CIAMIS, deJurnal,- Dugaan kasus perundungan yang menimpa siswa berinisial NV di Kabupaten Ciamis menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai pekerjaan rumah bersama.
Isu tersebut menguat setelah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menegaskan bahwa persoalan bullying dan pelecehan seksual terhadap anak harus ditangani serius oleh semua pihak.
Aktivis sosial Prima Pribadi menyebut, kasus NV seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama, baik bagi sekolah, pemerintah daerah, maupun masyarakat.
Menurut Prima, respons awal pihak sekolah justru menimbulkan pertanyaan. Ia menyayangkan adanya pernyataan yang terkesan menolak mengakui dugaan kejadian tersebut tanpa penelusuran yang objektif.
“Belum tentu kejadian itu dari sekolah atau bukan, tapi seharusnya ditelusuri secara objektif, bukan langsung dibantah,” ujarnya, Sabtu (02/05/2026)
Ia juga mengkritik sikap yang dinilai cenderung melempar tanggung jawab. Bahkan, menurutnya, muncul pernyataan yang berpotensi menyudutkan pihak lain, termasuk tenaga medis, tanpa dasar yang jelas.
“Jangan sampai ada pernyataan yang justru memperkeruh situasi,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan tenaga profesional, korban NV disebut mengalami dampak psikologis cukup serius hingga mengarah pada gangguan depresi.
Kondisi tersebut menurut Prima, membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan mental korban.
“Pendampingan harus dilakukan secara intens. Anak ini butuh pemulihan, bukan sekadar klarifikasi kasus,” katanya.
Prima mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas terkait untuk turun tangan memberikan pendampingan psikologis secara berkelanjutan.
“Anak ini butuh pemulihan. Pendampingan konseling harus dilakukan secara intens,” ucapnya.
Selain itu, ia meminta pihak sekolah menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, termasuk melakukan pembinaan terhadap siswa yang diduga terlibat agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelumnya, dalam peringatan Hardiknas, Bupati Herdiat menegaskan bahwa perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan seksual, dan bullying bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi seluruh elemen masyarakat.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Semua harus peduli dan terlibat,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, kasus NV kini menjadi pengingat bahwa penanganan perundungan di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. (Nay Sunarti)
















