Dejurnal.com, Garut – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD ) Kabupaten Garut menggelar acara dan pertemuan dengan Pengurus APDESI Se – Kabupaten Garut di aula Rapat BJB Garut, Senin, 4 Mei 2026. Acara ini merupakan kali pertama bagi Kepala DPMD sejak pertama dilantik
Acara yang digelar secara tertutup tersebut nampak hadir Bupati Garut, Asda I (satu), Kepala DPMD,.Kepala Disnakertrans, serta Para Pengurus APDESI Kabupaten Garut dan Perwakilan dari DPK APDESI se Kabupaten Garut, selain ajang silaturahmi juga dalam kesempatan yang sama membahas berbagai pemersalahan yang ada di Desa.
Hal tersebut senada apa yang disampaikan oleh Bupati Garut selepas pertemuan acara. Dalam pertemuan silaturahmi antara DPMD dan APDESI, Bupati Garut menyampaikan apa yang menjadi pembahasan didepan awak media
“Yang penting bahwa kita informasikan bahwa telah dilantik, diangkat /dilantiknya Kepala Dinas DPMD yang baru, Saya nitip kepada semua (APDESI) untuk senantiasa berkomunikasi, koordinasi dan ikut arahan Kepala Dinas” Ujarnya.
Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati Garut, pihaknya menitipkan buat mereka untuk bisa mengedukasi, mengupgrade” berkaitan kemampuan Desa didalam mengelola dana keuangannya, dan tata kelola yang baik. “Kita lakukan dan mereka juga harus solid dan kompak” jelasnya.
Menurut Bupati Garut, pAPDESI lengkap dan Pak Dedi juga datang, dan tadi itu memiliki beberapa ide – ide terkait dengan bagaimana kita bisa mengembangkan desa khususnya dalam meningkatkan ekonominya.
Ketika ditanya ide apa saja Bupati meenyarankan untuk bertanya kepada yang bersangkutan.
“Tanya saja sama beliau nanti takutnya saya salah dalam menyampaikan, yang pasti saya bersyukur hampir semuanya APDESI hadir DPK nya hadir dan pengurusnya juga hadir”.
Ungkap Bupati Garut.
“Juga tadi kita ada diskusi dan ada harapan harapan yang tadi disampaikan, yah kita memang rutin kita melaksanakan tiap 3 (tiga) bulan, ya kita memang tiap tiga bulan kita ketemu sama mereka, karena Desa itu permasalahanya sangat komplek dan rumit , terbayangkan 421 Desa dengan berbagai macam kondisinya keadaannya yang kita tahu hanya di Pemerintah, dan kita tidak pernah tahu karena tidak pernah diskusi makanya perlu ada diskusi “. Tandasnya.
Mensoal anggaran sekitar Rp 350 juta, Bupati Garut menjawab bahwa tadi itu sedang mencari solusinya.
“Kita mungkin memberikan alokasi dana cuman kita lihat kemampuan kita berapa dan saya tanya tadi mending mana dikasih beberapa desa atau semua meski sedikit ewang ( sedikit tapi merata ) kelihatanh lebih suka kebagi semua, ya saeutik ewang , ya ada diskusilah paling tidak,” Pungkasnya .
Sementara acara dilanjut berkaitan dengan pembahasan magang keluar negeri bersama Disnakertran,Bitode Wira Indonesia, salah satu badan perusahan (PT) yang berdiri sejak 2018.***Yohaness
















