Polres  Subang  Ungkap  32 Kasus Narkoba , 33 Tersangka Diamankan
Hukum dan Kriminal

Polres Subang Ungkap 32 Kasus Narkoba , 33 Tersangka Diamankan

Selasa, 9 Juni 2026
Kepala SMAN 1 Garut Tegaskan Uji Kompetensi Jadi Penentu Kelulusan Jalur Non Akademik SPMB Maung 2026
deNews

Kepala SMAN 1 Garut Tegaskan Uji Kompetensi Jadi Penentu Kelulusan Jalur Non Akademik SPMB Maung 2026

Selasa, 9 Juni 2026
Priyatna Kusumah Terpilih Secara Aklamasi  Ketua Kadin Purwakarta
deNews

Priyatna Kusumah Terpilih Secara Aklamasi Ketua Kadin Purwakarta

Selasa, 9 Juni 2026
Katua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar: Kemegahan RSUD Bedas Pacira Harus Dibarengi Kualitas Pelayanan
deNews

Katua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar: Kemegahan RSUD Bedas Pacira Harus Dibarengi Kualitas Pelayanan

Selasa, 9 Juni 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

KabarDaerah

Tinjau Jembatan Apung Cijeruk yang Ambruk, Bupati Bandung Larang Difungsikan Lagi

Sabtu, 24 Mei 2025

Kades Cimaragas : Isu Penggerebegan dan Wanita Simpanan Tidak Benar !

Senin, 22 Juli 2019

68 Warga Desa Margahayu Tengah Terima Bantuan Sosial Covid-19

Rabu, 21 April 2021

Pemdes Galumpit Salurkan BLT DD Door to Door Sebrangi Danau

Minggu, 3 Mei 2020

Panen Cabai Di Sukatani, Geliat Awal Bumdes Tingkatkan Pendapatan Asli Desa

Minggu, 3 Mei 2020

Dinas Sosial Ciamis Jemput Bola Pelayanan DTKS di Harlah ke-12 FORMAGAT

Senin, 11 Agustus 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste