• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, April 26, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Mieling Ngadegna Sasak Cirahong 1894: Merawat Sejarah, Menguatkan Gotong Royong

bydejurnalcom
Minggu, 26 April 2026
Reading Time: 2 mins read
Mieling Ngadegna Sasak Cirahong 1894: Merawat Sejarah, Menguatkan Gotong Royong
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Sasak Cirahong bukan sekadar jembatan penghubung wilayah. Lebih dari itu, ia menjadi simbol sejarah, kebersamaan, dan nilai spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan Rumat Sasak Purwakala 1894: Mieling Ngadegna Sasak Cirahong, warga diajak kembali memahami dan merawat jejak masa lalu sebagai bagian dari identitas bersama.

Kegiatan yang digelar Sabtu (25/4/2026) di kawasan Jembatan Cirahong sisi Ciamis (eks RM Batu Hitam) ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.

BacaJuga :

Farhan Taufik Akbar Unggul dalam Pilkades PAW Desa Margahayu Selatan Calkades Nomor 1dan 3 Hanya Selisih 1 Suara

Legislator Fraksi Demokrat Anton Ahmad Fauzi Berharap Kades PAW Terpilih Bisa Bersinergi

Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi BMD Jadi Mesin Uang

Warga dari Ciamis dan Tasikmalaya hadir dengan antusias, bahkan tanpa undangan resmi.

Kehadiran spontan ini menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat terhadap sejarah jembatan tersebut.

Acara ini diinisiasi Persatuan Pesantren Ortodok, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, dan Yayasan Kusumah Diningrat Jambansari dengan mengusung tema “Ngarumat Tapak, Ngageuing Rasa, Mapag Cirahong Digjaya”.

Tema tersebut mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasulan kepada para leluhur dan tokoh pendiri Sasak Cirahong. Suasana berlangsung khidmat, diperkuat dengan lantunan salawat yang menggema dari arah Tasikmalaya menuju Ciamis.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr. Yat Rospia Brata, M.Si., menjelaskan bahwa Sasak Cirahong memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

“Berdasarkan manuskrip Eyang Kusumasubrata, jembatan ini diresmikan pada 1 November 1894. Ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi bagian dari perjalanan peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut melibatkan negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, dan Jerman.

Hal ini menunjukkan bahwa Sasak Cirahong memiliki nilai sejarah hingga tingkat internasional dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Nuansa spiritual semakin terasa melalui prosesi Adzan Vitu, yakni tujuh orang melantunkan adzan dari titik berbeda di sekitar lokasi.

Tokoh Agama Kang Ujang Abdussalam menyebut prosesi ini sebagai simbol keseimbangan hidup.

“Adzan Vitu mengingatkan kita bahwa hubungan manusia tidak hanya dengan sesama, tetapi juga dengan Tuhan. Keduanya harus seimbang,” katanya.

Selain itu, ditampilkan pula tradisi Adan Vitu sebagai simbol penyangga jembatan.

Tujuh orang berdiri dalam formasi dua di utara, tiga di tengah, dan dua di selatan, melambangkan pentingnya kebersamaan dalam menopang sesuatu yang besar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mushofahah atau saling bersalaman antar peserta. Momen ini menjadi sarana mempererat persaudaraan warga dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M., menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga identitas daerah.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sejarah masih hidup. Ini bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi gerakan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan agar generasi muda terus mengenal sejarah daerahnya.

“Kami juga berharap ke depan ada museum Sasak Cirahong sebagai pusat edukasi sejarah,” tambahnya.

Sebagai situs cagar budaya nasional, Sasak Cirahong tidak hanya memiliki nilai lokal, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah yang lebih luas.

Keberadaannya menjadi bukti perpaduan antara teknologi, budaya, dan nilai spiritual.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diingatkan bahwa sejarah tidak cukup hanya dikenang.

Tapi harus dijaga dan dirawat bersama agar tetap hidup dan menjadi pijakan bagi generasi mendatang. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sadudulur Cilokotot Tepung Lawung Halbi Besok Mengenang Masa Lalu di Rumah H. Oos Rahmat Kosasih

Related Posts

Sadudulur  Cilokotot Tepung Lawung Halbi Besok  Mengenang Masa Lalu di Rumah H. Oos Rahmat Kosasih
deNews

Sadudulur Cilokotot Tepung Lawung Halbi Besok Mengenang Masa Lalu di Rumah H. Oos Rahmat Kosasih

Sabtu, 25 April 2026
Abdul Rouf Ketui  BKPRMI Kabupaten Bandung Periode 2026-2031
deNews

Abdul Rouf Ketui BKPRMI Kabupaten Bandung Periode 2026-2031

Sabtu, 25 April 2026
Pisah Sambut Danmenarmed 1 Sthira Yudha Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Purwakarta
Nasional

Pisah Sambut Danmenarmed 1 Sthira Yudha Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Purwakarta

Sabtu, 25 April 2026
Farhan Taufik Akbar Unggul dalam  Pilkades PAW Desa Margahayu Selatan Calkades Nomor 1dan 3 Hanya Selisih 1 Suara
deNews

Farhan Taufik Akbar Unggul dalam Pilkades PAW Desa Margahayu Selatan Calkades Nomor 1dan 3 Hanya Selisih 1 Suara

Sabtu, 25 April 2026
Legislator Fraksi Demokrat Anton Ahmad Fauzi Berharap Kades PAW Terpilih Bisa Bersinergi
deNews

Legislator Fraksi Demokrat Anton Ahmad Fauzi Berharap Kades PAW Terpilih Bisa Bersinergi

Sabtu, 25 April 2026
Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi BMD Jadi Mesin Uang
deBisnis

Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi BMD Jadi Mesin Uang

Sabtu, 25 April 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Kasi TPKPM Dinsos Garut saat menerima perwakilan keluarga Enung Nurcahyani, pekerja migran asa pameungpeuk yang diduga dianiaya dan ingin pulang, Senin (5/4/2021). (Foto : Raesha/dejurnal.com)

Pemulangan Pekerja Migran Korban Trafficking di Garut Terkendala Minimnya Anggaran

Selasa, 6 April 2021

Upaya Leuweung Tiis Serta menjaga Sumber Air, 1000 Pohon ditanam

Sabtu, 15 Maret 2025

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Iyep Jamaludin Bela Sungkawa : Almarhumah Hj. Titik Sosok Yang Baik

Senin, 12 Mei 2025

BJB Cianjur Tolak Minta Maaf Terkait Lolosnya Buku Rekening Ryan, Komisi B DPRD : Pihak Bank Ada Keteledoran

Selasa, 17 Agustus 2021

Ke-3 Kalinya Kabupaten Purwakarta Raih Penghargaan Natamukti

Kamis, 17 September 2020

Sidang Paripurna DPRD Garut Bahas Raperda APBD 2026 Diwarnai Aksi Walk Out Fraksi PDIP

Senin, 17 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste